MIMPI YANG MEMANGGIL UNTUK MENJADI THE NEXT MASYUMI(BAGIAN 1)

Gerbang Kemerdekaan Indonesia pada akhirnya terbuka juga atas berkat Rahmat Allah SWT sebagai klimaks dan titik puncak (kulminasi) perjuangan setelah bangsa dan anak bangsa ini mengalami fase – fase panjang mempertaruhkan jiwa raga demi satu kata MERDEKA. Jadi tidaklah benar jika kemerdekaan ini merupakan hadiah dari jepang, yang benar propaganda jepang sebagai pemimpin asia dan saudara tua disertai pula dengan janji me-merdekakan bangsa asia termasuk Indonesia dari penjajahan bangsa eropa dan sekutunya.

 

Sementara para pemimpin pergerakan termasuk diantaranya Kyai Haji Mas Mansur yang tergabung dalam empat serangkai bersama dengan Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta dan Ki Hajar Dewantoro secara terus menerus mengobarkan semangat perlawanan rakyat untuk perjuangan kemerdekaan dengan membentuk PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat), perlawanan yang gigih ditunjukkan oleh laskar – laskar hizbullah dan laskar – laskar pembela tanah air, juga serangkaian jalan panjang diplomasi akhirnya berbuah manis dengan berdirinya milisi peta (cikal bakal TNI), berdirinya satu wadah kekuatan ummat Islam MASJUMI (cikal bakal Partai MASJUMI) dan lahirnya badan – badan lain yang dibentuk sebagai upaya untuk mempersiapkan Indonesia Merdeka (BPUPKI dan PPKI).

 

peta-dan-bulan-bintang.jpg

 

Bukti besarnya peran ummat Islam dalam membidani kemerdekaan terlihat jelas dari bendera tentara PETA yang juga mencantumkan lambang bulan dan bintang yang banyak diasumsikan sebagai simbol perjuangan ummat Islam.

 

Bulan Bintang sebagai simbol perjuangan

Lambang bulan bintang dalam masyarakat Islam pada umumnya mengesankan sebagai simbol Islam meskipun tidak bisa diingkari bahwa tidak menutup kemungkinan adanya tafsir yang berbeda terhadap simbol dan lambang bulan bintang tersebut. Simbol bulan bintang di masa lalu pernah digunakan sebagai tanda gambar Sarekat Islam sebagai cikal bakal Pergerakan Islam dan pernah pula digunakan sebagai tanda gambar Partai Masyumi yang merupakan cikal bakal Pergerakan Islam Modern.

 

Di era kembalinya kebebasan berpartai politik pasca reformasi tahun 1998, terdapat setidaknya 48 partai politik sebagai kontestan pada pemilu 1999 dan 4 diantaranya menggunakan simbol bulan bintang diantaranya Partai Bulan Bintang pimpinan Prof Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., Partai Ummat Islam yang dipimpin oleh Prof Deliar Nur dan Prof Harun Al Rasyid, Partai Masyumi Baru yang diketuai oleh Bung Ridwan Saidi (politisi senior PPP) dan Partai Persatuan Islam Masyumi yang didirikan oleh Abdullah Hehamahua (mantan ketua PB HMI).
Terlepas dari proses pendirian dan seberapa besar tingkat adopsi terhadap ide besar Islamic Modernization yang pernah sukses diperankan Partai Masyumi, realitas politik menunjukkan bahwa diantara empat partai penerus Masyumi, Partai Bulan Bintang mampu menampilkan diri sebagai partai yang paling ideal dan representatif dengan raihan suara yang menembus ET dan menduduki peringkat ke-6 diantara 48 kontestan.

 

Penggunaan simbol bulan bintang sesungguhnya merupakan bukti terpeliharanya kesinambungan perjuangan ummat Islam sejak berabad – abad lampau, bagi PBB seperti diuraikan oleh Bang Yusril dalam buku berjudul yang diterbitkan oleh Global Publika, penggunaan simbol bulan bintang juga dimaksudkan :

 

Agar kita dengan segera bisa memanggil jamaah kita sehingga kita tidak sulit mensosialisasikan partai baru ini ke tengah – tengah masyarakat. Ini karena tidak semua masyarakat kita berpendidikan tinggi.

Bagi masyarakat kita, simbol menjadi hal yang penting, karena itu kami memutuskan menggunakan simbol bulan bintang dan kita namakan dengan Partai Bulan Bintang.
(“membangun Indonesia yang demokratis dan berkeadilan” hal 33-34)

 

Penulis mendapati sejumlah fakta mengenai penggunaan simbol bulan bintang ini, pada pemilu 1999 di sejumlah wilayah seperti di beberapa kawasan di lereng semeru terdapat para pemilih yang mencoblos tanda gambar bernomor 21 yakni logo bulan bintang berwarna putih diatas dasar hitam sebagaimana tanda gambar Masyumi, bahkan ada dibeberapa TPS yang jumlahnya lumayan besar, sayangnya suara – suara tersebut hangus lantaran kepengurusan Partai bernomor 21 tersebut samasekali belum sampai ke kabupaten tersebut. Fakta ini Menarik untuk dicermati karena disamping nomor urut 21 adalah PBB dengan nomor urut 22 sementara sosialisasi partai yang relatif singkat ditambah keterbatasan akses informasi dan media menjadikan masyarakat khususnya generasi tua lebih cenderung memilih atas dasar selera yang masih kuat dipengaruhi oleh nostalgia masyumi yang memang legendaris itu.

 

Partai Bulan Bintang, sebagaimana dikatakan Pak Anwar Harjono, adalah partai yang diharapkan dipimpin oleh kaum muda, di-support oleh kaum muda, dan direstui oleh kaum tua di tengah – tengah masyarakat ini.
Keberadaannya sangat diharapkan oleh keluarga besar bulan bintang untuk bisa mewujudkan kembali wajah politik yang sejuk dan bermanfaat bagi rakyat serta diharapkan mampu tampil sebagai kekuatan yang diharapkan bisa menjadi the next masyumi. (Bersambung)

(Penulis : Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media)

Satu Tanggapan

  1. As.Wr.Wb. Salut buat pak Badrut Tamam G, teruskan perjuangkan ya pak dan salam hormat kami buat keluarga dan kepada teman-teman seperjuangan. Wass (Irwan A. HSB, Sekretaris DPW PBB Prov. SUMUT)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: