MUHAMMAD TONAS, SE Berikhtiar Membangun SUMATERA BARAT dengan Semangat BARU

<<Muhammad Tonas, SE – Jujur dan Amanah>>

Muhammad Tonas, SE yang lahir pada 13 Maret 1967 merupakan putera asli Minangkabau dari ibu yang berasal dari Sulit Air, Solok dan bapak yang berasal daru sianok, Bukittinggi. Menyelesaikan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, Jakarta dan aktif dalam berbagai kegiatan Kemahasiswaan, baik di dalam maupun di luar kampus, khususnya di HMI Cab. Jakarta.

Ikut mendirikan Partai Bulan Bintang dan aktif sebagai pengurus DPP Partai Bulan Bintang sebagai sekretaris Departemen (1998-2000), Wakil Bendahara Umum (2000-2005) dan salah seorang ketua DPP PBB periode 2005-2010. Pada pemilihan umun 2004, mendapat amanah dari rakyat untuk berkiprah di DPR RI dari daerah pemilihan propinsi Riau.
Berkiprah di Komisi VI DPR RI yang membidangi masalah-masalah perindustrian, perdagangan, koperasi dan UKM, Investasi serta BUMN. Dikenal sebagai politisi bersih, jujur dan amanah yang suka berbicara apa adanya membuatnya disegani baik oleh kawan sesama anggota parlemen maupun mitra kerjanya dari pemerintah. Sebagai anggota panitia Anggaran DPR RI, Muhammad Tonas, SE juga dikenal sebagai politisi yang konsisten menuntut peningkatan anggaran pembangunan di daerah dan juga perimbangan anggaran keuangan antara Pusat dan Daerah.

Beristerikan putri Minang dari kanagarian yang sama, yakni Sulit Air – Solok, kini telah dikarunia 3 orang putera puteri, Selain itu pribadi yang saat ini duduk sebagai Komisaris Utama PT. Indobagus Lestari juga dikenal sebagai pribadi dermawan dan aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Pada saat ini berbekal pengetahuan dan pengalaman, berhasrat untuk ikut membangun ranah Minang tercinta.

Takilan dimato nak mancaliakkan
Taraso dihati nak manyampaikan
Mukasuik nak manatap di kampuang
Basamo-samo mambangun nagari

(27-02-2010)

Mari suarakan dukungan kita dengan bergabung dengan Grup “MUHAMMAD TONAS, SE Berikhtiar Membangun SUMATERA BARAT dengan Semangat BARU” melalui link berikut : http://www.facebook.com/group.php?gid=333917076846&ref=mf

Semoga Bermanfaat !

Sumber : http://www.facebook.com/photo.php?pid=87601&id=100000615428785

Lambang dan Makna Lambang Laskar Hijau Bulan Bintang Laskar Hijau Pejuang Syariah (LHPBB)

Bismillahirrahmanirrahiim,

MAKNA LAMBANG LASKAR HIJAU LANTANG (LHPBB)

1. Lambang Laskar Hijau Lantang  adalah tanda pengenal yang melambangkan  sifat, keadaan, nilai dan tujuan laskar hijau  lantang  dengan ikhtiar nyata melalui pergerakan pena dan media. (Kreasi Lambang dan Makna Lambang oleh Agung Arifudin dan Badrut Tamam Gaffas)

2. Lambang Laskar Hijau Lantang terdiri atas :
* a.Bulan Bintang Berwarna Kuning Keemasan
* b.Pena Merah bergaris luar Putih

* c.Mata Pena hitam putih
* d. Lingkaran segitiga berwarna hitam dengan dasar hijau

* e. Pita Merah bertuliskan LASKAR HIJAU

3. Makna Lambang

* a.Bulan Bintang berwarna kuning keemasan sebagai lambang perjuangan umat islam yang mencita-citakan “Izzul Islam Wal Muslimin”

* b.Pena Merah bergaris luar putih melambangkan Komitmen Laskar Hijau untuk Berani Bersuara Lantang  melalui gerakan pena/media untuk mewacanakan Perjuangan Syariah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

* c.Mata Pena berwarna Hitam Putih menunjukkan batas-batas nilai yang tegas dalam menyuarakan kebenaran berlandaskan hadist “Kulil Haqqa Walau Kaana Murran”

* d. Lingkaran segitiga berwarna hitam dengan dasar hijau melambangkan Laskar Hijau sebagai sebuah gerakan yang dinamis dan senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai Islam yang sejuk dan damai “Rahmatan Lil Alamin”

* e. Pita Merah betuliskan LASKAR HIJAU menunjukkan nama yang dipergunakan sebagai identitas gerakan ini.

Nasrun Minallah Wa Fathun Qariib…Fastabikul Khoirot

Harapan Underground Partai Bulan Bintang : Lepaskan Koalisi Pilpres, Mari Fokus Benahi Partai !!!

[Bismillahirrahmanirrahiim - Bulan Bintang Media]

Sebuah Topik Diskusi Di Forum Laskar Hijau

Partai Bulan Bintang sejak awal berketetapan hati untuk memajukan kader terbaiknya sebagai calon presiden, Bang Yusril Ihza Mahendra dengan kompetensi dan pengalaman panjangnya dalam politik dan pemerintahan insyaallah adalah salah seorang kader terbaik yang akan dikhidmatkan untuk bangsa dan ummat, namun raihan pemilu 2009 dan patokan 20 % sebagai persyaratan pencapresan telah menjadi halangan yang mengebiri hak setiap warga negara untuk mencalonkan dan dicalonkan.

Jika kita obyektif mengukur kapabilitas seorang kandidat secara head to head maka sebenarnya Bang YIM sangat layak dan pantas diperhitungkan dalam kompetisi, namun semua itu kandas lantaran kendaraan partai dalam hal ini Partai Bulan Bintang belum “cukup bertenaga” untuk tinggal landas.

Menanggapi kenyataan ini sebagian besar kader, simpatisan dan KB Partai Bulan Bintang merespon positif gagasan Prof. Din Syamsudin agar terbentuk koalisi Islam dalam Pilpres mendatang, namun melihat kenyataan hari ini sepertinya harapan tersebut akan sulit terealisasi.

Kenyataan inilah yang melatar belakangi harapan agar Partai Bulan Bintang sebagai institusi Partai mengambil sikap Netral pada pilpres mendatang seraya tetap fokus membenahi internal partai dan bersiap menjadi oposisi dan pengawas pemerintah diluar lingkar kekuasaan, konsekuensi dari pilihan netralitas partai maka kader, simpatisan dan KB PBB dimanapun “dibebaskan” untuk memilih siapa saja sesuai dengan hati nuraninya, Partai bisa membantu menfaslitasi dengan merumuskan sejumlah kriteria pemimpin yang layak dipilih versi PBB…Wallahu A’lam

Bagaimana kita seharusnya menyikapi hal ini ?!?!

*boedytea
Sy setuju dgn pendapat di atas, lebih baik kita brjuang di luar sistem terlebih dahulu sambil membenahi partai dari pusat sampai anak ranting sambil dakwah memberikan penjelasan kpd masyarakat untuk mencintai syariah. Gabung dgn SBY dan Demokrat nya untuk apa?? Toh nyatanya kurang tegas dalam penentuan sikap demi kepentingan umat Islam, contohnya masalah Ahmadiyah. Sudah trlalu banyak para pembisik SBY yg sekuler

*Sigit Srieyono
saudaraku seIman seIslam,
jika kita sudah meluruskan niat demi izzatul Islam maka marwah yang dimunculkan adalah semangat untuk menyatukan dan membulatkan tekad membangun partai agar dapat juga membangun ummat.
hari ini dan hari kemarin terlalu banyak kader yang bicara politik dan kekuasaan semata, tapi amat jarang yang bicara tentang membangun jaringan pengkaderan disetiap wilayah, disetiap dusun, disetiap perkampungan, disetiap nagari, disetiap desa, disetiap RW/RW hingga suatu saat ada banyak orang yang berani mengacungkan jari menyatakan dirinya kader partai.
Saudaraku, bukan persoalannya cuma karena enggan membubarkan Ahmadiah kita tidak sepaham dengan kaum neoliberal (SBY) ada hal yang lebih penting dari itu semua yakni karena “Kita yakin ISLAM adalah dien yang Haq!!!, sementara Neoliberalisme penuh dengan tipuan yang menyejukan tapi justru menjerat ummat dalam segala aspek kehidupan!!!”.

