Refleksi Tahun Baru 1430 H : Mari Bina dan Kuatkan Komunitas Blogger Hijau Partai Bulan Bintang

Bismillahirrahmanirrahim,

[Bulan Bintang Media – Refleksi Tahun Baru 1 Muharram 1430 H]

Media selama ini kita pahami sebagai arena penebar wacana, ruang pembentuk opini, corong pemercik gagasan dan pemikiran, disamping itu media ternyata punya power yang sangat besar, daya kejut yang menggetarkan dan daya serang yang menggemparkan. Dalam realitas kehidupan dikenal ada ‘pertempuran’ yang tak kasat mata yang adakalanya justru berlangsung secara terbuka yakni pertempuran media yang melibatkan peperangan wacana, pertentangan ideologi dan polemik pemikiran (Ghozwul Fikri).

Black kampanye, Kejahatan media yang harus kita LAWAN !!!

Black Kampanye merupakan bentuk negatif dari strategi peperangan media yang harus DILAWAN!!!. Black Kampanye biasanya menggunakan strategi stigmatisasi – generalisasi, penonjolam rumors untuk mengaburkan fakta dan yang paling sering digunakan adalah Karakter Assasination alias strategi pembunuhan karakter. Dalam Mensikapi Kejahatan Media inilah maka sebagai KB Partai Bulan Bintang kita sudah bertekad untuk melawan Black Kampanye tidak dengan Black Kampanye melainkan dengan Blog Kampanye : membangkitkan Blog sebagai media pembanding, media penyeimbang dan media perjuangan untuk menyuarakan jati diri kebenaran secara LANTANG DAN TERBUKA.

Saatnya Kita Bangun dan Bina Komunitas Blogger Hijau PBB

Alhamdulillah dari rahim the Green Partai Bulan Bintang telah lahir blogger-blogger hijau yang menjelma sebagai laskar-laskar hijau yang menyuarakan satu semangat untuk meng’hijau’kan negeri dan membangun cita-cita bersama “lahirnya Indonesia Baru – Indonesia Hijau (Ijo Royo-Royo)”. Dalam perjalanannya Media Blog menjadi Media Silaturrahim yang efektif dari oleh dan untuk Umat Islam utamanya yang memiliki pandangan dan cita-cita yang sama dan sejalan dengan Khittah Perjuangan Partai Bulan Bintang. Dalam kaitannya untuk memperkuat serta memperluas jaringan komunitas blogger Hijau Partai Bulan Bintang diperlukan sebuah langkah – langkah penguatan diantaranya dengan menegaskan identitas blog melalui icon, gambar, banner, Link Banner, Widget Jam, dll

Berikut ini adalah Kode HTML (teks berwarna hijau) untuk memasang atribut blogger hijau Partai Bulan Bintang, Kode ini silahkan anda Copy dan Paste pada template blog bagian side bar.

Kode Link Banner Blogger PBB

<a href=”http://syaiful-pbb.blogspot.com.com&#8221; target=”_blank”><img src=”http://i489.photobucket.com/albums/rr254/syaifuldapil2/boggerpbb2.jpg&#8221; width=”100″ height=”40″ alt=”Link Banner Blog PBB” border=”0″></a>

Kode Masukkan Widget Jam Partai Bulan Bintang

<div style=”margin:0px auto;text-align:center;width:208px;height:250px;”><embed menu=”false” pluginspage=”http://www.adobe.com/go/getflashplayer&#8221; swliveconnect=”true” allowscriptaccess=”sameDomain” loop=”false” flashvars=”&col1=ffcc33&col2=0f4a09&yourtext=No. 27 Pilihan Kita!” src=”http://www.widgipedia.com/widgets/alhabib/Partai-Bulan-Bintang-PBB-Clock-2700-8192_134217728.widget?__install_id=1225341229812&__view=expanded&#8221; height=”250″ type=”application/x-shockwave-flash” width=”208″ wmode=”transparent”/><br/><a style=”font-size:8px;color:blue” href=”http://al-habib.tripod.com/”>Free Islamic Clock</a></embed></div><img border=”0″ style=”visibility:hidden;width:0px;height:0px;” width=”0″ src=”http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bHQ9MTIyNTM*MTMzNjE4NyZwdD*xMjI1MzQxMzc5MTg3JnA9MjM4OTgxJmQ9Jm49YmxvZ2dlciZnPTEmdD*mbz*3N2ZjZDkzYzhjZDM*NDQ3YjQ2Y2FhN2JmN2NlMmJkMA==.gif&#8221; height=”0″/>

Kode Masukkan Banner I Love Green
I Love The Greens

<a href=”http://bulanbintang.wordpress.com&#8221; target=”_blank”><img src=”http://bulanbintang.files.wordpress.com/2007/12/bulan-bintang-dan-bintang-bulan.jpg&#8221; width=”150″ height=”225″ alt=”I Love The Greens” border=”0″></a>

Bagi saudarakau yang memilki Atribut Blog silahkan tambahkan untuk disharingkan kepada para blogger hijau lainnya.

Berikut ini adalah tulisan terkait :

Akhirnya, Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1430 Hijriyah, Jadikan Momentum untuk Meluruskan Niat dan Menguatkan Tekad, Marilah Kita Bangun dan Bina Komunitas Blogger Hijau Partai Bulan Bintang sebagai salah satu media untuk meraih cita – cita bersama “Kejayaan Nusa Bangsa dan Agama”

Wallahu A’lam

(Ditulis oleh P. Syaiful Dapil 2 Pekanbaru dan Badrut Tamam Gaffas)

27 Baris Sajak – LASK­AR HIJAU BANGKITLAH !!!

LASK­AR HIJAU BANGKITLAH !!!

27 Baris sajak bebas pengiring langkah perjuangan Partai Bulan Bintang

laskar-hijau-partai-bulan-bintang-by-bulan-bintang-media Download Link : 27 Baris Sajak Bebas – Laskar Hijau Bangkitlah

Di ufuk timur hangat surya menyapa

Tumbuh dan gelorakan api perjuangan semesta

Hari ini kan kurangkai cita-cita terindah

Cita-cita yang dijunjung sang kakek hingga penghujung usianya

Terpelihara meski raga tanpa daya terpenjara

Tetap memberkas pelita walau terasing di lorong panjang gelap gulita

Terus mengalir deras mengisi palung-palung jiwa

Jiwa setia yang tiada kenal lelah

Jiwa yang ber pantang surut – menyerah

Cita-cita yang dijunjung sang ayah sebagai panggilan jiwa

Memekarkan berkuncup-kuncup asa

Menjelma pada setiap kata dan langkah

Membumikan syariah dengan penuh cinta

Taburkan diatas tanah subur persada

Indonesia Hijau, Makmur nan Bercahaya

Laskar hijau bangkitlah !

Laskar – laskar hijau yang senantiasa dilahirkan

Untuk mewarnai zaman dengan pena-pena kehidupan

Membelah rimba belantara peradaban

Mengalirkan cahaya-cahaya perubahan

Hingga tegak sempurna panji – panji kemenangan

Laskar hijau bangkitlah!

Perdengarkan lantang engkau punya suara

Persembahkan bangga engkau punya karya

Perjuangkan sungguh engkau punya cita – cita

Tinggikan kalimat Allah hingga memenuhi atap nusantara

Niatkan semua diatas cita-cita mulia – “kejayaan nusa bangsa dan agama”

(Sajak oleh Badrut Tamam Gaffas, Lumajang@2008)

Silahkan berikan komentar, kritik dan masukan anda ?!?!..Terimakasih

Sekilas Profil H. Dindin Kamaludin, SE – Legislator dan Calon Legislatif Partai Bulan Bintang asal Kota Tasikmalaya

Bismillahirrahmanirrahiim

[Bulan Bintang Media - Lumajang] H. Dindin Kamaludin, SE atau biasa disapa dengan sebutan Ustadz Din adalah Potret kader dakwah yang terpanggil untuk berkiprah dalam Gelora Perjuangan Syariah melalui wadah Partai Bulan Bintang, Satu-satunya Partai Politik yang secara terbuka dan istiqomah mewacanakan serta memperjuangkan penegakan Syariah dengan cara-cara yang elegan dan konstitusional. Saat ini Ustadz Din masih mengemban amanat sebagai Legislator Partai Bulan Bintang Kota Tasikmalaya, beliau aktif sebagai Anggota Komisi D DPRD sekaligus Bendahara Fraksi Bulan Bintang di DPRD Kota Tasikmalaya (2004-2009).

ustadz-haji-dindin-kamaludin-se-caleg-partai-bulan-bintang-tasikmalaya

Ustadz Din terinspirasi dengan perjuangan Pak Natsir yang gigih dan konsisten memperjuangkan Syari’at Islam hingga akhir hayatnya. Sebagai Alumni Pondok Pesantren Cipasung dengan basic Sarjana Ekonomi, Ustadz Din berkeyakinan bahwa Ekonomi Syariah yang bertumpu pada nilai modal amanah dan silaturrahim akan mampu membangkitkan kekuatan ekonomi masyarakat dan bangsa, menggerakkan sektor ekonomi riil yang produktif serta menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi kesenjangan sosial serta menekan angka kemiskinan.

Visi :

Membangun Kota Tasikmalaya Dengan Berlandaskan Iman dan Taqwa Menjadi pusat pemerintahan yang baik yang dipimpin oleh pemimpin yang baik dan suri tauladan serta bisa bekerjasama dengan masyarakat.

Misi :

  • Mengembangkan pembangunan yang berkelanjutan
  • Menumbuhkan kekuatan ekonomi kerakyatan
  • Mempersiapkan masa depan melalui pendidikan
  • Menata lingkungan dan kesehatan berkelanjutan
  • Menjaga kesetaraan dan keadilan bagi umat

Data Pribadi :

  • Nama Lengkap : H. Dindin Kamaludin, SE
  • Tempat/Tgl Lahir : Tasikmalaya, 31 Maret 1961
  • Nama Istri / Suami : Hj. Yeti Nurhayati S. Ag
  • Jumlah Anak : 1 (satu)
  • Alamat Lengkap : Jl. Tajur Indah No.5 Rt. 002/007 Panyingkiran Indihiang

Pendidikan

  • Sekolah Dasar : SD Negeri Sindangpalay tahun 1973
  • Sekolah Menengah Pertama : SMP Cihaurbeuti tahun 1976
  • Sekolah Menengah Atas : SMA Islam Cipasung tahun 1979
  • Diploma/S1/S2 : Strata 1 STEBI Jakarta tahun 2005

Pekerjaan / Riwayat Organisasi :

  • Anggota Komisi D DPRD Kota Tasikmalaya 2004 – 2009
  • Bendahara Fraksi Bulan Bintang DPRD Kota Tasikmalaya 2004 – 2009
  • KISDI (Komite Indonesia Untuk Solidaritas Dunia Islam) 2000-sekarang
  • GPMI (Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia)
  • Ketua Majelis Mudzakarahh 2003 – sekarang
  • HIPACI (Himpunan Pedagang Pasar Ciawi) Ketua 2002 – sekarang

h-dindin-kamaludin-se-dalam-kegiatan-bersama-pemuda-bulan-bintang-kota-tasikmalaya

