“Ogah” akui Kosovo Merdeka, Indonesia “sejajarkan” diri dengan Serbia

bulan-bintang-media-untuk-kosovo.jpg

Pengakuan kemerdekaan kosovo terus mengalir namun sikap pemerintah kita belum juga cair untuk memberikan pernyataan resmi dukungan dan pengakuaan atas kemerdekaan negara muslim kosovo, kegamangan dan ke’ogah’an pemerintah menjadi cerminan makin tidak jelasnya politik luar negeri Indonesia sementara kecenderungan untuk bersikap pasif adalah satu lagi bentuk kemunduran dan kegagalan pemerintah dalam menjaga citra politik luar negeri yang dinamis, bebas dan aktif.

Bagi kalangan loyalis oppurtunis di lingkaran pemerintah, sikap pemerintah dianggap benar karena telah bersikap hati – hati namun bagi sebagian yang lain pemerintah dirasakan telah mengingkari hak sebuah negara yang membutuhkan pengakuan atas kedaulatannya sebagaimana dulu Indonesia pernah juga merasakan demikian.

Perhatian dunia tengah tersedot ke Kosovo namun media barat lagi – lagi tidak berdiam diri. Pemuatan kembali karikatur Nabi Muhammad cukup memicu reaksi keras dari ummat Islam, kejahatan media yang dilakukan secara sistematis memang tidak sekedar menghina dan melecehkan ummat Islam melainkan telah merenggut perhatian ummat Islam dari masalah Kosovo. Targetnya sangat jelas karena kemerdekaan Kosovo bisa memberi inspirasi bagi Pemerintah Palestina untuk mengikuti jejak Kosovo dengan mendeklarasikan kemerdekaan jika perundingan damai dengan Israel akhirnya menemui jalan buntu.

Secara resmi Partai Bulan Bintang melalui juru bicaranya Hamdan Zoelva telah menyatakan penyesalan atas sikap pemerintah yang enggan mengakui kemerdekaan Kosovo dan bersama komponen ummat Islam yang lain akan terus mendesakkan tuntutan pengakuan atas kemerdekaan Kosovo termasuk kemungkinan mengirimkan tentara perdamaian untuk menjaga stabilitas keamanan Kosovo pasca deklarasi kemerdekaan.

Hingga tulisan ini dibuat, tercatat hanya serbia yang kian keras menyikapi kemerdekaan bekas propinsinya itu. Secara metafora kita bisa menggambarkan bentuk ke”ogah”an pemerintah sebagai sikap yang dekat dan sejajar dengan yang ditempuh oleh Serbia yakni sama – sama “tidak mau” mengakui kemerdekaan Kosovo.

Sejajar dengan Serbia, bukankah ini sebuah ironi sejarah ?!?!

(Dituis oleh Badrut Tamam untuk Bulan Bintang Media)

Iklan

2 Tanggapan

  1. assalamualaikum..
    thank u boss..
    artikelnya membantu saya mengerjakan tugas politik internasional ttg kosovo.
    wassalam.. ^_^

  2. Memangnya Indonesia bakal kena murka China apa?!!! Kenapa begitu takut sih yg mau merdeka juga saudara kita sesama Muslim!!! Bukankah setiap bangsa di dunia berhak merdeka?! SBY emang lembek!!! jika China memutuskan hubungan diplomatik dengan Indonesia juga kita gak dirugikan sama sekali karena kita masih mampu berdiri sendiri bahkan China lah yg rugi karena kita adalah pasar yg penting bagi produk2 mereka…so…KENAPA HARUS TAKUT????!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: