Partai Bulan Bintang Perkuat Basis Massa di Pesantren, Solidkan Peran Ulama untuk menggerakkan dan membesarkan Partai

Sejuknya udara perbukitan beradu dengan jalanan terjal berbatu-batu, sesekali tampak atribut Partai Bulan Bintang menghias pepohonan disepanjang rute menuju Pondok Pesantren Raudlatul Ulum – Patemon, tempat berlangsungnya Forum Silaturrahim Ulama dan Tokoh Masyarakat se Kabupaten Jember. Moment strategis yang diprakarsai oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang Kabupaten Jember ini dimaksudkan sebagai ajang konsolidasi internal partai menjelang Pemilu 2009 juga seiring menghangatnya iklim politik di Jawa Timur mendekati pelaksanaan Pilkada langsung baik Pilgub maupun Pilbup dibeberapa Kabupaten seperti di tempat kami Kabupaten Lumajang dimana pasangan SA’AT (Dr. H Sjahrazad Masdar, MA – KH As’at Malik) yang Didukung oleh Partai Bulan Bintang sedang berikhtiar untuk Memenangkan Pilkada pada 23 Juli 2008 mendatang.

 

Saya bersama dua orang perwakilan DPC PBB Kab. Lumajang (Gugus Sucahyo W dan M Fathkur) selanjutnya bergabung dalam forum tersebut , karena terlambat kami tidak sempat mengikuti Tausyiah dari Para Kyai / Ulama yang hadir pada forum tersebut, saat kami datang H. Tamat Anshori baru saja naik mimbar memberikan pandangan sekilas pokok – pokok perjuangan partai, ketua Dewan Pengurus Wilayah PBB Jatim itu menegaskan pentingnya semua komponen partai merapatkan barisan, membulatkan tekad dan semangat dalam memperjuangan aspirasi politik ummat Islam. Insiden monas sesungguhnya adalah rekayasa dari kekuatan anti politik islam untuk menggerus kekuatan ummat Islam melalui tuntutan pembubaran FPI serta berupaya mengalihkan perhatian dari kuatnya tuntutan Pembubaran Ahmadiyah.

 

Revitalisasi Peran Ulama dan Tokoh Masyarakat

Sebagian besar masyarakat menghendaki PBB tetap konsisten dengan perjuangan penegakan syariah, di beberapa daerah PBB bersama komponen ummat Islam lainnya berhasil memperjuangkan lahirnya Perda Syariat. Di Jawa Timur baru Pamekasan yang berhasil menyusun dan mengesahkan Perda yang bernuansa Syariah, langkah tersebut menjadi lebih mudah karena Partai Bulan Bintang di Pamekasan mempunyai Fraksi sendiri serta didukung oleh para Kyai dan Ulama setempat. Karena itu H Tamat Anshori menggarisbawahi pentingnya memperkuat Peran Kyai, Ulama dan Tokoh Masyarakat dalam membesarkan Partai. Dalam setiap proses pengambilan keputusan, Partai hendaknya berkonsultasi dan meminta Tausyiah kepada elemen – elemen tersebut. Sedangkan dalam penjaringan Pengurus dan Calon Legislatif, Partai bersikap terbuka dan membuka diri seluas – luasnya, Jika ada figur di luar kader partai yang dinilai mampu dalam memperjuangkan visi dan misi PBB maka ia bisa direkrut dan berhak dicaleg-kan oleh PBB.

Pak Tamat memberikan tiga formula yang bisa menjadi acuan kriteria bagi calon legislatif Partai yakni figur yang memiliki 3 hal yakni P (Prestasi), B (Bobot alias Kualitas) dan B (Bersih Akhlak dan Aqidahnya)

 

Senada dengan H. Tamat Anshori, Bang Hamdan Zoelva yang menjadi pembicara terakhir juga menegaskan pentingnya back up dari Kyai, Ulama, Tuan Guru dan Tokoh Masyarakat. Pemilu 2009 sangat menentukan bagi keberlanjutan perjuangan partai di masa yang akan datang karena itu Semua Jajaran Partai baik Pengurus, kader dan Keluarga Besar Bulan Bintang harus bergerak dan berjuang secara sungguh – sungguh dan All Out dalam membesarkan partai.

 

Perjuangan dari generasi ke genarasi

Bang Hamdan menggambarkan beberapa episode perjuangan ummat Islam Indonesia mulai dari kebangkitan para pedagang nusantara yang beragama islam dan mendirikan SDI pada tahun 1905 yang kemudian berganti nama menjadi Syarikat Islam (SI) hingga Lahirnya satu wadah partai Islam MASJUMI yang kemudian dibubarkan pada masa Demokrasi Terpimpin Soekarno.

 

Partai Bulan Bintang merupakan penerus perjuangan Partai Masyumi yang lahir di era reformasi, PBB dideklarasikan oleh 22 Ormas Islam termasuk didalamnya (NU, Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, dll). Dalam Partai inilah keberagamam praktek kefiqihan masing – masing Ormas Islam (NU, Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, dll) diikat dalam satu perjuangan politik.

Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945 sesungguhnya merupakan kompromi politik antara Golongan Islam dan Golongan Nasionalis pada saat merumuskan Dasar Negara Indonesia Merdeka, didalamnya tekandung 7 kata yang menjadi Hak Ummat Islam yakni Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Para Pemeluknya, hak inilah yang diperjuangkan oleh Masjumi dalam Sidang – sidang Konstituante yang berakhir dead lock sehingga Presiden Soekarno membubarkan Konstituante melalui Dekrit 5 Juli 1959 dan menyatakan kembali kepada UUD 1945 yang dijiwai oleh Piagam Jakarta.

 

Jika menelusuri sejarah panjang perjuangan ummat Islam Indonesia sesungguhnya apa yang diperjuangkan PBB saat ini hakikatnya adalah melanjutkan perjuangan dari orang tua, kakek nenek dan buyut kita. Perjuangan Penegakan Syariat Islam ini menjadi ruh yang senantiasa melandasi gerak perjuangan keluarga besar Bulan Bintang dari generasi ke generasi.

 

Pepatah “Berdiri di hadapan sebuah Tembok”

Bang Hamdan Zoelva menggambarkan alotnya perjuangan Partai Bulan Bintang pada SU MPR 2002 dalam meng-golkan amandemen Pasal 29, meski sementara kandas di parlemen namun Bang Hamdan merasa terkesan dengan Pendapat Akhir Fraski Partai Bulan Bintang yang dibacakan oleh KH Najih Ahjad yakni kalimat perumpamaan “Saat ini kita tengah berdiri dihadapan sebuah tembok yang belum bisa kita robohkan” .

Bang Hamdan menegaskan betapa saat ini posisi Partai Bulan Bintang masih berdiri kokoh dihadapan tembok itu menunggu saat yang tepat untuk bisa merobohkannya.

 

Pertanyaannya kini adalah Seberapa siapkah kita untuk merobohkannya ?!?! …Wallahu A’lam

 

“(Ditulis oleh Badrut Tamam Gaffas, Patemon 7 Juni 2008)”

Iklan

8 Tanggapan

  1. mau tidak mau memang harus seperti itu sebab partai ini kan milik semua tidak hanya Muhammadiyah atau NU, di Jawa Timur khususnya ketika PKB berkonflik dan massa dibawah bingung, PBB harus bisa merangkul karena warga NU juga konstituen PBB yang potensial dan kyai – kyai itu punya kekuatan untuk menggerakkan massa

  2. politik tanpa suara idealisme tidak akan jalan,PBB jangan lagi mentingin kader, jika ada tokoh yang bisa diajak gabung besarin partai jadikan ia caleg truss dorong agar jadi, lebihnya Partai tinggal mengarahkan agar sejalan dengan visi dan misi partai

  3. Harapanku Pemilu 2009 nanti PBB bisa berhasil mengantarkan kadernya memimpin negeri ini untuk perubahan

  4. rekrutmen bagi pengurus dan calon legislatif partai seharusnya memang dibuka seluas – luasnya tapi komitmen untuk memperjuangkan partai dengan ciri dan visi misinya harus menjadi acuan dan pertimbangan karena salah rekrut jadinya partai malah akan kedodoran

  5. PBB di aceh alhamdulillah bisa merebut simpati kalangan pemilu pemula pada 2004 yang lalu, PBB kini tetap partainya anak muda karena itu perlu diperbanyak kader partai dan caleg dari tokoh pemuda

  6. Selamat Berjuang Wahai Saudara ku…

  7. teruskan perjuangan mu PBB, aku perwakilan purwakarta mendukung mu

  8. Persetan dengan NU, Muhamadiyah, Persis, dan lain-lain, yang penting kita bersatu, seperti pesan Usman ibn afan”jangan terpecah belah umatku” . mereka tidak salah karena mereka satu idiologi berdeda pada ritual, jika beda idiologi mereka itu salah seperti Ahmadiyah. ahmaddiyah itu sama ritual beda idiologi maka harus bubarkan jika tidak lambat laun pasti kudeta pada negara, SBY pasti jadi sasarannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: