Tetralogi Laskar Pelangi menjadi Best Seller, Andrea Hirata ikuti jejak sang legenda Buya Hamka

andrea-hirata-bulan-bintang-media.jpg

Novel – novel kelas dunia kembali lahir dari goresan pena anak – anak bangsa, novel ayat – ayat cinta dan tetralogi laskar pelangi mampu menerobos kebekuan dan bersinar cemerlang di peringkat antar bangsa, kini kedua novelisnya Habiburrahman Saerozy dan Andrea Hirata telah membuat sebuah lompatan langkah yang gemilang untuk mengikuti jejak sang legenda Buya Hamka, berkarya dan menjadi fenomena.

Kini setelah sukses dan menjadi Best Seller, karya andrea hirata tidak hanya dialih bahasa-kan melainkan juga diburu produser untuk dialih media-kan ke layar lebar.Andrea Hirata memang sosok yang menarik, sebelumnya nama sastrawan muda belitong ini nyaris tak terdengar namun berkat tetralogi novelnya berjudul Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov ia telah menciptakan sebuah karya sastra yang jenius religus sekaligus inspiratif dan menggugah jiwa. Tertawan dalam alineasi sosial dan ekonomi serta akses pendidikan yang terbatas justru melecut semangat ke 10 laskar – laskar muda belitong untuk berprestasi dan meraih pencapaian tertinggi. Laskar pelangi adalah sebuah memoar yang menghibur, menyentuh dan mengejutkan. Pada lembar pembuka andrea menuliskan “Kupersembahkan buku ini untuk Guruku Ibu Muslimah Hafsari, Bapak Harfan Effendy Noor dan sepuluh sahabat masa kecilku anggota laskar pelangi”

Di berbagai toko dan outlet novel terbitan Bentang Pustaka ini selalu habis terbeli, banyak yang terpaksa harus pulang dengan gigit jari karena kehabisan stock. Sebagian akhirnya memburu versi e-book dan rela bersusah payah menjelajahi internet untuk mencari Link Download E-Book Laskar Pelangi, Kalaupun berhasil masalah yang baru biasanya muncul lantaran E-Book Gratis yang bisa di-download umumnya hanya menampilkan beberapa bagian dan lagi – lagi pemburu novel laskar pelangi akan berhenti di sebuah titik …Penasaran !!!.

Berikut beberapa bait “Laskar Pelangi” :

Lintang adalah pribadi yang unik. Banyak orang merasa dirinya pintar lalu bersikap seenaknya, congkak, tidak disiplin, dan tak punya integritas. Tapi Lintang sebaliknya. Ia tak pernah tinggi hati, karena ia merasa ilmu demikian luas untuk disombongkan dan menggali ilmu tak akan ada habis-habisnya.

Meskipun rumahnya paling jauh tapi kalau datang ia paling pagi. Wajah manisnya senantiasa bersinar walaupun baju, celana, dan sandal cunghai-nya buruknya minta ampun. Namun sungguh kuasa Allah, di dalam tempurung kepalanya yang ditumbuhi rambut gimbal awut-awutan itu tersimpan cairan otak yang encer sekali. Pada setiap rangkaian kata yang ditulisnya secara acak-acakan tersirat kecemerlangan pemikiran yang gilang gemilang. Di balik tubuhnya yang tak terawat, kotor, miskin, serta berbau hangus, dia memiliki an absolutely beautiful mind. Ia adalah buah akal yang jernih, bibit genius asli, yang lahir di sebuah tempat nun jauh di pinggir laut, dari sebuah keluarga yang tak satu pun bisa membaca.

Lebih dari itu, seperti dulu kesan pertama yang kutangkap darinya, ia laksana bunga meriam yang melontarkan tepung sari. Ia lucu, semarak, dan penuh vitalitas. Ia memperlihatkan bagaimana ilmu bisa menjadi begitu menarik dan ia menebarkan hawa positif sehingga kami ingin belajar keras dan berusaha menunjukkan yang terbaik.

Jika kami kesulitan, ia mengajari kami dengan sabar dan selalu membesarkan hati kami. Keunggulannya tidak menimbulkan perasaan terancam bagi sekitarnya, kecemerlangannya tidak menerbitkan iri dengki, dan kehebatannya tidak sedikit pun mengisyaratkan sifat-sifat angkuh. Kami bangga dan jatuh hati padanya sebagai seorang sahabat dan sebagai seorang murid yang cerdas luar biasa. Lintang yang miskin duafa adalah mutiara, galena, kuarsa, dan topas yang paling berharga bagi kelas kami.

– – – o o o – – –

Suatu hari dalam pelajaran budi pekerti, Bu Mus menjelaskan tentang karakter yang dituntut Islam dari seorang amir. Amir dapat berarti seorang pemimpin. Beliau menyitir perkataan Khalifah Umar bin Khatab.

“Barangsiapa yang kami tunjuk sebagai amir dan telah kami tetapkan gajinya untuk itu, maka apa pun yang ia terima selain gajinya itu adalah penipuan!” Rupanya Bu Mus geram dengan korupsi yang merajalela di negeri ini dan beliau menyambung dengan lantang.

“Kata-kata itu mengajarkan arti penting memegang amanah sebagai pemimpin dan Al-Qur’an mengingatkan bahwa kepemimpinan seseorang akan dipertanggungjawabkan nanti di akhirat ….” Kami terpesona mendengarnya, namun Kucai gemetar. Mendapati dirinya sebagai seorang pemimpin kelas ia gamang pada pertanggungjawaban setelah mati nanti, apalagi sebagai seorang politisi ia menganggap bahwa menjadi ketua kelas itu tidak ada keuntungannya sama sekali. Tidak adil! Lagi pula ia sudah muak mengurusi kami. Kami terkejut karena serta-merta ia berdiri dan berdalih secara diplomatis.

“Ibunda Guru, Ibunda mesti tahu bahwa anak-anak kuli ini kelakuannya seperti setan. Sama sekali tak bisa disuruh diam, terutama Borek, kalau tak ada guru ulahnya ibarat pasien rumah sakit jiwa yang buas. Aku sudah tak tahan, Ibunda, aku menuntut pemungutan suara yang demokratis untuk memilih ketua kelas baru. Aku juga tak sanggup mempertanggungjawabkan kepemimpinanku di padang Mahsyar nanti, anak-anak kumal ini yang tak bisa diatur ini hanya akan memberatkan hisabku!” Kucai tampak sangat emosional. Tangannya menunjuk-nunjuk ke atas dan napasnya tersengal setelah menghamburkan unek-unek yang mungkin telah dipendamnya bertahun-tahun. Ia menatap Bu Mus dengan mata nanar tapi pandangannya ke arah gambar Rhoma Irama Hujan Duit. Kami semua menahan tawa melihat pemandangan itu tapi Kucai sedang sangat serius, kami tak ingin melukai hatinya. Bu Mus juga terkejut. Tak pernah sebelumnya beliau menerima tanggapan selugas itu dari muridnya, tapi beliau maklum pada beban yang dipikul Kucai. Beliau ingin bersikap seimbang maka beliau segera menyuruh kami menuliskan nama ketua kelas baru yang kami inginkan di selembar kertas, melipatnya, dan menyerahkannya kepada beliau. Kami menulis pilihan kami dengan bersungguh-sungguh dan saling merahasiakan pilihan itu dengan sangat ketat. Kucai senang sekali. Wajahnya berseri-seri. Ia merasa telah mendapatkan keadilan dan menganggap bahwa bebannya sebagai ketua kelas akan segera berakhir. Suasana menjadi tegang menunggu detik-detik penghitungan suara. Kami gugup mengantisipasi siapa yang akan menjadi ketua kelas baru.

Sembilan gulungan kertas telah berada dalam genggaman Bu Mus. Beliau sendiri kelihatan gugup. Beliau membuka gulungan pertama. “Borek!” teriak Bu Mus.

Borek pucat dan Kucai melonjak girang. Terang-terangan ia menunjukkan bahwa ia sendiri yang telah memilih Borek, kawan sebangkunya yang ia anggap pasien rumahsakit jiwa yang buas. Bu Mus melanjutkan. “Kucai!” Kali ini Borek yang melonjak dan Kucai terdiam.

Kertas ketiga “Kucai!”, Kucai tersenyum pahit. Kertas keempat “Kucai!” Kertas kelima.“Kucai!” Kucai pucat pasi. Demikian seterusnya sampai kertas kesembilan. Kucai terpuruk. Ia jengkel sekali kepada Borek yang tubuhnya menggigil menahan tawa. Ia memandang Borek dengan tajam tapi matanya mengawasi Trapani. Karena Harun tak bisa menulis maka jumlah kertas hanya sembilan tapi Bu Mus tetap menghargai hak asasi politiknya. Ketika Bu Mus mengalihkan pandangan kepada Harun, Harun mengeluarkan senyum khas dengan gigi-gigi panjangnya dan berteriak pasti.

“Kucai …!” Kucai terkulai lemas.

Hari ini kami mendapat pelajaran penting tentang demokrasi, yaitu bahwa ternyata prinsip-prinsipnya tidak efektif untuk suksesi jabatan kering. Bu Mus menghampirinya dengan lembut sambil tersenyum jenaka. “Memegang amanah sebagai pemimpin memang berat tapi jangan khawatir banyak orang yang akan mendoakan. Tidakkah Ananda sering mendengar di berbagai upacara petugas sering mengucap doa: Ya, Allah lindungilah para pemimpin kami? Jarang sekali kita mendengar doa: Ya Allah lindungilah anak-anak buah kami ….”

– – – o o o – – –

Berikut ini adalah beberapa kutipan komentar tentang Laskar Pelangi :

“Saya larut dalam empati yang dalam sekali. Sekiranya novel ini difilmkan, akan dapat membangkitkan ruh bangsa yang sedang mati suri.”

– Ahmad Syafi’i Maarif, mantan Ketua PP Muhammadiyah –

“Saya sangat mengagumi Novel Laskar Pelangi karya Mas Andrea Hirata. Ceritanya berkisah tentang perjuangan dua orang guru yang memiliki dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan. Novel ini menunjukkan pada kita bahwa pendidikan adalah memberi hati kita kepada anak-anak, bukan sekadar memberikan instruksi atau komando, dan bahwa setiap anak memiliki potensi unggul yang akan tumbuh menjadi prestasi cemerlang pada masa depan, apabila diberi kesempatan dan keteladanan oleh orang-orang yang mengerti akan makna pendidikan yang sesungguhnya.”

– Kak Seto, Ketua Komnas Perlindungan Anak –

Andrea Hirata memberi kita syair indah tentang keragaman dan kekayaan tanah air, sekaligus memberi sebuah pernyataan keras tentang realita politik, ekonomi , dan situasi pendidikan kita. Tokoh2 dalam novel ini membawa saya pada kerinduan menjadi orang Indonesia…… A must Read!!!!

– Riri Riza , sutradara –

“Seru! Novel ini tidak mengajak pembaca menangisi kemiskinan, sebaliknya mengajak kita memandang kemiskinan dengan cara lain.”

– Koran Tempo –

Lewat tetralogi novel kontemporernya yang diperkaya dengan muatan budaya melayu yang Islamis sesungguhnya Andrea Hirata mengingatkan kita kepada sosok sang pujangga legenda Buya Hamka dengan karya – karyanya yang populer hingga ke mancanegara seperti Di Bawah Lindungan Ka’bah, Merantau Ke Deli dan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck.

Secara halus novel ini menyeru kita untuk bangkit dengan segala potensi yang ada, “Terus berkarya dan mencipta sejarah”.

(Ditulis oleh : Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media)

Dukung dan Sukseskan Pertamina Blog Contes 2009 : Kerja Keras Adalah Energi Kita

Iklan

17 Tanggapan

  1. BOLEH TANYA ??
    KAPAN BISA DI DOWLAN GRATIS??

  2. keren bget ya andrae bisa kelling dunia.gak nyangka juga ya masih ada orang indonesia yang benar2 tanggguh dang cerdas, fisik dan mentalnya.

  3. dikirim ya ebook laskar pelanginya, aq tunggu lho

  4. aku udah berkali-kali baca laskar pelangi, tapi nggak bosesn-bosen. laskar pelangi is the best.

  5. Yah, memang dunia fiksi sekarang lebih gandrung daripada tahun2 yang lalu. Ini menjadi sebuah kemajua tersendiri bagi bangsa kita. Karena hakekat umat Islam adalah orang2 yang senang membaca. Kalau ada yang ingin membaca ebook novel Islam, bisa di blog saya. Silakan kita warnai dunia maya ini dengan khasanah Islam kita. Wassalam

