Partai Lain Sibuk Rekrut Artis, Partai Bulan Bintang Istiqomah Siapkan Kader Partai, Ulama Dan Tokoh Ormas Sebagai Vote Getter

Bismillahirrahmanirrahiim

Akhir-akhir ini Partai-partai makin sibuk dan gencar berburu artis demi mendongkrak popularitas partai mereka menjelang Pemilu 2009 yang kian dekat, fenomena beberapa artis yang sukses merambah politik menjadi referensi untuk meningkatkan popularitas partai secara instan. Tidak hanya partai baru yang tergoda untuk meminang artis sebagai calon legislatif melainkan juga partai-partai lama yang berdiri sejak masa orde baru. Sesungguhnya mengusung artis dalam dunia politik praktis ibarat pisau bermata dua, disatu sisi hal ini berpotensi untuk menggeser kader-kader partai yang meniti karir politik dari bawah, di sisi yang lain secara tidak langsung menunjukkan mandeg dan tidak berjalannya kaderisasi dalam tubuh partai alias gagalnya partai dalam melahirkan kader-kader yang dikenal oleh masyarakat pemilih.

Dari sinilah kita sebenarnya perlu obyektif menilai bahwa merekrut artis kedalam partai politik tidak selamanya positif terbukti beberapa artis yang sudah meraih tempat istimewa dalam kepengurusan partai politik sebut saja Marisa Haque, Gusti Randa dan Rike Dyah Pitaloka yang justru dengan mudahnya keluar dari partainya yang terdahulu.

Partai Bulan Bintang sebagai media perjuangan idealisme yang berorientasi keislaman, kebangsaan dan kerakyatan senantiasa istiqomah mengedepankan visi, misi dan strategi perjuangan partai yang harus sepenuhnya dipahami oleh setiap kader partai.

Dalam menghadapi Pemilu 2009 pada 9 April mendatang PBB tetap memprioritaskan kader-kader terbaik partai sebagai calon legislatif dan Sebagai Partai Politik Islam yang kelahirannya dibidani oleh 22 ormas keagamaan di tanah air PBB juga mengedepankan peran ulama dan tokoh – tokoh ormas sebagai vote getter yang diharapkan bisa menjadi pendulang suara yang efektif.

Sejak awal kelahirannya PBB memang senantiasa di back-up oleh para ulama dan tokoh ormas, keputusan – keputusan penting dan strategis yang diambil oleh partai senantiasa berpijak pada tausyiah dan pandangan – pandangan ulama dan tokoh ormas terlebih jika itu menyangkut urusan dan permasalahan ummat. Dalam hal ini partai senantiasa mendengar dan mengikuti (Sami’na wa atho’na) atas tausyiah yang diberikan oleh para ulama pemandu ummat.

Semoga langkah PBB yang istiqomah mengedepankan ulama dan tokoh ormas sebagai vote getter pada pemilu 2009 mendatang adalah sebuah langkah yang didukung oleh ummat dan mendapatkan Ridho Allah SWT.

(Ditulis oleh Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media)

Iklan

Melihat Dari Dekat Calon Presiden Alternatif untuk Rakyat

Bismillahirrahmanirrahiim

Beberapa kali di layar kaca kader Partai Bulan Bintang tampil untuk mensosialisasikan visi, misi dan program perjuangan partai serta dalam rangka lebih mendekatkan partai kepada masyarakat sebagai pendukung dan pemilih. Setelah Bang Dr. H Ali Mochtar Ngabalin, MSi tampil dalam debat di TV One seputar penerapan syariat Islam dengan Prof. Dr. Thamrin Amal Tamagola, selanjutnya giliran Bang Yusril Ihza Mahendra yang terlibat debat publik dengan cendikiawan muslim asal PKB Muslim Abdurrahman dan Bang Hamdan Zoelva yang juga berdebat pada sesi berikutnya dengan juru bicara dari Jaringan Islam Liberal (JIL). Kemunculan Representasi dari Partai Bulan Bintang pada beberapa debat publik tersebut memiliki kesan tersendiri mengingat Banyak sesuatu yang baru dan menarik yang bisa diketahui masyarakat seputar isu syariat islam yang terlanjur melekat dan dilekatkan kepada PBB bahwa ternyata Perjuangan Syariat Islam oleh PBB adalah perjuangan damai dan konstitusional tanpa niat untuk menanggalkan pancasila dan merobohkan NKRI sebagaimana tudingan tak berdasar dari banyak pihak dengan serangan-serangan black kampanye-nya di berbagai kesempatan dan diberbagai media.

Setelah secara resmi Partai Bulan Bintang memajukan Bang Yusril Ihza Mahendra sebagai Capres maka berbagai gerakan sosialisasi dilakukan dan diantaranya dengan tampilnya Capres dari PBB di beberapa program tv pemilu seperti The Candidate di Metro TV dan Presiden Alternatif di Layar SCTV.

Berikut ini adalah tayangan untuk melihat lebih dekat calon presiden alternatif untuk rakyat yang ditayangkan dalam salah satu program SCTV

Bagian 1 : Capres Alternatif : Yusril Ihza Mahendra – Rizal Malarangeng

Bagian 2 : Capres Alternatif : Yusril Ihza Mahendra – Rizal Malarangeng

Semoga tayangan diatas bisa lebih mendekatkan masyarakat kepada kandidat presiden, sehingga masyarakat nantinya tidak akan lagi salah menjatuhkan Pilihan.   (Wallahu A’lam)

(Ditulis Oleh Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media)