Ustadz Din dalam kegiatan Pemuda Bulan Bintang Kota Tasikmalaya

Bagi saudaraku yang ingin bersilaturrahim dengan Ustadz Din Bisa kontak di:

Telpon : O265-329013

Handphone: 081 323 508 194

Blog : http://relawanustadin.blogspot.com

Secara obyektif Ustadz Din sangat layak untuk di dukung serta meraih kepercayaan sebagai Anggota DPRD Kota Tasikmalaya untuk periode (2009-2014). Ust. H. Dindin Kamaludin, SE berjuang melalui Partai Bulan Bintang dengan Nomor Urut 3 untuk daerah pemilihan (Dapil) II Kota Tasikmalaya.

Melalui tulisan ini saya menghimbau kepada pembaca sekalian yang kebetulan memiliki keluarga, kerabat, saudara, sahabat dan teman yang berdomisili di Kota Tasikmalaya khususnya Dapil 2 untuk mereferensikan Partai Bulan Bintang (Nomor 27) dan merekomendasikan Ustadz Din sebagai jembatan perjuangan politik pada 9 April 2009 mendatang.

Bagaimana menurut Anda ?!?!

(Ditulis Oleh Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media)

MUHAMMAD HATTA, S.Pd.I Calon Wakil Rakyat Pandeglang Dari Partai Bulan Bintang, Caleg DPRD Propinsi Banten Dapil Kab. Pandeglang

Bismillahirrahmanirrahiim,

[Bulan Bintang Media – Lumajang] Propinsi Banten merupakan salah satu wilayah basis atau lumbung suara bagi Partai Bulan Bintang, karenanya PBB bertekad All Out dalam menghadapi Pemilu 9 April 2009 Mendatang salah satunya dengan mempersiapkan para vote getter serta caleg-caleg yang handal dan potensial dalam meraih simpati dan dukungan masyarakat.

stiker-caleg-partai-bulan-bintang-mohammad-hatta

Mohammad Hatta, S.Pd.I merupakan salah satu kader terbaik Partai Bulan Bintang yang tengah meniti langkah perjuangan politik sebagai calon anggota DPRD propinsi Banten. Hatta saat ini berprofesi sebagai Konsultan Hukum Bisnis di kantor Ralph Utama & Co. Law Firm serta aktif sebagai Wartawan Media Cetak “Depok Post”.

Mohammad Hatta tidak sebatas mensosialisasikan visi , misi serta khittah perjuangan Partai Bulan Bintang, ia juga bersemangat membumikan slogan partai “:Istiqomah Perjuangkan Syariat – Bermanfaat Bagi Rakyat” . Nama Hatta di belakang namanya juga bermakna semangat dan cita-citanya untuk menegakkan tiga pilar dalam setiap langkah dan perjuangan politiknya yakni Keislaman – Kebangsaan dan Kerakyatan.

kegiatan-bakti-sosial-korban-banjir-keluarga-besar-partai-bulan-bintang-pandeglang-propinsi-bantenSalah satu Wujud kepedulian KB Partai Bulan Bintang kepada Masyarakat

Berikut Biodata Caleg Mohammad Hatta, S.Pd.I

Mohammad Hatta Lahir di Pandegelang, 21 April 1981, berdomisili di Kampung .Cikeusik Rt. 02/01 Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandegelang, Banten

Riwayat Pendidikan :

  1. SD Negeri Cikeusik 1, Pandegelang Banten, Tamat Tahun 1993
  2. MTs Pondok Pesantren Darul Iman, Pandegelang Banten,Tamat Tahun 1997
  3. MA Pondok Pesantren Al-Ishlah Menes, Pandegelang Banten, Tamat Tahun 2001
  4. Fakultas Study Islam Jurusan Kependidikan Islam, Progam Studi Manajemen
  5. Pendidikan Islam, Universitas Djuanda Bogor, Tamat Pada Tanggal 27 Juli 2005

Pengalaman Organisasi :

  1. Pengurus Besar HIMMA PAI Indonesia Departemen Seni Budaya Tahun 2002-2003
  2. Pengurus Keluarga Mahasiswa Banten (KMB) Wilayah Bogor, Departemen
  3. Kedaerahan Tahun 2002-2003
  4. Ketua Umum HIMMA PEI Jurusan Kependidikan Islam Fakultas Study Islam
  5. Universitas Djuanda Bogor Tahun 2003-2004
  6. Aktif di Seni ” TEATER Lentera” Univaersitas Djuanda Tahun 2001-2005

Pengalaman Kerja :

  1. Penyiar Radio RAKAMUDA 93, 35 FM (Radio Kampus Universitas
  2. Djuanda) Bogor 2001- 2004
  3. Wartawan Media Cetak “Depok Post” Aktif 09 April 2006 – Sekarang
  4. Para Legal di kantor Ralph Utama & Co Law Firm (Consultan Hukum Bisnis) 14 April 2007 – Sekarang

Kontak / Silaturrahim

Telp : 081908623531
E-mail : hatta_mohamad@yahoo.com

Blog : http:// mohammadhatta.blogspot.com

Melalui tulisan ini saya menghimbau kepada pembaca sekalian yang kebetulan memiliki keluarga, kerabat, saudara, sahabat dan teman yang berdomisili di Propinsi Banten khususnya daerah pemilihan Kabupaten Pandeglang dan sekitarnya untuk mereferensikan Partai Bulan Bintang (Nomor 27) dan merekomendasikan Mohammad Hatta, S.Pd.I sebagai jembatan perjuangan politik pada 9 April 2009 mendatang.

caleg-partai-bulan-bintang-banten-pandeglang-mohammad-hatta1

Bagaimana menurut Anda ?!?!…

(Ditulis oleh Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media)

Partai Bulan Bintang Sikapi Positif Gagasan Koalisi Poros Tengah Jilid 2

[Bulan Bintang Media - Lumajang] Ketua Fraksi Partai Bulan Bintang (PBB), Bang Hamdan Zoelva menilai wacana koalisi poros tengah partai politik Islam bertujuan untuk membangun demokratisasi di Indonesia.

hamdanzoelva-bulan-bintang-media

“Apa yang disampaikan Pak Din Syamsuddin layak untuk dipikirkan dan dibicarakan antar parpol berbasis Islam,” ucapnya Minggu (14/12/2008).

Menurutnya ke depan sistem politik di Indonesia membutuhkan perimbangan antara dua kelompok. “Antara nasionalis-Islam dan nasionalis-sekuler untuk membangun demokrasi yang lebih baik,” katanya, Hal ini dilakukan untuk membangun stabilitas politik. “Koalisi parpol Islam itu baik untuk dikembangkan. Tidak semata-mata untuk Pemilu 2009 tetapi untuk membangun kondisi politik yang lebih baik ke depan,” harapnya.

Basis partai politik yang ada saat ini sambung Bang Hamdan tidak jelas. “Basis politik yang ideal harus ada perbedaan karakteristik atau ciri dan perbedaan prinsip. Inilah yang harus dibangun ke depan,” pungkasnya Baginya poros tengah parpol islam ini tidak perlu dikhawatirkan menjadi sebuah dikotomi antara Islam dan nasionalis. “Kita kan sudah dewasa jadi sudah biasa dengan perbedaan-perbedaan. Justru dalam politik perbedaan nuansa sangat penting. Jadi rakyat bebas untuk memilih yang mana,” pungkasnya.

Namun, menurutnya koalisi parpol islam tersebut harus didasarkan pada kesamaan tujuan, yakni untuk mensejahterahkan rakyat. Kendati demikian, Bang Hamdan Zoelva mengaku secara internal Partai Bulan Bintang tengah mendiskusikan secara intensif wacana koalisi tersebut.

Posting Oleh : Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media

Sumber : http://www.okezone.com

SYAIFUL, CALEG DPRD PARTAI BULAN BINTANG DAPIL PEKANBARU 2, MENSINERGIKAN ANTARA PENDIDIKAN, DAKWAH DAN PERJUANGAN POLITIK

Bismillahirrahmanirrahiim

banner-caleg-dprd-syaiful-partai-bulan-bintang-dapil-pekanbaru-2

[Bulan Bintang Media – Lumajang] Dakwah dan pendidikan adalah dua pilar pembangunan yang akan terus berkembang dinamis sebagai mata rantai utama dalam meningkatkan kualitas generasi muda agar mampu berperan dan mewarnai zamannya.

Bang SYAIFUL ABDULLAH adalah seorang pendidik yang bertekad berjuang dan berdakwah melalui jalur politik, Baginya sosok Buya Mohammad Natsir adalah sebuah teladan yang jarang. Pak Natsir pernah mengabaikan beasiswa studi ke rotterdam sesuai harapan sang ayah karena hatinya lebih terpaut pada dakwah dan pendidikan. Beliau Memilih bergabung dengan gurunya A Hassan di Bandung dan mengembangkan pendidikan berbasis dakwah. Pendek kata Pak Natsir tetaplah seorang pendidik dan pendakwah yang senantiasa menjadi pemandu ummat yang total berjuang hingga akhir hayat.

Saat ini Bang SYAIFUL aktif mengajar di SMP Nurul Falah Pekanbaru, Sebagai Pendidik beliau bercita-cita memupuskan anggapan bahwa pendidikan hanya akan menciptakan tunas tunas muda bangsa yang berdiri di atas menara gading, beliau meniatkan diri, berkhidmat demi memajukan pendidikan yang mencerdaskan sekaligus mencerahkan.

Secara obyektif Bang SYAIFUL sangat layak untuk di dukung serta meraih kepercayaan sebagai Anggota DPRD Pekanbaru untuk periode (2009-2014). Bang SYAIFUL berjuang melalui Partai Bulan Bintang dengan Nomor Urut 1 untuk daerah pemilihan (Dapil) Pekanbaru 2.

Melalui tulisan ini saya menghimbau kepada pembaca sekalian yang kebetulan memiliki keluarga, kerabat, saudara, sahabat dan teman yang berdomisili di Pekanbaru khususnya daerah pemilihan Pekanbaru 2 (Rumbai dan Rumbai Pesisir) dan sekitarnya untuk mereferensikan Partai Bulan Bintang (Nomor 27) dan merekomendasikan Bang SYAIFUL sebagai jembatan perjuangan politik pada 9 April 2009 mendatang.

banner2-caleg-dprd-syaiful-partai-bulan-bintang-dapil-pekanbaru-2

Bagaimana menurut Anda ?!?!…

Bagi saudaraku yang ingin bersilaturrahim dengan Bang Syaiful Bisa kontak di:

http://syaiful-pbb.blogspot.com

Alamat : Jl. Yos Sudarso No. 660 Pekanbaru Riau

HP: 0811760276

(Ditulis oleh Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media)

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH : Lembaga Survei Diracuni Barat

Bismillahirrahmanirrahiim

yim-bulan-bintang-media

[Bulan Bintang Media – Lumajang] Turunnya popularitas partai-partai Islam seperti dilansir oleh lembaga-lembaga survei dikarenakan tekanan negara-negara barat terhadap Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

Pandangan tersebut disampaikan oleh calon presiden dari Partai Bulan Bintang (PBB) Bang Yusril Ihza Mahendra saat bicang-bincang dengan Koran Rakyat Merdeka di salah satu hotel yang ada di Jakarta, beberapa hari lalu. “Tak terlepas dari opini yang diciptakan oleh dunia sekarang ini, Islam ini teroris, islam begini-beginilah. Sebenarnya kita jauh dari itu semua. Harus disadari bahwa dunia barat tidak akan senang melihat Indonesia maju. Selalu diganggu, apalagi setelah komunis jatuh, Islam yang jadi musuh,” ungkap Yusril.

Menurut mantan Menteri Sekretaris Negara ini, di Indonesia ini, kaki tangan barat itu masuk ke segala lapisan dan segala bentuk, termasuk ke media massa. Sehingga sedikit banyaknya membentuk opini. “Itu tak lepas dari politik barat juga. Kita tahulah, lembaga-lembaga survei itu di belakangnya siapa. Kalau ada survei-survei yang memojokkan partai-partai Islam, saya maklum saja. Tapi saya mengajak rakyat untuk berpikir kritis soal ini. Makin lemah pemimpin Indonesia makin disukai barat,” sebutnya.

Adanya pendapat yang menyatakan bahwa partai-partai Islam tidak mampu menterjemahkan simbol-simbol Islam ditengah-tengah masyarakat dibantah oleh Ketua Majelis Syuro PBB ini. Ia menyebutkan dalam kehidupan bermasyarakat, nilai-nilai Islam selalu dijadikan pedoman. “Sebenarnya tidak begitu. Kita jauh sangat rasional berpikirnya dibanding negara-negara lain. Islam dijadikan nilai-nilai dan etika bangsa ini,” katanya.

Sumber : Koran Berita Rakyat Merdeka

(Posting oleh : Badrut Tamam Gaffas)

KB Pelajar Islam Indonesia Lumajang Bertekad Hantarkan H. Syamsul Munir, SH. MH sebagai Wakil Rakyat Melalui Partai Bulan Bintang

syamsul-munir-caleg-partai-bukan-biintang-mantan-ketua-pelajar-islam-indonesia-pii-lumajang

Bismillahirrahmanirrahiim

[Bulan Bintang Media – Lumajang] Setelah sukses menghantarkan salah seorang kader terbaiknya yakni Dr. H. Sjahrazad Masdar MA meraih dukungan masyarakat sebagai Bupati Lumajang Terpilih Periode (2008-2013) kini KB Pelajar Islam Indonesia yang notabene juga Keluarga Besar Bulan Bintang bertekad menghantarkan, menggalang dukungan serta mensosialisasikan seorang lagi kader terbaiknya yakni Bang Syamsul Munir,SH.MH sebagai kandidat wakil rakyat melalui Partai Bulan Bintang.

Sosok Bang Syamsul Munir yang santun dan sederhana dikenal sebagai mantan aktifis dan Ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) pada masanya, saat ini beliau mengabdi sebagai seorang pendidik profesional (Dosen dan Dekan) di Universitas Lumajang.

Sejak Bendera Bulan Bintang berkibar di Lumajang pada tahun 1998 nama dan sosok Bang Munir nyaris tidak bisa dipisahkan dari pertumbuhan dan perkembangan PBB. Beliau dikenal sebagai pribadi yang jujur, amanah dan istiqomah baik dalam berpolitik, beraktifitas dan berjuang sehingga wajar jika dipercaya kembali untuk memimpin Partai Bulan Bintang DPC Lumajang. Dalam periode kepemimpinannya meski belum menjadi Partai Besar namun PBB sudah mampu menghimpun keberagaman corak keberagamaan dalam satu wadah perjuangan politik walhasil PBB menjelma menjadi Partai Islam Modern dan berkarakter dengan potensi dan kekuatan yang diperhitungkan di kancah perpolitikan Lumajang.

H. Syamsul Munir, SH.MH kini dicalonkan oleh Partai Bulan Bintang sebagai kandidat wakil rakyat dengan Nomor Urut 1 untuk daerah pemilihan (Dapil) 1 yang terdiri atas Kecamatan Lumajang, Sumbersuko, Tekung, Jatiroto dan Sukodono.

Secara obyektif Bang Munir sangat layak meraih simpati, dukungan dan kepercayaan sebagai wakil rakyat lumajang untuk periode (2009-2014).

Melalui tulisan ini saya menghimbau kepada pembaca sekalian yang kebetulan memiliki keluarga, kerabat, saudara, sahabat dan teman yang berdomisili di Lumajang khususnya daerah pemilihan Lumajang 1 untuk mereferensikan Partai Bulan Bintang (Nomor 27) dan merekomendasikan Bang Munir sebagai jembatan perjuangan politik pada 9 April 2009 mendatang.

Kinilah saatnya yang MUDA dan LANTANG Bicara, Bagaimana menurut Anda ?!?!…

(Ditulis oleh Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media)

Datuk Sinaro Panjang Buya Dr. Mohammad Natsir, Pahlawan Pemersatu Nusantara

Bismillahirrahmanirrahiim

pahlawan-nasional-datuk-sinaro-panjang-dr-muhammad-natsir

Apa jadinya negeri ini jikalau Pak Natsir tidak mengambil langkah tepat dan brilliant lewat sebuah mosi integralnya ? Indonesia yang kala itu terpecah belah dan menjadi boneka belanda, bisa jadi saat ini masih akan menyandang status boneka belanda. Alhamdulillah pada akhirnya Allah SWT menunjukkan sebuah jalan persatuan melalui perjuangan gigih Dr. Mohammad Natsir hingga terwujudlah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pemberian gelar itu diharapkan akan mampu menjernihkan pandangan sejarah yang telah menstigmatisasi Natsir sebagai pemberontak.

Mosi Integral, dengan tokoh kuncinya Mohammad Natsir diakui oleh berbagai kalangan pemerhati politik dari dalam dan luar negeri sebagai prestasi paling gemilang dan monumental yang pernah dicapai oleh Parlemen Indonesia. Sayangnya dalam perjalanannya prestasi parlemen yang begitu tinggi nilainya itu bagai dilupakan sejarah. Sedangkan tokoh kuncinya Natsir, bagai hilang dari catatan sejarah Republik Indonesia.

Mosi integral sebuah keharusan sejarah
Mosi ini tidak lahir begitu saja. Terjadinya perdebatan di Parlemen Sementara Republik Indonesia Serikat (RIS) adalah merupakan titik kulminasi aspirasi masyarakat Indonesia yang kecewa terhadap hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) yang berlangsung di Den Haag, Belanda, 23 Agustus-2 November 1949. Pihak yang termasuk menolak hasil KMB adalah Natsir yang waktu itu Menteri Penerangan (Menpen) dan Menteri Luar Negeri Haji Agus Salim. Natsir menolak jabatan Menpen dan memilih berkonsentrasi memimpin Fraksi Masyumi di DPR-RIS. Salah satu alasan Natsir menolak jabatan itu adalah karena ia tak setuju Irian Barat tak dimasukkan ke dalam RIS.


Perdana Menteri (PM) RIS Mohammad Hatta menugaskan Natsir dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX melakukan lobi untuk menyelesaikan berbagai krisis di daerah. Pengalaman keliling daerah menambah jaringan Natsir. Selain itu, kecakapannya berunding dengan para pemimpin fraksi di Parlemen RIS, seperti IJ Kasimo dari Fraksi Partai Katolik dan AM Tambunan dari Partai Kristen, telah mendorong Natsir ke satu kesimpulan, negara-negara bagian itu mau membubarkan diri untuk bersatu dengan Yogya (maksudnya RI) asal jangan disuruh bubar sendiri.

Lobi Natsir ke pimpinan fraksi di Parlemen Sementara RIS dan pendekatannya ke daerah- daerah lalu ia formulasikan dalam dua kata ”Mosi Integral” dan disampaikan ke Parlemen 3 April 1950. Mosi diterima baik oleh pemerintah dan PM Mohammad Hatta menegaskan akan menggunakan mosi integral sebagai pedoman dalam memecahkan persoalan.

Mosi integral ini merupakan pijakan sejarah yang mahal dalam membangun kesatuan nasional Indonesia hingga kini.


Pak Natsir dan Gelar Pahlawan Nasional

Sesungguhnya dengan gelar atau tanpa gelar pahlawan pak Natsir tetaplah seorang Pahlawan Besar di hati ummat dan di tengah bangsa ini. Lebih dari itu pak natsir telah diakui oleh dunia internasional sebagai salah satu Pemimpin Islam terkemuka yang pernah dilahirkan oleh sejarah.

Keluarga Besar Bulan Bintang telah sejak lama memperjuangkan agar Pak Natsir diangkat sebagai pahlawan nasional namun meski terkesan terlambat pemberian gelar pahlawan pada tanggal 7 Nopember 2008 kemarin adalah sebuah momen penting yang seharusnya kita syukuri. Pak Natsir ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional bersama dengan Tokoh Sentral Pertempuran 10 Nopember Surabaya Bung Tomo dan Tokoh Persatuan Umat Islam (PUI) KH Abdul Halim.

DPP Partai Bulan Bintang menggelar Tasyakuran khusus terkait pemberian gelar pahlawan nasional bagi Natsir, di Jakarta, Jumat kemarin.

Ketua Dewan Syuro Yusril Ihza Mahendra mengaku bangga dan bersyukur. Stigma negatif dalam sejarah Indonesia atas Natsir, menurutnya, sangat tidak beralasan. Mengingat pembentuk kabinet pertama RI ini merupakan sosok yang sangat banyak memberikan kontribusi dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Pak Natsir dengan gagasan ‘politik bebas aktif’, telah menjadi pedoman bagi Indonesia dalam menjalankan kebijakan politik luar negerinya dan berkat jasa beliaulah Indonesia berhasil kembali ke pangkuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Almarhum merupakan sosok yang sudah lama menjadi panutan Partai Bulan Bintang. Nilai-nilai serta ajarannya menjadi inspirasi bagi kami dalam membangun bangsa ini,” ujarnya.

Stigmatisasi Sejarah Vs. Pelurusan Sejarah

Terkait stigmatisasi sejarah bahwa PRRI adalah sebuah kudeta dan pemberontakan Ketua Majelis Syuro itu menegaskan : “Mana mungkin seorang Natsir jadi pemberontak? Dia orang yang santun, bahkan hidupnya sangat bersahaja,” tegas Yusril.

“PRRI bukanlah pemberontakan, tapi hanya sebuah peristiwa politik dan masih dalam konteks NKRI. Sebagai oposisi terhadap penolakannya atas pembentukan Kabinet Djuanda yang dianggap inkonstitusional,”. Perjuangan Pak Natsir dan PRRI justru belakangan menjadi inspirasi yang diimplementasikan dalam bentuk otonomi daerah.

Bang Yusril juga menambahkan, sosok Pak Natsir sangat membekas pada dirinya, karena ia pernah berguru kepadanya. “Beliau itu orangnya santun, ramah, hidupnya pun sangat bersahaja. Maka beliau bisa dijadikan suri tauladan buat bangsa ini,” imbuhnya.

Sejarawan Anhar Gonggong mengatakan, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Perdana Menteri di era 50an Mohammad Natsir membuka ruang untuk menilai sejarah Indonesia.

“Bagi saya yang sekarang ini dilakukan pemerintah adalah justru membuka ruang untuk menilai kembali sejarah itu sendiri, itu yang penting,” kata Anhar di Istana Negara Jakarta, seusai menghadiri upacara penyerahan gelar pahlawan nasional kepada Natsir.

Namun, menurut Anhar, ada kesalahan sejumlah pihak dalam melihat sosok Natsir. “Kesalahan itu pertama seakan-akan ia anti Pancasila. Tidak, dia justru pernah menerangkan Pancasila dengan bagus di Pakistan sebagai dasar negara,” ujarnya.

Menurut Anhar, Natsir tidak melawan NKRI, perselisihan yang terjadi adalah akibat pertentangan politik. “Dia tidak menentang RI, jangan menyamakan antara pemerintah dan negara, itu dua hal yang berbeda. Natsir justru ingin menegakkan sesuatu yang menurut dia ukurannya lebih baik dari apa yg dilakukan pemerintah,” katanya.

Anhar mengatakan bahwa Natsir tidak mendirikan negara Islam namun mendirikan negara atas dasar syariah Islam kalau itu dikehendaki secara mayoritas, tapi kalau mayoritas tidak mengkehendaki dia juga tidak mau.

Momen Kebangkitan Pergerakan Islam.

Anugerah Pahlawan Nasional telah disandang oleh Sang Datuk Sinaro Panjang, Dr. Mohammad Natsir, semoga menjadi titik balik bagi upaya pelurusan sejarah dimasa- masa sekarang dan masa yang akan datang.

Lebih dari itu inilah momen penting yang diharapkan bisa menjadi penggelora kebangkitan pergerakan Islam demi kejayaan nusa, bangsa dan agama…Wallahu A’lam

Sumber :

  1. Jelang Seabad Pak Natsir Pahlawan di Hati Ummat, badrut tamam gaffas, http://bulanbintang.wordpress.com/about/natsir-on-5-jelang-satu-abad/
  2. Datuk Sinaro Panjang Dr. Mohammad Natsir, badrut tamam gaffas, http://bulanbintang.wordpress.com/2008/11/08/datuk-sinaro-panjang-dr-mohammad-natsir-pahlawan-pemersatu-nusantara/

Datuk Sinaro Panjang Dr. Mohammad Natsir, Pahlawan Pemersatu Nusantara

Bismillahirrahmanirrahiim

pahlawan-nasional-datuk-sinaro-panjang-dr-muhammad-natsir

Apa jadinya negeri ini jikalau Pak Natsir tidak mengambil langkah tepat dan brilliant lewat sebuah mosi integralnya ? Indonesia yang kala itu terpecah belah dan menjadi boneka belanda, bisa jadi saat ini masih akan menyandang status boneka belanda. Alhamdulillah pada akhirnya Allah SWT menunjukkan sebuah jalan persatuan melalui perjuangan gigih Dr. Mohammad Natsir hingga terwujudlah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pemberian gelar itu diharapkan akan mampu menjernihkan pandangan sejarah yang telah menstigmatisasi Natsir sebagai pemberontak.

Mosi Integral, dengan tokoh kuncinya Mohammad Natsir diakui oleh berbagai kalangan pemerhati politik dari dalam dan luar negeri sebagai prestasi paling gemilang dan monumental yang pernah dicapai oleh Parlemen Indonesia. Sayangnya dalam perjalanannya prestasi parlemen yang begitu tinggi nilainya itu bagai dilupakan sejarah. Sedangkan tokoh kuncinya Natsir, bagai hilang dari catatan sejarah Republik Indonesia.


Mosi integral sebuah keharusan sejarah
Mosi ini tidak lahir begitu saja. Terjadinya perdebatan di Parlemen Sementara Republik Indonesia Serikat (RIS) adalah merupakan titik kulminasi aspirasi masyarakat Indonesia yang kecewa terhadap hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) yang berlangsung di Den Haag, Belanda, 23 Agustus-2 November 1949. Pihak yang termasuk menolak hasil KMB adalah Natsir yang waktu itu Menteri Penerangan (Menpen) dan Menteri Luar Negeri Haji Agus Salim. Natsir menolak jabatan Menpen dan memilih berkonsentrasi memimpin Fraksi Masyumi di DPR-RIS. Salah satu alasan Natsir menolak jabatan itu adalah karena ia tak setuju Irian Barat tak dimasukkan ke dalam RIS.


Perdana Menteri (PM) RIS Mohammad Hatta menugaskan Natsir dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX melakukan lobi untuk menyelesaikan berbagai krisis di daerah. Pengalaman keliling daerah menambah jaringan Natsir. Selain itu, kecakapannya berunding dengan para pemimpin fraksi di Parlemen RIS, seperti IJ Kasimo dari Fraksi Partai Katolik dan AM Tambunan dari Partai Kristen, telah mendorong Natsir ke satu kesimpulan, negara-negara bagian itu mau membubarkan diri untuk bersatu dengan Yogya (maksudnya RI) asal jangan disuruh bubar sendiri.

Lobi Natsir ke pimpinan fraksi di Parlemen Sementara RIS dan pendekatannya ke daerah- daerah lalu ia formulasikan dalam dua kata ”Mosi Integral” dan disampaikan ke Parlemen 3 April 1950. Mosi diterima baik oleh pemerintah dan PM Mohammad Hatta menegaskan akan menggunakan mosi integral sebagai pedoman dalam memecahkan persoalan.

Mosi integral ini merupakan pijakan sejarah yang mahal dalam membangun kesatuan nasional Indonesia hingga kini.


Pak Natsir dan Gelar Pahlawan Nasional

Sesungguhnya dengan gelar atau tanpa gelar pahlawan pak Natsir tetaplah seorang Pahlawan Besar di hati ummat dan di tengah bangsa ini. Lebih dari itu pak natsir telah diakui oleh dunia internasional sebagai salah satu Pemimpin Islam terkemuka yang pernah dilahirkan oleh sejarah.

Keluarga Besar Bulan Bintang telah sejak lama memperjuangkan agar Pak Natsir diangkat sebagai pahlawan nasional namun meski terkesan terlambat pemberian gelar pahlawan pada tanggal 7 Nopember 2008 kemarin adalah sebuah momen penting yang seharusnya kita syukuri. Pak Natsir ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional bersama dengan Tokoh Sentral Pertempuran 10 Nopember Surabaya Bung Tomo dan Tokoh Persatuan Umat Islam (PUI) KH Abdul Halim.

DPP Partai Bulan Bintang menggelar Tasyakuran khusus terkait pemberian gelar pahlawan nasional bagi Natsir, di Jakarta, Jumat kemarin.

Ketua Dewan Syuro Yusril Ihza Mahendra mengaku bangga dan bersyukur. Stigma negatif dalam sejarah Indonesia atas Natsir, menurutnya, sangat tidak beralasan. Mengingat pembentuk kabinet pertama RI ini merupakan sosok yang sangat banyak memberikan kontribusi dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Pak Natsir dengan gagasan ‘politik bebas aktif’, telah menjadi pedoman bagi Indonesia dalam menjalankan kebijakan politik luar negerinya dan berkat jasa beliaulah Indonesia berhasil kembali ke pangkuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Almarhum merupakan sosok yang sudah lama menjadi panutan Partai Bulan Bintang. Nilai-nilai serta ajarannya menjadi inspirasi bagi kami dalam membangun bangsa ini,” ujarnya.

Stigmatisasi Sejarah Vs. Pelurusan Sejarah

Terkait stigmatisasi sejarah bahwa PRRI adalah sebuah kudeta dan pemberontakan Ketua Majelis Syuro itu menegaskan : “Mana mungkin seorang Natsir jadi pemberontak? Dia orang yang santun, bahkan hidupnya sangat bersahaja,” tegas Yusril.

“PRRI bukanlah pemberontakan, tapi hanya sebuah peristiwa politik dan masih dalam konteks NKRI. Sebagai oposisi terhadap penolakannya atas pembentukan Kabinet Djuanda yang dianggap inkonstitusional,”. Perjuangan Pak Natsir dan PRRI justru belakangan menjadi inspirasi yang diimplementasikan dalam bentuk otonomi daerah.

Bang Yusril juga menambahkan, sosok Pak Natsir sangat membekas pada dirinya, karena ia pernah berguru kepadanya. “Beliau itu orangnya santun, ramah, hidupnya pun sangat bersahaja. Maka beliau bisa dijadikan suri tauladan buat bangsa ini,” imbuhnya.

Sejarawan Anhar Gonggong mengatakan, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Perdana Menteri di era 50an Mohammad Natsir membuka ruang untuk menilai sejarah Indonesia.

“Bagi saya yang sekarang ini dilakukan pemerintah adalah justru membuka ruang untuk menilai kembali sejarah itu sendiri, itu yang penting,” kata Anhar di Istana Negara Jakarta, seusai menghadiri upacara penyerahan gelar pahlawan nasional kepada Natsir.

Namun, menurut Anhar, ada kesalahan sejumlah pihak dalam melihat sosok Natsir. “Kesalahan itu pertama seakan-akan ia anti Pancasila. Tidak, dia justru pernah menerangkan Pancasila dengan bagus di Pakistan sebagai dasar negara,” ujarnya.

Menurut Anhar, Natsir tidak melawan NKRI, perselisihan yang terjadi adalah akibat pertentangan politik. “Dia tidak menentang RI, jangan menyamakan antara pemerintah dan negara, itu dua hal yang berbeda. Natsir justru ingin menegakkan sesuatu yang menurut dia ukurannya lebih baik dari apa yg dilakukan pemerintah,” katanya.

Anhar mengatakan bahwa Natsir tidak mendirikan negara Islam namun mendirikan negara atas dasar syariah Islam kalau itu dikehendaki secara mayoritas, tapi kalau mayoritas tidak mengkehendaki dia juga tidak mau.


Momen Kebangkitan Pergerakan Islam.

Anugerah Pahlawan Nasional telah disandang oleh Sang Datuk Sinaro Panjang, Dr. Mohammad Natsir, semoga menjadi titik balik bagi upaya pelurusan sejarah dimasa- masa sekarang dan masa yang akan datang.

Lebih dari itu inilah momen penting yang diharapkan bisa menjadi penggelora kebangkitan pergerakan Islam demi kejayaan nusa, bangsa dan agama…Wallahu A’lam

(Ditulis oleh Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media)

Tulisan Lainnya yang terkait bisa diakses pada link berikut ini :

Jelang Seabad Pak Natsir Pahlawan di Hati Ummat

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.