YANG MENGGELEMBUNG DAN YANG PECAH

bulanbintang2.jpg


2009 masih lama namun seolah semua tidak ingin kehilangan momentum, semua berlomba – lomba memasang kuda – kuda untuk bisa melaju tak terbendung pada saatnya. Ada yang benar – benar membentuk wadah partai baru, ada yang memperbaharui partai lama dengan wajah baru dan adapula yang serius menguatkan kedudukannya agar kedepan nanti tidak tergoyahkan.

Partai Islam di Persimpangan

Mengamati geliat Partai Islam kita dibuat bertanya – tanya, sebagai representasi Ummat Islam yang mayoritas ternyata Partai Islam belum mampu menunjukkan kebesarannya. Dalam dua kali Pemilu raihan suara yang didapatkan masih jauh tertinggal dari pesaing – pesaingnya yang berideologi nasional.

Kecenderungan ini memunculkan rumors bahwa Ideologi Islam dan platform agamis kurang Populis untuk dibawa dalam wilayah politik terlebih mengingat potensinya yang lebih rentan terhadap hantaman isu SARA dibandingkan dengan partai yang memilih beraliran nasional.

Kenyataan dimasa lalu ternyata justru berlaku sebaliknya, Partai Islam yang direpresentasikan oleh Masyumi begitu kuat dan mendominasi panggung perpolitikan di negeri ini pada dekade 50-an. Kalaupun Masyumi akhirnya kandas itu lantaran konspirasi politik orde lama yang mengusung nasakom dan menjadikan masyumi tergusur secara politis sebagai the common enemy, masyumipun terpinggirkan sebagai kekuatan oposan sebelum akhirnya memilih jalannya sendiri yakni membubarkan diri.

Belenggu itu bernama Democrazy
Ada sebuah benang merah dari fenomena melemahnya bargaining position ummat Islam secara politik. Pasca runtuhnya Masyumi sebagai representasi ummat Islam dan representasi golongan oposisi pada zamannya maka ummat Islam mengalami saluran yang tersumbat, aspirasi – aspirasi politik mengalami kebuntuan, tidak lagi dapat disuarakan secara lantang dan vokal. Demokrasi tanpa kekuatan penyeimbang (oposisi) makin menunjukkan gejala perubahan bentuk menjadi democrazy.

Selanjutnya secara garis besar kekuatan Islam “terus meluruh” dalam Kancah Perpolitikan Negeri ini karena berada dalam cengkeraman rezim penguasa dengan dogma asas tunggalnya yang teramat kuat. Terbelenggu dalam hegemoni semacam ini lantas berkembanglah Jargon – Jargon seperti yang kita kenal sekarang yaitu Islam Yes Politik No.

Jadilah, Politik Islam Di-aborsi selama 4 dekade dan untuk membangkitkannya kembali dari tidur panjang tidaklah mudah terlebih banyak diantara Politikus – Politikus yang di masa lalu berlatar belakang pergerakan Islam merasa lebih leluasa memendam idealismenya, mereka seolah menari – nari mengikuti tabuhan genderang kekuasaan.

Keyakinan yang terkoyak
Di masa reformasi ini Meski kebebasan mulai dapat dirasakan namun tetap saja keyakinan masyarakat kepada saluran politik belum sepenuhnya pulih, Ketika masyarakat harus memilih kebanyakan mereka lebih cenderung mengambil jalan tengah, enggan condong ke kanan yakni kepada aliran politik bernafaskan agama, tidak pula condong kepada paham sosialisme dan komunisme yang kekiri – kirian.

Fenomena ini perlu dicermati oleh Partai yang sejak awal secara khusus dan fokus memang membidik ummat Islam sebagai konstituennya seperti halnya Partai Bulan Bintang atau Partai Bintang Bulan, Perubahan minat dan orientasi masyarakat dalam menyalurkan aspirasi politiknya masih sangat terbuka, oleh karenanya eksistensi Partai bersegmen massa Islam perlu makin dikibarkan, suara – suara lantang dan vokal membawa aspirasi ummat harus didengung – dengungkan atas dasar berani karena benar, atas dasar amanat cita – cita untuk mempersembahkan yang terbaik bagi ummat dan bangsa, atas dasar memperjuangkan kompensasi yang adil bagi ummat yang merupakan bagian terbesar di negeri ini.

Islam Yes Politik Yes
Kebhinekaan masyarakat kita tidak memungkinkan untuk diwadahi dalam satu wadah dan satu ideologi saja karenanya penolakan dan nada – nada sumbang atas berdirinya partai – partai berideologikan agama merupakan pengingkaran atas fakta kemajemukan bangsa ini. Sedikitnya tabulasi angka yang sementara ini diraih oleh partai – partai berideologikan agama samasekali bukan merupakan dalil pembenar yang kuat untuk membekukannya

Kembalinya kesadaran berpolitik ummat Islam seraya mengusung jargon Islam Yes Politik Yes merupakan pertanda positif bagi pembentukan demokrasi yang lebih berkeadilan di negeri ini.
Yang tak kalah penting bahwa dalam menjalankan amanat kekuasaan, integritas moral menjadi faktor yang menentukan dan karenanya jiwa beragama harus senantiasa hadir dan dihadirkan dalam setiap putaran roda – roda kekuasaan.

Yang Menggelembung dan Yang Pecah
Dalam dinamika berpartai, ada partai yang mampu menjaga konsistensi idealismenya sehingga banyak diminati dan meraih dukungan yang meluas, ada partai yang larut dalam tarikan – tarikan konflik internal sehingga tak lagi mampu mempertahankan kebesarannya, ada partai yang sedang beranjak menaik popularitasnya sedikit demi sedikit namun ada pula yang menggelembung dengan cepatnya mementahkan anggapan serta mematahkan perkiraan banyak orang dan pengamat.

Ada kalanya sebuah partai yang di masa sekarang kekuatannya bagai tak tergoyahkan namun suatu saat nanti justru menjadi pecah dan tak lagi berdaya.
Ada juga saatnya dimana partai yang di masa sekarang tengah terpuruk, berulang kali jatuh bangun dan sama sekali tak diperhitungkan kekuatannya namun bisa jadi pada saatnya nanti justru bisa menggelembung, menjadi besar dan berjaya.

Roda Politik dan Peta kekuasaan akan senantiasa bergerak dan berubah, Fenomena “Yang menggelembung dan Yang Pecah” adalah sebuah dinamika yang semestinya bisa kita sikapi secara cermat dan bijaksana.

(Ditulis oleh : Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media)

9 Formula Pergerakan Keluarga Besar Bulan Bintang

bulanbintang1.jpg

Apakah Anda Sependapat dengan beberapa hal di bawah ini ?
9 Formula Kebangkitan Bangsa, disarikan dari sikap, pandangan serta prinsip perjuangan dan pergerakan keluarga besar bulan bintang dari masa ke masa.

  1. Anti Kultus Individu
    menuju supremasi demokrasi yang adil dan bermartabat.
  2. Anti Disintegrasi Bangsa
    memperjuangkan tetap tegaknya keutuhan kedaulatan NKRI.
  3. Anti Komunisme dan neo Komunisme
    menjaga keutuhan jatidiri bangsa.
  4. Anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme
    menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
  5. Anti Monopoli Ekonomi
    menuju pemerataan ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat.
  6. Anti Premanisme Hukum dan Mafia Peradilan
    menjunjung tegaknya hukum dengan setegak – tegaknya.
  7. Anti Pemurtadan dengan segala bentuknya
    menjunjung setinggi-tingginya kebebasan beragama dan berkeyakinan.
  8. Anti Miras, Narkoba dan Psiko Tropika
    mengedepankan peran agama sebagai benteng moral bagi generasi anak bangsa.
  9. Anti Komersialiasi Pendidikan
    mendorong pendidikan murah dan berkualitas yang berpihak pada masyarakat.

9 Formula ini bisa menjadi inspirasi bagi lahirnya kembali semangat kebangkitan bangsa yang digambarkan sebagai BALDATUN THOYYIBATUN WA ROBBUN GHOFUR, Negeri yang Adil, Makmur, Sentosa dan mendapat pengampunan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Anda Setuju ?

Refleksi dari 9 Formula itu kini menemukan muaranya yakni perjuangan Partai Bulan Bintang atau Partai Bulan Bintang dalam rangka mewujudkan cita – cita besar ummat yakni membangun Indonesia Masa Depan Dengan Syariah…

 (Ditulis Oleh : Badrut Tamam Gaffas Untuk Bulan Bintang Media)