Sebenarnya ada diantara pemimpin kita yang masih punya ghiroh sebagai pejuang Islam diantaranya DR. H. Achmad Soemargono ,SE ,MM atau tokoh muda sdr Hamdan Zoelva ,SH dll mereka pantas memimpin berjuang bersama kita membangun partai, salah satu cirinya adalah zuhud, tidak haus kekuasaan cuma ingin karena jadi menteri misalnya. mereka menerima amanah kepemimpinan karena rasa tanggungjawab yang besar dan bukan meminta-minta.
saya masih sangat yakin suatu saat partai ini akan besar bahkan akan lebih besar dari kejayaan masyumi dulu. Tapi dengan syarat kembali ke nafas Islam dan bukan cuma simbolisme semata, tapi benar-benar dilaksanakan secara konsisten dan konsekwen. data menunjukan jumlah suara PKS, PAN, PMB, PPP, PKB dan partai berbasis Islam lainnya merupakan potensi yang bisa digarap PBB, tinggal bagaimana caranya kita bergerak secara sistematik-militan ke setiap surau, masjid, taklim, pengajian2 rumahan, ponpes, rumah sakit, sekolah, kumpulan anak muda,dll,dst mulai dari dini/sekarang dan bukan cuma pas waktu mau pemilu/pilkada.

saudaraku, ayo maju bersama bersatu tegak Syariah dengan besarkan partai. Allahu Akbar!!!

2,5 % terasa sulit untuk dicapai Partai Bulan Bintang, Benarkah ?!?!

[Bismillahirrahmanirrahiim - Bulan Bintang Media]

Sebuah Topik Diskusi di Forum Laskar Hijau

Oleh : Bp.  Kasman Panduko

Ada rasa haru, sedih (tanpa kehilangan rasa optimis tentunya), melihat hasil Quick Count : PBB sangat sulit menembus angka 2,5 %. Insya Allah kita bisa mencapainya dengan Ridha Illahi tentunya, masih ada sisa waktu.

Tentunya kita semua sudah bisa mengadakan evaluasi tentang strategi sosialisasi, simulasi dan kampanye yang kita lakukan ternyata belum membuahkan hasil sesuai dengan yang kita inginkan bersama. Marilah kita ungkapkan kelemahan-kelemahan strategi yang sudah kita lakukan untuk dapat dijadikan perbaikan untuk esok hari yang lebih cerah untuk PBB.

Badrut Tamam Gaffas *

Setuju dengan Pernyataan Pak Kasman

Kita patut bersyukur sebab dalam kondisi yang bagaimanapun ternyata Keluarga Besar Bulan Bintang masih setia dan teguh bertahan pada komitmen perjuangan sebagai partai kanan yang istiqomah memperjuangkan syariah.

Evaluasi yang mendasar adalah PBB mempunyai pendukung setia 2-3 % yang takkan pernah rela berpindah ke lain hati, jumlah massa loyal sebesar itu bisa menjadi “kartu as” jika bisa di-kaderkan atau dibina sebagai kader.
Dengan menjadi partai kader maka peran kader akan semakin besar, peran partai akan lebih banyak pada pengembangan dukungan dan fasilitasi agar kader mampu menjadi mesin-mesin partai yang senantiasa bergerak dan menduplikasikan diri.

Demikian sedikit urun rembug, semoga bermanfaat..Wallahu A’lam

*Kasman

Betul Pak Badrut Tamam.

Tidak ada partai besar tanpa memiliki kader-kader militan yang memang telah dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Kita tunggu ide-ide briliantnyamenyangkut strategi  pembinaan para kader Bulan Bintang.

*atty

mau saran ni buat tahun tahun selanjutnya , yang sudah biarlah berlalu sebagai sejarah yang patut dipalajari dan menjadi pelajaran bagi kita semua.
untuk selanjutnya keluarga bulan bintang harus lebih mengeratkan lagi silaturahmnya. caranya ..Huh?
kita bentuk saja sebagai lahan pengkaderan suatu Negara Bayangan , dengan Nama : ” Keluarga Besar Bulan Bintang Indonesia ” ( misalnya saja )
dalam negara inilah kita bentuk semua susunan pemerintahan yang sama persis seperti NKRI , dengan susunan yang sama persis. dari presiden hingga camat dan lurah atau bahkan rt rw sesuai keadaannya , negara ini mempunyai susunan di luar partai , namun semua kader dan simpatisan boleh ikut berpartisipasi dalam negara ini.
negara ini akan menjadi kawah candradimuka kader-kader muda bulan bintang , bekajar berpolitik di dalam negara ini , belajar tntang politik , berlajar bersyariah ( sebagai pilot project ) dan berlajar tentang syariah, bergerak di dlam segala bidang , kita beli lahan NKRI untuk dijadikan basis dan perkampungan kader bulan bintang , kita bergerak di dalam bidang ekonomi untuk memakmurkan muslim , terutama kader bulan bintang dan rakyat bulan bintang , yahhh pokoknya kita mirip-miripin deh.

Badrut Tamam Gaffas *

Uraian diatas adalah sebuah Gagasan yang sungguh Brilliant
semoga kita mulai bisa menata diri, mengelola potensi untuk bisa menuju kearah sana….

Silahkan yang saudaraku yang lain menanggapi…Lanjoet…

*Adi Setiawan

Assalamu’alaikum Wr Wb
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin
Meski hasil quick count tidak sebesar yang kita harapkan, namun perasaan optimis jangan sampai hilang.
Karena hasil perhitungan sesungguhnya belum selesai.
Mari bersama, seluruh kader Partai Bulan Bintang, untuk tetap menjaga proses penghitungan suara, di kelurahan, di kecamatan, kota/kabupaten masing-masing, jangan sampai ada 1 (satu) suara pun milik kita Partai Bulan Bintang yang hilang, karena 1 (suara) sangat menentukan masa depan perjuangan kita bersama, demi terwujudnya penegakan syariat Islam di negeri ini.
Allahu’akbar

*boedytea

Benahi partai dari pusat sampai anak ranting, lakukan pengkaderan dgn sungguh-sungguh sehingga dpt mendakwahkan kpd masyarakat tentang syari’at Islam krn msh bnyk umat Islam belum faham apa syari’ah itu sehingga ketika dsodorkan mengenai penerapan syari’at Islam mereka trkesan takut atau malah ‘balik badan’. Mdh2n dpt dibaca kondisi ini oleh pimpinan partai

*Kasman

Assalamualikum Wr. Wb.

Saya setuju dengan Pendapat Bpk Buditea, bahwa PBB tidak bisa besar karena tidak mengakar dan tidak punya infra struktur yang solid. Terus terang pada masa sosialisasi dan kampanye dari semua caleg PBB yang saya kenal selalu mengeluh tentang ketiadaan infra struktur PBB di tingkat PAC dan Ranting, sering terjadi caleg memulai lagi  dari nol membentuk PAC dan ranting dengan biaya pribadi. Jika kita memang ingin membesarkan PBB tentunya kita harus punya infra struktur yang solid,sehingga kita bisa melatih kader-kader militan. Membentuk insfra struktur tentunya juga harus ada dukungan moril dan materil dari DPP dan donatur PBB. Saya juga dapat informasi bahwa DPP dan donatur PBB menurunkan dana untuk pemenangan pemilu 2009, tetapi mungkin dananya salah sasaran…Wallahu alam.

Partai Bulan Bintang Insyaallah mampu melampaui Parliamentary Threshold atau ambang batas parlemen 2,5 persen

[Bismillahirrahmanirrahiim - Bulan Bintang Media]

Contreng mencontreng telah usai dan Hasil Quick Count yang dirilis oleh berbagai lembaga survey telahpun menampak sebagaimana gambaran grafik diatas. Perolehan total prosentase suara versi quick count menempatkan Partai Bulan Bintang di urutan ke-10, bagaimana kita menyikapi hasil quick count ini ?!?!

Quick Count selain punya margin error juga dibuat dengan catatan khusus dalam hal ini perhitungan dilakukan terhadap tingkat keterpilihan calon legislatif DPR RI, hasil yang terlihat adalah prosentase dalam jumlah suara sementara patokan untuk Parlementary Treshold 2,5 persen ditentukan dengan mekanisme yang berbeda yakni menggunakan prosentase raihan kursi DPR RI.

Jadi dalam hal ini prosentase perolehan suara PBB tidak otomatis sebanding dengan prosentase kursi yang diraih, Partai Bulan Bintang dengan sebaran yang relatif merata di luar jawa dan unggul dibeberapa daerah basis seperti di sejumlah kabupaten/kota di Propinsi Jawa Barat, Banten, Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Propinsi Bangka Belitung, NTB dll Insyaallah akan memenangkan kursi DPR RI dengan prosentase yang lebih besar melampaui prosentase perolehan suara versi quick count.

Jadi dengan kondisi semacam ini dengan kuat bisa diprediksikan PBB akan menjadi salah satu Partai Politik yang akan lolos ambang batas parlemen 2,5 %…Insyaallah

Bagaimana Menurut Saudaraku Semuanya ?!?!

Posting oleh Badrut Tamam Gaffas

Info Terkait bisa diikuti di Forum Laskar Hijau Partai Bulan Bintang

YUSMAN, Caleg Partai Bulan Bintang DPRD Lampung Barat, Lawan Gurita Kapitalisme dengan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

yusman_caleg_partaibulanbintang_lampung

[Bismillahirrahmanirrahiim - Bulan Bintang Media]

Perjuangan Syariah adalah perjuangan semesta yang lantang disuarakan oleh Partai Bulan Bintang untuk terus berkhidmat dan bermanfaat bagi Rakyat. Perjuangan di lapangan ekonomi juga menjadi fokus pergerakan kader-kader Partai Bulan Bintang di tengah masyarakat untuk senantiasa itiqomah dalam ikhtiar memupuskan gurita kapitalisme yang membelenggu bangsa dan masyarakat kita.

YUSMAN adalah salah satu kader Partai Bulan Bintang yang aktif di dalam kemasyarakatan utamanya di bidang pemberdayaan ekonomi yang salah satu programnya  yang nyata adalah pengembangan perikanan air tawar yang berkelanjutan, beliau juga berhasil menggulirkan dana buat kelompok binaannya. Meski sekilas namun gambaran diatas adalah sebuah potret kader partai yang secara nyata ingin berbuat bagi kemajuan kaumnya…Insyaallah

Bang Yusman dimajukan oleh Partai Bulan Bintang sebagai Caleg DPRD Kabupaten Lampung Barat untuk Daerah Pemilihan 5, melalui media ini saya menghimbau kepada pembaca sekalian yang kebetulan memiliki keluarga, kerabat, saudara, sahabat dan teman yang berdomisili di Propinsi Lampung khususnya Daerah Pemilihan 5 Kabupaten Lampung Barat (Kec Sumber jaya, Way Tenong dan Gedung Surian) untuk mereferensikan Partai Bulan Bintang (Nomor 27) dan merekomendasikan Bang YUSMAN sebagai jembatan perjuangan politik pada 9 April 2009 mendatang.

Insyaallah Perjuangan ini membawa manfaat yang nyata…Amin Ya Rabbal Alamin

(Posting oleh Ela Laila dan Badrut Tamam Gaffas)

Tulisan ini Juga di Posting di Forum Laskar Hijau

Partai Bulan Bintang Sikapi Positif Gagasan Koalisi Poros Tengah Jilid 2

[Bulan Bintang Media - Lumajang] Ketua Fraksi Partai Bulan Bintang (PBB), Bang Hamdan Zoelva menilai wacana koalisi poros tengah partai politik Islam bertujuan untuk membangun demokratisasi di Indonesia.

hamdanzoelva-bulan-bintang-media

“Apa yang disampaikan Pak Din Syamsuddin layak untuk dipikirkan dan dibicarakan antar parpol berbasis Islam,” ucapnya Minggu (14/12/2008).

Menurutnya ke depan sistem politik di Indonesia membutuhkan perimbangan antara dua kelompok. “Antara nasionalis-Islam dan nasionalis-sekuler untuk membangun demokrasi yang lebih baik,” katanya, Hal ini dilakukan untuk membangun stabilitas politik. “Koalisi parpol Islam itu baik untuk dikembangkan. Tidak semata-mata untuk Pemilu 2009 tetapi untuk membangun kondisi politik yang lebih baik ke depan,” harapnya.

Basis partai politik yang ada saat ini sambung Bang Hamdan tidak jelas. “Basis politik yang ideal harus ada perbedaan karakteristik atau ciri dan perbedaan prinsip. Inilah yang harus dibangun ke depan,” pungkasnya Baginya poros tengah parpol islam ini tidak perlu dikhawatirkan menjadi sebuah dikotomi antara Islam dan nasionalis. “Kita kan sudah dewasa jadi sudah biasa dengan perbedaan-perbedaan. Justru dalam politik perbedaan nuansa sangat penting. Jadi rakyat bebas untuk memilih yang mana,” pungkasnya.

Namun, menurutnya koalisi parpol islam tersebut harus didasarkan pada kesamaan tujuan, yakni untuk mensejahterahkan rakyat. Kendati demikian, Bang Hamdan Zoelva mengaku secara internal Partai Bulan Bintang tengah mendiskusikan secara intensif wacana koalisi tersebut.

Posting Oleh : Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media

Sumber : http://www.okezone.com

SYAIFUL, CALEG DPRD PARTAI BULAN BINTANG DAPIL PEKANBARU 2, MENSINERGIKAN ANTARA PENDIDIKAN, DAKWAH DAN PERJUANGAN POLITIK

Bismillahirrahmanirrahiim

banner-caleg-dprd-syaiful-partai-bulan-bintang-dapil-pekanbaru-2

[Bulan Bintang Media – Lumajang] Dakwah dan pendidikan adalah dua pilar pembangunan yang akan terus berkembang dinamis sebagai mata rantai utama dalam meningkatkan kualitas generasi muda agar mampu berperan dan mewarnai zamannya.

Bang SYAIFUL ABDULLAH adalah seorang pendidik yang bertekad berjuang dan berdakwah melalui jalur politik, Baginya sosok Buya Mohammad Natsir adalah sebuah teladan yang jarang. Pak Natsir pernah mengabaikan beasiswa studi ke rotterdam sesuai harapan sang ayah karena hatinya lebih terpaut pada dakwah dan pendidikan. Beliau Memilih bergabung dengan gurunya A Hassan di Bandung dan mengembangkan pendidikan berbasis dakwah. Pendek kata Pak Natsir tetaplah seorang pendidik dan pendakwah yang senantiasa menjadi pemandu ummat yang total berjuang hingga akhir hayat.

Saat ini Bang SYAIFUL aktif mengajar di SMP Nurul Falah Pekanbaru, Sebagai Pendidik beliau bercita-cita memupuskan anggapan bahwa pendidikan hanya akan menciptakan tunas tunas muda bangsa yang berdiri di atas menara gading, beliau meniatkan diri, berkhidmat demi memajukan pendidikan yang mencerdaskan sekaligus mencerahkan.

Secara obyektif Bang SYAIFUL sangat layak untuk di dukung serta meraih kepercayaan sebagai Anggota DPRD Pekanbaru untuk periode (2009-2014). Bang SYAIFUL berjuang melalui Partai Bulan Bintang dengan Nomor Urut 1 untuk daerah pemilihan (Dapil) Pekanbaru 2.

Melalui tulisan ini saya menghimbau kepada pembaca sekalian yang kebetulan memiliki keluarga, kerabat, saudara, sahabat dan teman yang berdomisili di Pekanbaru khususnya daerah pemilihan Pekanbaru 2 (Rumbai dan Rumbai Pesisir) dan sekitarnya untuk mereferensikan Partai Bulan Bintang (Nomor 27) dan merekomendasikan Bang SYAIFUL sebagai jembatan perjuangan politik pada 9 April 2009 mendatang.

banner2-caleg-dprd-syaiful-partai-bulan-bintang-dapil-pekanbaru-2

Bagaimana menurut Anda ?!?!…

Bagi saudaraku yang ingin bersilaturrahim dengan Bang Syaiful Bisa kontak di:

http://syaiful-pbb.blogspot.com

Alamat : Jl. Yos Sudarso No. 660 Pekanbaru Riau

HP: 0811760276

(Ditulis oleh Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media)

Datuk Sinaro Panjang Dr. Mohammad Natsir, Pahlawan Pemersatu Nusantara

Bismillahirrahmanirrahiim

pahlawan-nasional-datuk-sinaro-panjang-dr-muhammad-natsir

Apa jadinya negeri ini jikalau Pak Natsir tidak mengambil langkah tepat dan brilliant lewat sebuah mosi integralnya ? Indonesia yang kala itu terpecah belah dan menjadi boneka belanda, bisa jadi saat ini masih akan menyandang status boneka belanda. Alhamdulillah pada akhirnya Allah SWT menunjukkan sebuah jalan persatuan melalui perjuangan gigih Dr. Mohammad Natsir hingga terwujudlah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pemberian gelar itu diharapkan akan mampu menjernihkan pandangan sejarah yang telah menstigmatisasi Natsir sebagai pemberontak.

Mosi Integral, dengan tokoh kuncinya Mohammad Natsir diakui oleh berbagai kalangan pemerhati politik dari dalam dan luar negeri sebagai prestasi paling gemilang dan monumental yang pernah dicapai oleh Parlemen Indonesia. Sayangnya dalam perjalanannya prestasi parlemen yang begitu tinggi nilainya itu bagai dilupakan sejarah. Sedangkan tokoh kuncinya Natsir, bagai hilang dari catatan sejarah Republik Indonesia.


Mosi integral sebuah keharusan sejarah
Mosi ini tidak lahir begitu saja. Terjadinya perdebatan di Parlemen Sementara Republik Indonesia Serikat (RIS) adalah merupakan titik kulminasi aspirasi masyarakat Indonesia yang kecewa terhadap hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) yang berlangsung di Den Haag, Belanda, 23 Agustus-2 November 1949. Pihak yang termasuk menolak hasil KMB adalah Natsir yang waktu itu Menteri Penerangan (Menpen) dan Menteri Luar Negeri Haji Agus Salim. Natsir menolak jabatan Menpen dan memilih berkonsentrasi memimpin Fraksi Masyumi di DPR-RIS. Salah satu alasan Natsir menolak jabatan itu adalah karena ia tak setuju Irian Barat tak dimasukkan ke dalam RIS.


Perdana Menteri (PM) RIS Mohammad Hatta menugaskan Natsir dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX melakukan lobi untuk menyelesaikan berbagai krisis di daerah. Pengalaman keliling daerah menambah jaringan Natsir. Selain itu, kecakapannya berunding dengan para pemimpin fraksi di Parlemen RIS, seperti IJ Kasimo dari Fraksi Partai Katolik dan AM Tambunan dari Partai Kristen, telah mendorong Natsir ke satu kesimpulan, negara-negara bagian itu mau membubarkan diri untuk bersatu dengan Yogya (maksudnya RI) asal jangan disuruh bubar sendiri.

Lobi Natsir ke pimpinan fraksi di Parlemen Sementara RIS dan pendekatannya ke daerah- daerah lalu ia formulasikan dalam dua kata ”Mosi Integral” dan disampaikan ke Parlemen 3 April 1950. Mosi diterima baik oleh pemerintah dan PM Mohammad Hatta menegaskan akan menggunakan mosi integral sebagai pedoman dalam memecahkan persoalan.

Mosi integral ini merupakan pijakan sejarah yang mahal dalam membangun kesatuan nasional Indonesia hingga kini.


Pak Natsir dan Gelar Pahlawan Nasional

Sesungguhnya dengan gelar atau tanpa gelar pahlawan pak Natsir tetaplah seorang Pahlawan Besar di hati ummat dan di tengah bangsa ini. Lebih dari itu pak natsir telah diakui oleh dunia internasional sebagai salah satu Pemimpin Islam terkemuka yang pernah dilahirkan oleh sejarah.

Keluarga Besar Bulan Bintang telah sejak lama memperjuangkan agar Pak Natsir diangkat sebagai pahlawan nasional namun meski terkesan terlambat pemberian gelar pahlawan pada tanggal 7 Nopember 2008 kemarin adalah sebuah momen penting yang seharusnya kita syukuri. Pak Natsir ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional bersama dengan Tokoh Sentral Pertempuran 10 Nopember Surabaya Bung Tomo dan Tokoh Persatuan Umat Islam (PUI) KH Abdul Halim.

DPP Partai Bulan Bintang menggelar Tasyakuran khusus terkait pemberian gelar pahlawan nasional bagi Natsir, di Jakarta, Jumat kemarin.

Ketua Dewan Syuro Yusril Ihza Mahendra mengaku bangga dan bersyukur. Stigma negatif dalam sejarah Indonesia atas Natsir, menurutnya, sangat tidak beralasan. Mengingat pembentuk kabinet pertama RI ini merupakan sosok yang sangat banyak memberikan kontribusi dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Pak Natsir dengan gagasan ‘politik bebas aktif’, telah menjadi pedoman bagi Indonesia dalam menjalankan kebijakan politik luar negerinya dan berkat jasa beliaulah Indonesia berhasil kembali ke pangkuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Almarhum merupakan sosok yang sudah lama menjadi panutan Partai Bulan Bintang. Nilai-nilai serta ajarannya menjadi inspirasi bagi kami dalam membangun bangsa ini,” ujarnya.

Stigmatisasi Sejarah Vs. Pelurusan Sejarah

Terkait stigmatisasi sejarah bahwa PRRI adalah sebuah kudeta dan pemberontakan Ketua Majelis Syuro itu menegaskan : “Mana mungkin seorang Natsir jadi pemberontak? Dia orang yang santun, bahkan hidupnya sangat bersahaja,” tegas Yusril.

“PRRI bukanlah pemberontakan, tapi hanya sebuah peristiwa politik dan masih dalam konteks NKRI. Sebagai oposisi terhadap penolakannya atas pembentukan Kabinet Djuanda yang dianggap inkonstitusional,”. Perjuangan Pak Natsir dan PRRI justru belakangan menjadi inspirasi yang diimplementasikan dalam bentuk otonomi daerah.

Bang Yusril juga menambahkan, sosok Pak Natsir sangat membekas pada dirinya, karena ia pernah berguru kepadanya. “Beliau itu orangnya santun, ramah, hidupnya pun sangat bersahaja. Maka beliau bisa dijadikan suri tauladan buat bangsa ini,” imbuhnya.

Sejarawan Anhar Gonggong mengatakan, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Perdana Menteri di era 50an Mohammad Natsir membuka ruang untuk menilai sejarah Indonesia.

“Bagi saya yang sekarang ini dilakukan pemerintah adalah justru membuka ruang untuk menilai kembali sejarah itu sendiri, itu yang penting,” kata Anhar di Istana Negara Jakarta, seusai menghadiri upacara penyerahan gelar pahlawan nasional kepada Natsir.

Namun, menurut Anhar, ada kesalahan sejumlah pihak dalam melihat sosok Natsir. “Kesalahan itu pertama seakan-akan ia anti Pancasila. Tidak, dia justru pernah menerangkan Pancasila dengan bagus di Pakistan sebagai dasar negara,” ujarnya.

Menurut Anhar, Natsir tidak melawan NKRI, perselisihan yang terjadi adalah akibat pertentangan politik. “Dia tidak menentang RI, jangan menyamakan antara pemerintah dan negara, itu dua hal yang berbeda. Natsir justru ingin menegakkan sesuatu yang menurut dia ukurannya lebih baik dari apa yg dilakukan pemerintah,” katanya.

Anhar mengatakan bahwa Natsir tidak mendirikan negara Islam namun mendirikan negara atas dasar syariah Islam kalau itu dikehendaki secara mayoritas, tapi kalau mayoritas tidak mengkehendaki dia juga tidak mau.


Momen Kebangkitan Pergerakan Islam.

Anugerah Pahlawan Nasional telah disandang oleh Sang Datuk Sinaro Panjang, Dr. Mohammad Natsir, semoga menjadi titik balik bagi upaya pelurusan sejarah dimasa- masa sekarang dan masa yang akan datang.

Lebih dari itu inilah momen penting yang diharapkan bisa menjadi penggelora kebangkitan pergerakan Islam demi kejayaan nusa, bangsa dan agama…Wallahu A’lam

(Ditulis oleh Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media)

Tulisan Lainnya yang terkait bisa diakses pada link berikut ini :

Jelang Seabad Pak Natsir Pahlawan di Hati Ummat

Partai Bulan Bintang Mencalonkan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH sebagai RI-1

Perayaan Milad ke-10 Partai Bulan Bintang tidak hanya disemarakkan dengan Pawai Sepeda “Green Convoy” dan Deklarasi Penggabungan Partai di Gelora Bung Karno Minggu kemarin (13/7), PBB juga menyelenggarakan beberapa kegiatan seperti Peringatan Seabad Dr. Muhammad Natsir dan Mukernas IV PBB di Hotel Grand Cempaka, Jl Letjen Suprapto, Jakarta Pusat.


Mukernas IV PBB menghasilkan beberapa keputusan strategis terkait masa depan Partai, salah satunya adalah penetapan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH sebagai Calon Presiden yang akan di perjuangkan dalam Pemilu 2009 mendatang.

Sosok Yusril Ihza Mahendra sebenarnya pernah maju sebagai calon presiden termuda pada Sidang Istimewa MPR tahun 1999 bersama dengan Gus Dur dan Megawati namun beliau memilih mundur dan mengalihkan dukungan kepada Gus Dur yang akhirnya terpilih sebagai Presiden NU pertama. Memori manis 10 tahun yang lalu masih belum terhapus dalam ingatan kita dan saat ini Bang Yusril telah Siap untuk kembali berkompetisi untuk memperjuangkan amanat rakyat Indonesia.

Terkait Pencalonannya Bang Yusril menyatakan :

“Saya sangat prihatin dengan persoalan yang dihadapi bangsa ini. Insyaallah saya mempunyai kemampuan untuk memecahkan persoalan-persoalan itu. Alhamdulillah saya sehat wal afiat. Saya masih muda, sehingga mampu untuk bekerja full time, Karena tidak mungkin kita menyerahkan persoalan-persoalan bangsa ini pada orang yang tidak mampu bekerja secara full time, baik fisik maupun psikis”.

Bang Yusril mengatakan, seandainya terpilih menjadi presiden, dia akan fokus untuk memecahkan masalah ekonomi. Sebab, lanjutnya, ekonomi adalah jantung kehidupan suatu negara.
“Kuatnya ekonomi, kuatnya negara. Lemahnya ekonomi lemahnya negara. Tentu tanpa mengabaikan hal-hal lain yang jadi prioritas bagi kita, seperti untuk menegakkan hukum dan menegakkan keadilan,”

Pencalonan Bang Yusril disertai sebuah konsekuensi untuk membesarkan Partai sebagai pendorong dengan memperbanyak intensitas sosialisasi, konsolidasi dan Road Show yang selama ini telah dilakukan.

Selamat Milad ke-10 Partaiku, Kini Layar telahpun terkembang, perjuangan PBB adalah perjuangan semesta untuk membawa perbaikan bagi ummat, bangsa dan negara, jadi dengan mengucap bismillah mari kita dukung cita-cita untuk memperjuangkan masa depan Ummat Islam Gemilang.

(Ditulis oleh Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.