Sujud Syukur dan Iringan Takbir Hantarkan Partai Bulan Bintang Menuju Kompetisi Demokrasi

 partai-bulan-bintang-dan-syariah-solution.jpg

Bismillahirrahmanirahim,

Bendera Perjuangan Syariah Kian Berkibar – kibar begitu hasil lobi antar Fraksi Pembahasan RUU Partai Politik kemarin (27/2) akhirnya menetapkan Partai Bulan Bintang sebagai Kontestan Pemilu 2009 dengan predikat freepas, nasib serupa juga dialami oleh beberapa partai yang memiliki wakil di DPR RI. Kontan Berita Lolosnya Partai Pejuang Syariah ini disambut Sujud Syukur serta iringan Takbir oleh Kader, simpatisan dan Keluarga Besar Bulan Bintang.

Alhamdulillah partai kami (Partai Bulan Bintang) bisa ikut pemilu lagi,” ujar Ali Mochtar Ngabalin, sekretaris Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (FBPD), di sela lobi di Hotel Santika tadi malam.

Keputusan untuk memberikan freepas yang terkesan terlambat banyak dipandang sebagai bentuk inkonsistensi dalam penerapan ET 3 %, sementara sebagian besar partai yang mendapatkan freepas justru telah banyak ditinggalkan oleh kader, pengurus maupun pendukungnya yang telah hengkang atau membubarkan diri lantaran partainya terlanjur dianggap tidak mempunyai masa depan lagi. Kubu Partai Bulan Bintang sejak awal memahami benar situasi ini sehingga sejak awal telahpun memperbarui PBB 1 (Partai Bulan Bintang) dan Membentuk PBB 2 (Partai Bintang Bulan) demi menjaga keberlanjutan pergerakan syariah yang diperjuangkan.

Partai Bintang Bulan sendiri yang secara matang di plot sebagai sekoci Penerus Perjuangan Partai Bulan Bintang atau yang biasa disebut sebagai PBB 2 secara sungguh – sungguh telah membekali diri menghadapi proses verifikasi, kemarin PBB pimpinan Bang Hamdan Zoelva telah mendaftarkan diri ke Departemen Hukum dan HAM, namun kepastian Lolosnya Partai Bulan Bintang pada Pukul 22.00 tadi malam tetap disambut dengan rasa syukur mengingat persiapan verifikasi dan konsolidasi partai yang telah dijalani selama ini justru akan menggandakan kekuatan PBB dan diharapkan bisa lebih menghidupkan lagi Perjuangan Syariah yang selama ini menunjukkan kecenderungan positif dengan diberlakukannya Perda – Perda Bernuasa Syariat Islam dalam berbagai tingkatan di sejumlah Kabupaten dan Propinsi.

Di Ibukota Jakarta dan beberapa daerah dimana Partai Islam menjadi Mayoritas dan menguasai parlemen justru perjuangan syariah terabaikan lantaran gerakan syariah bukan menjadi isu dan agenda utama, sementara Partai Bulan Bintang di sejumlah daerah dengan dorongan beberapa ormas seperti Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Komite Persiapan Penerapan Syariat Islam (KPPSI) dan Komponen Ummat Islam lainnya telah melakukan berbagai ikhtiar demi terciptanya Islam yang berkemajuan dan ber-sendi-kan syariah.

Syariah Award bagi pejuang – pejuang syariah makin meneguhkan perjuangan syariah di Bumi Nusantara, apalagi tujuannya jika bukan Islam Jaya dan Ummat Islam Mulia dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia tanpa mengabaikan Kewajiban untuk melindungi Hak Hak Kaum yang lemah dan kaum yang sedikit dalam hitungan jumlah. Tantangan yang dihadapi sekarang adalah menjaga eksistensi perjuangan syariah dan memenangkan hati masyarakat pemilih melalui berbagai kompetisi demokrasi yang harus dipersiapkan dengan sungguh – sungguh dengan menggerakkan segenap mesin – mesin partai dalam menghimpun potensi ummat seraya mengharap pertolongan dari Allah SWT. Amien…

Allahu Akbar …Allahu Akbar …Allahu Akbar

Maju terus dan Hidupkan Perjuangan Syariah

 

(Ditulis oleh : Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media)

Iklan

Fenomena Al Qur’an Digital, Fenomena Ayat – ayat Cinta diatas Cinta

al-quran-digital-dan-bulan-bintang-media.jpg
Dunia Digital yang berkembang pesat tidak selamanya negatif, buktinya Akhir – akhir ini Software Islami, Jurnal Islami, Buku – Buku bertema Islami, Cerita Fiksi dan Non Fiksi yang Islami dan Bahkan Kitab Suci Al Qur’an telah tersedia dalam versi digital baik dalam bentuk software khusus maupun dalam bentuk Buku Elektronik atau E-Book.
Khusus untuk Al Qur’an selain tersedia plug-in yang terintegrasi dengan Microsoft Word http://www.geocities.com/mtaufiq.rm/quran.html , tersedia pula website hamka online yang menampilkan secara khusus Tafsir Al Azhar yang bisa diakses di link / taut pada sisi kanan blog ini, juga telah tersedia E-Book Gratis Al Qur’an Digital persembahan anak bangsa, sebuah freeware yang sarat manfaat serta bebas untuk diakses / di download pada link berikut http://geocities.com/alquran_indo/index.htm

 

Beberapa kelebihan dan fasilitas software Al Quran Digital adalah mampu menampilkan ayat-ayat Al Quran dalam tulisan Arab dan terjemahan Indonesia, menampilkan catatan kaki dari Al Quran terjemahan Depag RI, menyediakan indeks menurut subyek, mampu melakukan pencarian kata dalam terjemahan, mampu membuat bookmark dari ayat yang dianggap penting, ayat dalam tulisan Arab dan terjemahan dapat dicopy paste ke program lain seperti Microsfot Word dan tidak memerlukan instalasi font atau program tambahan Freeware Al Qur’an Digital ini bisa kita nikmati berkat kerja kreatif dari Achmad Fahrudin (Dosen Institut Pertanian Bogor), Ari Widodo (Dosen Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung), Gatot H. Pramono (Staf di Badan Koordinasi Survey dan Pemetaaan Nasional, Cibinong), Mohammad Mukhlis Kamal (Dosen di Institut Pertanian Bogor), dan Poerbandono (Dosen di Institut Teknologi Bandung), sebuah kerja produktif yang InsyaAllah berbuah kebajikan dan menjadi ladang amal bagi para kreatornya.

 

Ayat – ayat Suci Al Qur’an baik yang Hardcopy maupun yang digital seharusnya lebih membangun jiwa dan lebih mempesona dibandingkan Ayat – ayat buatan manusia, sayangnya akhir – akhir ini kita justru tenggelam dalam fenomena ayat – ayat indah karya manusia sehingga sibuk luar biasa mencari link Download Gratis E-Book Ayat – Ayat Cinta dan melupakan sebuah keseimbangan untuk kembali kepada Ayat – Ayat Suci Al Qur’an yang sesungguhnya adalah CAHAYA DIATAS CAHAYA, CINTA DIATAS CINTA. Wallahu’alam.

 

(Sebuah Ajakan oleh Badrut Tamam Gaffas)

Semburan lumpur lapindo, perluasan dampak sosial dan penderitaan tak berujung

demo-lapindo-dan-bulan-bintang-media.jpg
Menyederhanakan kasus semburan lumpur Lapindo sebagai fenomena alam ternyata tidaklah sederhana, kinerja TP2LS DPR (Tim Pemantau Penanggulangan Lumpur Sidoarjo) mengurai kontroversi menyusul terungkapnya 8 Kejanggalan di balik Tragedi Semburan Lumpur Lapindo berdasarkan temuan Tim Pemantau Kasus Lapindo Komnas HAM yang diketuai oleh Syafruddin Ngulma Simeulue. Beberapa temuan keganjilan versi Komnas HAM adalah sebagai berikut :
  • Lokasi eksplorasi adalah kawasan budidaya, tidak sesuai dengan Rencana Tata ruang Wilayah (RTRW) Sidoarjo.
  • Tidak adanya upaya sungguh – sungguh untuk meminimalkan resiko sejak muncul semburan
  • Peraturan Presiden yang tertuang dalam Perpres Nomor 14 Tahun 2007 menghilangkan kewajiban Lapindo membayar ganti rugi dan sebaliknya memberkan hak untuk membeli tanah.
  • Proses Hukum Pidana yang diusulkan di SP3 sementara Proses Hukum Perdata di menangkan oleh Lapindo.
  • Pembiaran pipa gas pertamina yang berakibat ledakan yang merenggut 12 korban jiwa.
  • Beberapa desa terdampak belum mendapatkan ganti rugi.
  • Wacana Politik Penetapan bencana alam.
  • Mobilisasi ribuan tentara dengan senjata lengkap untuk pengamanan

lumpur-panas-lapindo-dan-bulan-bintang-media.jpg

Tragedi Semburan Lumpur Lapindo telah lama terjadi tepatnya sejak 29 Mei 2006 namun beragam versi fakta yang terungkap hingga saat ini belum menemukan satu muara, kondisi ini diperparah oleh belum satu suaranya wakil rakyat dan pembuat kebijakan dalam mengupayakan tindakan dan penanganan dampak sosial yang diakibatkan walhasil perluasan peta berdampak makin tak terkendali sehingga rakyat korban lumpur sidoarjo dipaksa untuk terperangkap dan diaduk –aduk dalam derita panjang tak berujung.

Lalu, …saya tak kuasa lagi membayangkan, bagaimana pula dengan anda ???

(Sepenggal Keprihatinan oleh Badrut Tamam Gaffas)

Tuan Guru Bajang , Demi Ishlahul Ummah melangkah di Jalur Perjuangan Syariah

tuan-guru-bajang-dan-bulan-bintang-media.jpg
Jabatan menteri agama pernah disandang oleh Tokoh Kita kali ini yang bernama lengkap TGKH Muhammad Zainul Majdi, MA. Koalisi Muda Parlemen Indonesia (KMPI) yang membentuk kabinet bayangan tentu tidak asal comot ketika memilih Tuan Guru Bajang sebagai menteri agama , dalam proses penyusunan Shadow Government KMPI melakukannya secara terukur melalui seleksi, kesediaan dan kecakapan. Secara obyektif ulama muda kharismatik yang juga anggota DPR RI asal Partai Bulan Bintang ini dinilai mampu menduduki pos penting itu.
Tuan Guru Bajang adalah penerus perjuangan Maulana Syaikh Zainuddin Abdul Madjid, pendiri Nahdlatul Wathan (NW) yang merupakan ormas Islam terbesar dan memiliki peran menentukan di Nusa Tenggara Barat. Semangat pergerakan yang mengalir dalam diri TGB mengingatkan kita kepada sosok Kiai Haji Mas Mansur, seorang ulama besar dan salah satu pejuang terbaik bangsa yang sesungguhnya juga pemrakarsa berdirinya Madrasah Nadhlatul Wathan di Surabaya.
Tuan Guru Bajang maupun Tuan Guru Mas Mansur tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan yang agamis, sama – sama menyadari pentingnya bekal ilmu yang memadai untuk memandu ummat, menuntut ilmu di almamater yang sama yakni Universitas Al Azhar Cairo (mesir) bahkan TGB mendapat gelar MA dan menjadi kandidat doktor, keduanya adalah ulama yang berketetapan hati bahwa Politik adalah alat dakwah dan media perjuangan sementara perjuangan penegakan syariat Islam harus digelorakan tanpa mengesampingkan kewajiban untuk senantiasa melindungi hak – hak ummat lain yang menjadi minoritas.
Islam yang Rahmatan lil Alamin tidak terjadi dengan sendirinya melainkan sebuah cita – cita yang secara Istiqomah harus diperjuangkan.
Pandangan TGB yang luas tentang Politik
Sesungguhnya seluruh wilayah kehidupan adalah lahan untuk dakwah. Termasuk wilayah politik. Apabila kemaslahatan dakwah menuntut kita untuk memanfaatkan politik, maka terjun ke politik adalah satu keniscayaan. Ketika kita melihat peluang untuk ishlahul ummah (memperbaiki umat) dapat dilakukan melalui jalur politik, maka hal itu harus dilakukan.
Politik (siyasah) dalam pandangan Islam adalah salah satu instrumen atau alat perjuangan. Maka dalam Islam dikenal as-siyasah asy-syar’iyyah yang menerangkan posisi politik sebagai alat dakwah. Politik dalam Islam adalah politik etis yang mengedepankan cara-cara yang positif dalam mencapai tujuan. Politik dalam Islam tidak dan bukanlah politik yang menghalalkan segala cara. Para nabi, seperti Nabi Sulaiman, Nabi Yusuf bahkan Nabi Muhammad SAW berpolitik. Mereka menjadi pemimpin (raja). Itu tidak menyebabkan mereka berkurang derajat justru semakin mulia di sisi Alloh SWT. Zaman sekarang, politik sering dianggap kotor karena banyak diisi oleh orang-orang yang berpolitik dengan cara kotor, walaupun tentu tidak semuanya. Politik bisa menjadi baik apabila diisi oleh orang-orang baik. Politik itu seperti wadah atau gelas. Diisi racun menjadi mudharat. Diisi madu menjadi bermanfaat.
Sekilas tentang Tuan Guru Bajang
KH. Muhammad Zainul Majdi, MA, alias Tuan Guru Bajang Lahir di Pancor – Lombok Timur pada tanggal 31 Mei 1972 M / 18 Rabiul Akhir 1392 H, merupakan putra ketiga dari pasangan H.M.Djalaluddin, SH dengan Ummi Hajjah Siti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid. Mengenyam pendidikan dasar di SDN 2 Mataram, Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah di Madrasah Mua’allimin Nahdlatul Wathan Pancor, Ma’had Daarul Qur’an Wal Hadist Nahdlatul Wathan Pancor. Kemudian melanjutkan study di Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Al Qur’an Universitas Al Azhar Cairo (Mesir) dan lulus meraih gelar Lc pada tahun 1995 dan Master of Art (MA) pada tahun 2000. Sejak tahun 2002 menjadi kandidat doktor di Fakultas Ushuluddin Jurusan tafsir dan Ilmu-Ilmu Al Qur’an Universitas Al Azhar Cairo (Mesir). Pada Tahun 1997 Tuan Guru Bajang menikahi Hajjah Rabiatul Adawiyah, SE putri KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafii, Pimpinan Perguruan Islam Pondok Pesantren As Syafiiyah Jakarta dan telah dikarunia 4 orang putra dan putri.
Selain Aktivitas dakwahnya yang makin luas baik di Nusa Tenggara Barat maupun di Jakarta dan sekitarnya, TGB juga mendapat sejumlah kepercayaan dari ummat yaitu sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan dan Anggota Komisi X DPR-RI periode 2004 – 2009, beliau juga memangku amanat sebagai Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor – Lombok Timur, Ketua Yayasan Pendidikan Hamzanwadi dan Pimpinan Pondok Pesantren Darun Nahdlatain Nahdlatul Wathan Pancor.
Seluruh amanat yang diembannya menunjukkan dedikasi perjuangannya yang besar tidak hanya bagi warga Nahdlatul Wathan dan NTB melainkan demi sebuah pencapaian yang tertinggi untuk ummat, bangsa dan negara.Selamat Berjuang Tuan Guru…Selamat Datang Fajar Kebangkitan Syariah di Belahan Timur Indonesia.

(Ditulis oleh Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media)

“Ogah” akui Kosovo Merdeka, Indonesia “sejajarkan” diri dengan Serbia

bulan-bintang-media-untuk-kosovo.jpg

Pengakuan kemerdekaan kosovo terus mengalir namun sikap pemerintah kita belum juga cair untuk memberikan pernyataan resmi dukungan dan pengakuaan atas kemerdekaan negara muslim kosovo, kegamangan dan ke’ogah’an pemerintah menjadi cerminan makin tidak jelasnya politik luar negeri Indonesia sementara kecenderungan untuk bersikap pasif adalah satu lagi bentuk kemunduran dan kegagalan pemerintah dalam menjaga citra politik luar negeri yang dinamis, bebas dan aktif.

Bagi kalangan loyalis oppurtunis di lingkaran pemerintah, sikap pemerintah dianggap benar karena telah bersikap hati – hati namun bagi sebagian yang lain pemerintah dirasakan telah mengingkari hak sebuah negara yang membutuhkan pengakuan atas kedaulatannya sebagaimana dulu Indonesia pernah juga merasakan demikian.

Perhatian dunia tengah tersedot ke Kosovo namun media barat lagi – lagi tidak berdiam diri. Pemuatan kembali karikatur Nabi Muhammad cukup memicu reaksi keras dari ummat Islam, kejahatan media yang dilakukan secara sistematis memang tidak sekedar menghina dan melecehkan ummat Islam melainkan telah merenggut perhatian ummat Islam dari masalah Kosovo. Targetnya sangat jelas karena kemerdekaan Kosovo bisa memberi inspirasi bagi Pemerintah Palestina untuk mengikuti jejak Kosovo dengan mendeklarasikan kemerdekaan jika perundingan damai dengan Israel akhirnya menemui jalan buntu.

Secara resmi Partai Bulan Bintang melalui juru bicaranya Hamdan Zoelva telah menyatakan penyesalan atas sikap pemerintah yang enggan mengakui kemerdekaan Kosovo dan bersama komponen ummat Islam yang lain akan terus mendesakkan tuntutan pengakuan atas kemerdekaan Kosovo termasuk kemungkinan mengirimkan tentara perdamaian untuk menjaga stabilitas keamanan Kosovo pasca deklarasi kemerdekaan.

Hingga tulisan ini dibuat, tercatat hanya serbia yang kian keras menyikapi kemerdekaan bekas propinsinya itu. Secara metafora kita bisa menggambarkan bentuk ke”ogah”an pemerintah sebagai sikap yang dekat dan sejajar dengan yang ditempuh oleh Serbia yakni sama – sama “tidak mau” mengakui kemerdekaan Kosovo.

Sejajar dengan Serbia, bukankah ini sebuah ironi sejarah ?!?!

(Dituis oleh Badrut Tamam untuk Bulan Bintang Media)

Sejenak Belajar dari Tapak – tapak panjang Perjuangan Kosovo untuk Merdeka

peta-negara-islam-kosovo.jpg

Perjuangan Panjang Bangsa Kosovo akhirnya berujung Kemerdekaan. Dalam berbagai catatan sejarah etnis muslim albania sejak tahun 1968 telah menggagas dan menuntut kemerdekaan dari Pemerintah Yugoslavia namun gerakan itu berhasil ditumpas oleh penguasa yang berhasil memenjarakan ribuan aktivis muslim, saat itu Albania adalah salah satu Propinsi berpenduduk mayoritas Islam di Yugoslavia selain Bosnia Herzegovina semantara Kosovo adalah wilayah provinsi serbia yang berpenghuni 90 persen etnis muslim albania sementara sisanya berasal dari etnis serbia. Perjuangan untuk memerdekakan diri adalah upaya untuk mengembalikan kebebasan dalam menerapkan syariat Islam yang diberangus oleh penguasa yang senantiasa bertindak represif dan menganggap Islam yang Bangkit sebagai sebuah ancaman.

Kegigihan yang menguat dari para gerilyawan muslim Kosovo menentang hegemoni kekuasaan Serbia pasca runtuhnya negara Yugoslavia serta tragedi kemanusian yang dialami oleh ummat muslim Kosovo sejak tahun 1990 menjadi detonator pemicu sejarah baru yang akhirnya tercipta yaitu lahirnya satu lagi negara Islam di benua eropah Perdana Menteri Kosovo, Hashim Thaci secara resmi memproklamirkan berdirinya negara Kosovo dalam sebuah sidang parlemen darurat minggu, 17 Februari 2008 yang juga mengesahkan bendera negara Kosovo, Sebelum Deklarasi Kemerdekaan dilakukan Hashim Thaci mengadakan pertemuan dengan juru bicara parlemen Kosovo, Jakup Krasniqi dan menyatakan bahwa kemerdekaan sebagai momen yang sangat krusial dan tidak akan ditunda – tunda lagi. Kendati mendapat tentangan keras dari Pemerintah dan rakyat Serbia, namun dukungan sebagian besar anggota Uni eropa, Amerika Serikat dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) semakin memantapkan langkah merdeka Kosovo.

Luapan syukur mewarnai jalan – jalan di prishtina, puluhan ribu warga tumpah ruah dan larut dalam sukacita yang mendalam, secara tertib mereka menari – nari, menyalakan kembang api dan mengibarkan bendera albania.

Pasca Deklarasi Kemerdekaan, kosovo harus terus menjaga stabilitas negaranya terutama dari ancaman serbia yang bereaksi keras dan telah mempersipakan serangkaian manuver diplomatik dan bersenjata, pendek kata Serbia tidak akan pernah rela kehilangan tanah Kosovo yang dianggapnya sebagai The Heartland of Serbia alias Jantung Serbia itu.

(Catatan Badrut Tamam Gaffas dari berbagai sumber)

Tetralogi Laskar Pelangi menjadi Best Seller, Andrea Hirata ikuti jejak sang legenda Buya Hamka

andrea-hirata-bulan-bintang-media.jpg

Novel – novel kelas dunia kembali lahir dari goresan pena anak – anak bangsa, novel ayat – ayat cinta dan tetralogi laskar pelangi mampu menerobos kebekuan dan bersinar cemerlang di peringkat antar bangsa, kini kedua novelisnya Habiburrahman Saerozy dan Andrea Hirata telah membuat sebuah lompatan langkah yang gemilang untuk mengikuti jejak sang legenda Buya Hamka, berkarya dan menjadi fenomena.

Kini setelah sukses dan menjadi Best Seller, karya andrea hirata tidak hanya dialih bahasa-kan melainkan juga diburu produser untuk dialih media-kan ke layar lebar.Andrea Hirata memang sosok yang menarik, sebelumnya nama sastrawan muda belitong ini nyaris tak terdengar namun berkat tetralogi novelnya berjudul Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov ia telah menciptakan sebuah karya sastra yang jenius religus sekaligus inspiratif dan menggugah jiwa. Tertawan dalam alineasi sosial dan ekonomi serta akses pendidikan yang terbatas justru melecut semangat ke 10 laskar – laskar muda belitong untuk berprestasi dan meraih pencapaian tertinggi. Laskar pelangi adalah sebuah memoar yang menghibur, menyentuh dan mengejutkan. Pada lembar pembuka andrea menuliskan “Kupersembahkan buku ini untuk Guruku Ibu Muslimah Hafsari, Bapak Harfan Effendy Noor dan sepuluh sahabat masa kecilku anggota laskar pelangi”

Di berbagai toko dan outlet novel terbitan Bentang Pustaka ini selalu habis terbeli, banyak yang terpaksa harus pulang dengan gigit jari karena kehabisan stock. Sebagian akhirnya memburu versi e-book dan rela bersusah payah menjelajahi internet untuk mencari Link Download E-Book Laskar Pelangi, Kalaupun berhasil masalah yang baru biasanya muncul lantaran E-Book Gratis yang bisa di-download umumnya hanya menampilkan beberapa bagian dan lagi – lagi pemburu novel laskar pelangi akan berhenti di sebuah titik …Penasaran !!!.

Berikut beberapa bait “Laskar Pelangi” :

Lintang adalah pribadi yang unik. Banyak orang merasa dirinya pintar lalu bersikap seenaknya, congkak, tidak disiplin, dan tak punya integritas. Tapi Lintang sebaliknya. Ia tak pernah tinggi hati, karena ia merasa ilmu demikian luas untuk disombongkan dan menggali ilmu tak akan ada habis-habisnya.

Meskipun rumahnya paling jauh tapi kalau datang ia paling pagi. Wajah manisnya senantiasa bersinar walaupun baju, celana, dan sandal cunghai-nya buruknya minta ampun. Namun sungguh kuasa Allah, di dalam tempurung kepalanya yang ditumbuhi rambut gimbal awut-awutan itu tersimpan cairan otak yang encer sekali. Pada setiap rangkaian kata yang ditulisnya secara acak-acakan tersirat kecemerlangan pemikiran yang gilang gemilang. Di balik tubuhnya yang tak terawat, kotor, miskin, serta berbau hangus, dia memiliki an absolutely beautiful mind. Ia adalah buah akal yang jernih, bibit genius asli, yang lahir di sebuah tempat nun jauh di pinggir laut, dari sebuah keluarga yang tak satu pun bisa membaca.

Lebih dari itu, seperti dulu kesan pertama yang kutangkap darinya, ia laksana bunga meriam yang melontarkan tepung sari. Ia lucu, semarak, dan penuh vitalitas. Ia memperlihatkan bagaimana ilmu bisa menjadi begitu menarik dan ia menebarkan hawa positif sehingga kami ingin belajar keras dan berusaha menunjukkan yang terbaik.

Jika kami kesulitan, ia mengajari kami dengan sabar dan selalu membesarkan hati kami. Keunggulannya tidak menimbulkan perasaan terancam bagi sekitarnya, kecemerlangannya tidak menerbitkan iri dengki, dan kehebatannya tidak sedikit pun mengisyaratkan sifat-sifat angkuh. Kami bangga dan jatuh hati padanya sebagai seorang sahabat dan sebagai seorang murid yang cerdas luar biasa. Lintang yang miskin duafa adalah mutiara, galena, kuarsa, dan topas yang paling berharga bagi kelas kami.

– – – o o o – – –

Suatu hari dalam pelajaran budi pekerti, Bu Mus menjelaskan tentang karakter yang dituntut Islam dari seorang amir. Amir dapat berarti seorang pemimpin. Beliau menyitir perkataan Khalifah Umar bin Khatab.

“Barangsiapa yang kami tunjuk sebagai amir dan telah kami tetapkan gajinya untuk itu, maka apa pun yang ia terima selain gajinya itu adalah penipuan!” Rupanya Bu Mus geram dengan korupsi yang merajalela di negeri ini dan beliau menyambung dengan lantang.

“Kata-kata itu mengajarkan arti penting memegang amanah sebagai pemimpin dan Al-Qur’an mengingatkan bahwa kepemimpinan seseorang akan dipertanggungjawabkan nanti di akhirat ….” Kami terpesona mendengarnya, namun Kucai gemetar. Mendapati dirinya sebagai seorang pemimpin kelas ia gamang pada pertanggungjawaban setelah mati nanti, apalagi sebagai seorang politisi ia menganggap bahwa menjadi ketua kelas itu tidak ada keuntungannya sama sekali. Tidak adil! Lagi pula ia sudah muak mengurusi kami. Kami terkejut karena serta-merta ia berdiri dan berdalih secara diplomatis.

“Ibunda Guru, Ibunda mesti tahu bahwa anak-anak kuli ini kelakuannya seperti setan. Sama sekali tak bisa disuruh diam, terutama Borek, kalau tak ada guru ulahnya ibarat pasien rumah sakit jiwa yang buas. Aku sudah tak tahan, Ibunda, aku menuntut pemungutan suara yang demokratis untuk memilih ketua kelas baru. Aku juga tak sanggup mempertanggungjawabkan kepemimpinanku di padang Mahsyar nanti, anak-anak kumal ini yang tak bisa diatur ini hanya akan memberatkan hisabku!” Kucai tampak sangat emosional. Tangannya menunjuk-nunjuk ke atas dan napasnya tersengal setelah menghamburkan unek-unek yang mungkin telah dipendamnya bertahun-tahun. Ia menatap Bu Mus dengan mata nanar tapi pandangannya ke arah gambar Rhoma Irama Hujan Duit. Kami semua menahan tawa melihat pemandangan itu tapi Kucai sedang sangat serius, kami tak ingin melukai hatinya. Bu Mus juga terkejut. Tak pernah sebelumnya beliau menerima tanggapan selugas itu dari muridnya, tapi beliau maklum pada beban yang dipikul Kucai. Beliau ingin bersikap seimbang maka beliau segera menyuruh kami menuliskan nama ketua kelas baru yang kami inginkan di selembar kertas, melipatnya, dan menyerahkannya kepada beliau. Kami menulis pilihan kami dengan bersungguh-sungguh dan saling merahasiakan pilihan itu dengan sangat ketat. Kucai senang sekali. Wajahnya berseri-seri. Ia merasa telah mendapatkan keadilan dan menganggap bahwa bebannya sebagai ketua kelas akan segera berakhir. Suasana menjadi tegang menunggu detik-detik penghitungan suara. Kami gugup mengantisipasi siapa yang akan menjadi ketua kelas baru.

Sembilan gulungan kertas telah berada dalam genggaman Bu Mus. Beliau sendiri kelihatan gugup. Beliau membuka gulungan pertama. “Borek!” teriak Bu Mus.

Borek pucat dan Kucai melonjak girang. Terang-terangan ia menunjukkan bahwa ia sendiri yang telah memilih Borek, kawan sebangkunya yang ia anggap pasien rumahsakit jiwa yang buas. Bu Mus melanjutkan. “Kucai!” Kali ini Borek yang melonjak dan Kucai terdiam.

Kertas ketiga “Kucai!”, Kucai tersenyum pahit. Kertas keempat “Kucai!” Kertas kelima.“Kucai!” Kucai pucat pasi. Demikian seterusnya sampai kertas kesembilan. Kucai terpuruk. Ia jengkel sekali kepada Borek yang tubuhnya menggigil menahan tawa. Ia memandang Borek dengan tajam tapi matanya mengawasi Trapani. Karena Harun tak bisa menulis maka jumlah kertas hanya sembilan tapi Bu Mus tetap menghargai hak asasi politiknya. Ketika Bu Mus mengalihkan pandangan kepada Harun, Harun mengeluarkan senyum khas dengan gigi-gigi panjangnya dan berteriak pasti.

“Kucai …!” Kucai terkulai lemas.

Hari ini kami mendapat pelajaran penting tentang demokrasi, yaitu bahwa ternyata prinsip-prinsipnya tidak efektif untuk suksesi jabatan kering. Bu Mus menghampirinya dengan lembut sambil tersenyum jenaka. “Memegang amanah sebagai pemimpin memang berat tapi jangan khawatir banyak orang yang akan mendoakan. Tidakkah Ananda sering mendengar di berbagai upacara petugas sering mengucap doa: Ya, Allah lindungilah para pemimpin kami? Jarang sekali kita mendengar doa: Ya Allah lindungilah anak-anak buah kami ….”

– – – o o o – – –

Berikut ini adalah beberapa kutipan komentar tentang Laskar Pelangi :

“Saya larut dalam empati yang dalam sekali. Sekiranya novel ini difilmkan, akan dapat membangkitkan ruh bangsa yang sedang mati suri.”

– Ahmad Syafi’i Maarif, mantan Ketua PP Muhammadiyah –

“Saya sangat mengagumi Novel Laskar Pelangi karya Mas Andrea Hirata. Ceritanya berkisah tentang perjuangan dua orang guru yang memiliki dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan. Novel ini menunjukkan pada kita bahwa pendidikan adalah memberi hati kita kepada anak-anak, bukan sekadar memberikan instruksi atau komando, dan bahwa setiap anak memiliki potensi unggul yang akan tumbuh menjadi prestasi cemerlang pada masa depan, apabila diberi kesempatan dan keteladanan oleh orang-orang yang mengerti akan makna pendidikan yang sesungguhnya.”

– Kak Seto, Ketua Komnas Perlindungan Anak –

Andrea Hirata memberi kita syair indah tentang keragaman dan kekayaan tanah air, sekaligus memberi sebuah pernyataan keras tentang realita politik, ekonomi , dan situasi pendidikan kita. Tokoh2 dalam novel ini membawa saya pada kerinduan menjadi orang Indonesia…… A must Read!!!!

– Riri Riza , sutradara –

“Seru! Novel ini tidak mengajak pembaca menangisi kemiskinan, sebaliknya mengajak kita memandang kemiskinan dengan cara lain.”

– Koran Tempo –

Lewat tetralogi novel kontemporernya yang diperkaya dengan muatan budaya melayu yang Islamis sesungguhnya Andrea Hirata mengingatkan kita kepada sosok sang pujangga legenda Buya Hamka dengan karya – karyanya yang populer hingga ke mancanegara seperti Di Bawah Lindungan Ka’bah, Merantau Ke Deli dan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck.

Secara halus novel ini menyeru kita untuk bangkit dengan segala potensi yang ada, “Terus berkarya dan mencipta sejarah”.

(Ditulis oleh : Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media)

Dukung dan Sukseskan Pertamina Blog Contes 2009 : Kerja Keras Adalah Energi Kita