  6. untuk mas andrea yang saya banggakan dan saya kagumi,,,,dari anda semangat hidup ini bangkit kembali,,,dari buku yang anda terbitkan telah saya baca dengan tekun bahkan berkali2,,hingga edensor,,saya yakin hidup ini selain mengabdi padaNya antara lain hidup ini juga harus dinikmati,,dan suatu saaat saya akan buktikan kalau hidup saya ini benar2 berarti untuk orang 2 sekitar saya dan orang lain,,semua ini saya lakukan setelah terinspirasi membaca edensor&melihat kick andy,,,oya kalau sekolah yang mas andrea bangun telah selsai,,saya bersedia dengan tulus menjadi guru tanpa pamrih walaupun tidak digaji untuk mengajar di sekolah anda tersebut…karna saya yakin akan banyak tunas2 bangsa yang lahir dari sana,,,,,wasalam

  7. novel ini berulangkali kubaca tapi tidak membuat bosan andrea penulisnya memang luarbiasa terlebih sebentar lagi ada filmnya jadi tambah seru

    buat penulis apa iya andrea hitara kayak hamka bukannya habiburrahman elshirazy yang banyak disebut pengganti buya hamka

    pusing mendingan baca kelanjutan laskar pelangi siapa tahu menemukan jawabannya (00)

  8. Two Thumb Up buat mas Andrea Hirata…Laskar Pelanginya kerennnn buanget…Sang Pemimpinya lumayan juga…aku tunggu Maryamah Karpovnya…baca LAskar Pelangi seperti mengintai diri sendiri dari mata orang lain, mencium aroma sendiri dengan hidung orang lain, dan merasai udara sendiri dengan paru-paru orang lain…

  9. Ass.Wr.Wb.
    Salam Sastra Hirata,

    “Dalam kekurangan dan kelebihan yang kita miliki, sesungguhnya bersemayam kesempurnaan Allah SWT dalam diri orang yang dikenal atau tidak sebagai menyempurnaan atas kekurangan dan kelebihan dalam diri kita”…
    (Andi Dahniar, Dosen STAIN Palopo)

    Dear Bang Hirata,

    Rabu, 05 Juni 2008, Pukul 01:00 Siang, bertempat di Aula serbaguna Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Palopo, Saya ditunjuk oleh panitia sebagai panelis bedah buku “Laskar Pelangi” Karya Andrea Hirata. Sempat ada keraguan dari dalam diri saya, apakah saya sanggup mengemban amanah tersebut, mengingat ini adalah pengalaman pertama kali dalam hidup saya sebagai panelis. Namun setelah membaca 2 X dalam sehari selam 3 hari “Laskar Pelangi”, saya seperti mendapatkan dorongan yang kuat bahwa saya pasti bisa dan mampu atas izin Allah.

    “Laskar Pelangi” adalah sebuah karya sastra “Renaissance 21” di Indonesia dan dunia dalam bidang kesusastraan. Bagi saya sebagai dosen pengantar kesusastraan, Laskar pelangi juga merupakan terobosan terbaru sebuah karya sastra yang berseni tingkat tinggi. Kelak, karya abang akan menjadi sebuah bagian dari sejarah kesusastraan yang bernilai, besar dan abadi. Para peneliti sastra saat ini, saya yakin pusing dan bahkan tidak dapat mencari kecacatan dalam karya abang karena tidak mengimitasi gaya penulisan klasik ataupun modern. Abang melahirkan sebuah teknik baru penciptaan karya sastra melalui pengetahuan dan pengalaman tingkat tinggi.

    Maha guru saya, salah seorang ulama besar mengatakan kepada saya 6 tahun yang lalu, “Dibutuhkan 100 tahun untuk melahirkan orang besar yang memiliki kesucian hati, pikiran dan pribadi, Berilmu seluas padang pasir, bertanggungjawab terhadap keilmuan yang ia miliki dihadapan ALLAH SWT, tegas, serta jujur laksana air di gurun gobi”. Secara pribadi, kecerdasan abang adalah titisan – titisan meteor, kilat dan bahkan guntur dari Allah SWT yang telah dipersiapkan-Nya selama 100 tahun agar dapat menjadi pencerahan kalbu dan pikiran bagi yang telah menikmati kenikmatan “Laskar Pelangi” termasuk saya.

    Agar kepaneliasan saya kelah berhasil dan sukses baik bagi peserta maupun saya sendiri secara pribadi, akhirnya saya melakukan beberapa penelitian dalam membedah buku anda dari aspek – aspek : Penulisan (Bahasa & Bahasa Sastra), Cerita (Alur, Latar, Waktu, Tokoh), Pendekatan Biografi, Pemikiran, Psikologi, Masyarakat dan bahkan sudut pandang dari Pengarangnya. Untuk mendukung penelitian terakhir ini, rasanya tidak mungkin saya melakukan interview langsung dengan anda, selain budget yang banyak karena saya harus beli karcis bus, tiket pesawat P-P, belum lagi akomodasi selama dalam perjalanan, serta meninggalkan para mahasiswa/I saya yang masih dalam proses pencarian diri dan ilmu pengetahuan, tidak bisa dipungkiri lagi “mustahil bertemu Abang”.

    Saya mohon kiranya, Abang sudi segera merespon saya dengan menjawab beberapa pertanyaan wawancara e-mail melalui media canggih ini. Semoga kesediaan abang menjawab beberapa pertanyaan saya ini, bernilai ibadah dimata Allah SWT Amin.

    KASUS – KASUS :

    1. Butuh berapa jam, hari, bulan, dan tahun dalam menyusun kesempurnaan “Laskar Pelangi”?
    2. Siapakah sosok yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk kepribadiaan dan pemikiran Abang?
    3. Kesulitan terbesar apa yang abang hadapi ketika menyusun “Laskar Pelangi” karena bagi saya pribadi begitu banyak istilah Sains dan “aneh”? (mungkin saya yang telat mengetahuinya dan mengenal istilah – istilah tsb spt “antediluvium” he he he …..)
    4. Lintang dan Mahar adalah sosok penokohan yang begitu hidup dalam “Laskar pelangi” dan bagi saya Lintang telah menambah pola – pola baru pemikiran saya akan kehausan  ilmu, dan Mahar telah menguatkan kenyakinan saya bahwa yang mustahil bisa terwujudkan melalui usaha dan pencarian yang hakiki tanpa melepaskan hukum – hukum Allah SWT. Pertanyaan saya : Darimana datangnya inspirasi penokohan karakter mereka?
    5. Percayakah Abang akan keabadian “Love in the first sight”? Mengapa?
    6. Menurut Abang secara pribadi, berhasilkah Abang dalam memberikan pencerahan kalbu dan pemikiran baru terhadap pembaca? Mengapa?
    7. Dari sudut pandang Abang, pesan bathin apa yang ingin Abang sampaikan dalam “Laskar Pelangi”?
    8. Dimanakah pesan letak keadilan ALLAH SWT bagi Lintang, Pak Harfan dan Ibu Mus dalam takdir mereka? (semoga jawaban Abang sama dengan saya he…he…)
    9. “Laskar Pelangi” telah menjadi INDONESIA’S MOST POWERFUL BOOK, menurut sudut pandang Abang sebagai pencipta, kekuatan apa sesungguhnya yang dapat disimpulkan dari seluruh penokohan, plot serta latar. (Tolong jawab tidak lebih dari 5 kata mujarab)
    10. Terakhir, apa persiapan, trik dan bagaimana caranya memulai penulisan sebuah cerita novel yang exciting dan fantastic.

    Jika takdir Allah menakdirkan saya bertemu dengan Abang melalui skenario takdir yang ditakdirkan oleh Allah SWT maka saya hanya ingin mengatakan “Teruslah menghasilkan karya – karya yang dapat memberikan sebanyak – banyaknya suplemen pencerahan bagi orang lain ditengah dehidrasi konsep ideologi KETUHANAN ISLAM yang ternodai”

    JAZAKALLAH KHAIRAN KATSIRAN.
    Ws.Wr.Wb

  10. Assalamu’alikum

    Aq bener2 suka banget ama Laskar Pelangi..
    Buku ini memang fenomenal..
    Sukses buat Bg Andrea…
    Udah ga sabar pengen baca Maryamah Karpov..

  11. laskar pelangi dan tetraloginya emang kren banget, q ska, apalagi iank ke 2 sang pemimpi bqn q nangis n ktawa ndiri,,,
    q tnguu iaa maryamah karpovnya…..

  12. Buat Ikhwan seperjuangan !!! ayo bergabung dengan kami di bulan bintang media…di http://profiles.friendster.com/68324412
    Selamat bergabung.!!!

  13. subhanallah..
    indah
    menyentuh
    penuh kekuatan cinta dan cita!

  14. SEDOT WC SEDOT WC SEDOT WC Terima Layanan Se JAKARTA BOGOR DEPOK TANGERANG & BEKASI : Sedot WC; Air Kotor; Saluran mampet;Rembesan & Bikin Septictank Silahkan Segera Hubungi YULI No. Tlp. 021-98736434 & 021-70560098

  15. buku2 yang luar biasa kak andrea hirata !!!
    mimpi-mimpi !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: