MUHAMMAD TONAS, SE Berikhtiar Membangun SUMATERA BARAT dengan Semangat BARU

<<Muhammad Tonas, SE – Jujur dan Amanah>>

Muhammad Tonas, SE yang lahir pada 13 Maret 1967 merupakan putera asli Minangkabau dari ibu yang berasal dari Sulit Air, Solok dan bapak yang berasal daru sianok, Bukittinggi. Menyelesaikan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, Jakarta dan aktif dalam berbagai kegiatan Kemahasiswaan, baik di dalam maupun di luar kampus, khususnya di HMI Cab. Jakarta.

Ikut mendirikan Partai Bulan Bintang dan aktif sebagai pengurus DPP Partai Bulan Bintang sebagai sekretaris Departemen (1998-2000), Wakil Bendahara Umum (2000-2005) dan salah seorang ketua DPP PBB periode 2005-2010. Pada pemilihan umun 2004, mendapat amanah dari rakyat untuk berkiprah di DPR RI dari daerah pemilihan propinsi Riau.
Berkiprah di Komisi VI DPR RI yang membidangi masalah-masalah perindustrian, perdagangan, koperasi dan UKM, Investasi serta BUMN. Dikenal sebagai politisi bersih, jujur dan amanah yang suka berbicara apa adanya membuatnya disegani baik oleh kawan sesama anggota parlemen maupun mitra kerjanya dari pemerintah. Sebagai anggota panitia Anggaran DPR RI, Muhammad Tonas, SE juga dikenal sebagai politisi yang konsisten menuntut peningkatan anggaran pembangunan di daerah dan juga perimbangan anggaran keuangan antara Pusat dan Daerah.

Beristerikan putri Minang dari kanagarian yang sama, yakni Sulit Air – Solok, kini telah dikarunia 3 orang putera puteri, Selain itu pribadi yang saat ini duduk sebagai Komisaris Utama PT. Indobagus Lestari juga dikenal sebagai pribadi dermawan dan aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Pada saat ini berbekal pengetahuan dan pengalaman, berhasrat untuk ikut membangun ranah Minang tercinta.

Takilan dimato nak mancaliakkan
Taraso dihati nak manyampaikan
Mukasuik nak manatap di kampuang
Basamo-samo mambangun nagari

(27-02-2010)

Mari suarakan dukungan kita dengan bergabung dengan Grup “MUHAMMAD TONAS, SE Berikhtiar Membangun SUMATERA BARAT dengan Semangat BARU” melalui link berikut : http://www.facebook.com/group.php?gid=333917076846&ref=mf

Semoga Bermanfaat !

Sumber : http://www.facebook.com/photo.php?pid=87601&id=100000615428785

Petikan Puisi "HATI NURANI UMAT" untuk Buya Mohammad Natsir

Petikan puisi dibawah ini berawal dari buku pesan antar generasi yang di sunting oleh Ahmad Watik Pratiknya untuk Muhammad Natsir dalam rangka tasyakur usia 80 beliau, adapun petikan puisinya secara lengkap adalah sebagai berikut :

HATI NURANI UMAT

Ayah
Pada hari dasa-windumu ini
Tiada persembahan
Kecuali do’aku pada-Nya:
Semoga kau tetap bersama kami
membimbing, mengayomi kami
semoga senantiasa berada di tengah kami
dengan senyumnya yang sejuk
dengan nasehatmu yang bijak
dengan segala kesederhanaanmu
dengan semangat juangmu nan tak pernah padam

Ayah

Pada hari yang penuh kesyukuran ini
Kuingat ungkapan sahabatmu yang telah tiada
ia sebut kau “hati nurani umat”

Yang benar kau adalah hati nurani kami!
kau adalah mata hati kami!

Ayah
Tidak kau sukai segala gelar dan tanda jasa
Semua atribut fana terbungkus rapi
dalam ikhlas amal juangmu
Kau niatkan semua
sebagai amal ibadahmu

Tapi ayah
Kau mesti terima yang satu ini
Karena bukan kami yang memberi
bukan umatmu yang meminta
Tapi kau sendirilah yang membina

Binaan teguh akidah
Khusu’ ibadah
mulia akhlak

Kau sendiri yang mengukir dalam sejarah
ukiran juang nan istiqomah
ukiran kepemimpinanmu
gagasan keperjuanganmu
dan ketulusikhlasanmu

Ya… kaulah si “hati nurani umat”

Ayah
Di hari dasa-windumu ini,
tiada janjiku kecuali pintaku
Kerna betapa kecil kami
Di selebar kepakan sayapmu:
hati nurani umat
mata hati umat!

Pintaku adalah do’amu:
agar kepakan sayapku
mengarah ke tongkatmu
menggenggam kilau sejarahmu:
hati nurani umat
mata hati umat!

Amin, ya Robbal ‘Alamin

Yogyakarta, di hari kelahiranmu 1988
Ananda

Wacana Revitalisasi : Menggerakkan organ-organ Partai Bulan Bintang secara dinamis untuk menduplikasikan kader dan pemilih ideologis

Bismillahirrahmanirrahiim,

Diakui atau tidak, Kiprah Badan Otonomi Partai selama ini masih perlu terus didorong serta dipacu agar keberadaannya menjadi lebih dikenal serta dirasakan manfaatnya ditengah-tengah masyarakat.

Terkait Penguatan Badan Otonomi dan Organ eksternal/non struktural Partai ini kiranya kita perlu belajar banyak dari PKI dengan kepanjangan tangannya yang mampu bergerak dinamis dan efektif dalam menggelembungkan suara PKI pada pemilu 1955 walhasil PKI yang diprediksi hancur pasca pupusnya pemberontakan madiun 1948 justru secara mengejutkan mampu bangkit dan menjadi kekuatan politik yang besar hanya dalam tempo 7 tahun bahkan pada periode 60-an PKI mampu meraih vitalitas politik di hampir semua lini di lingkaran kekuasaan.

Meskipun PKI dikenal atheis dan progresif anarkis dalam pergerakannya namun harus diakui bahwa PKI berhasil mengangkat dan mengelola isu – isu kerakyatan, ketimpangan ekonomi dan kemelaratan yang dikemas menjadi aksi nyata dan propaganda yang dijalankan efektif oleh Organisasi-organisasi underbow-nya seperti BTI (Barisan Tani Indonesia), PR (Pemuda Rakyat), Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia), Lekkra (Lembaga Kesenian dan Kebudayaan Rakyat) dan banyak organisasi bentukannya yang tanpa bentuk (OTB). Kaderisasi sistem sel yang dijalankan dimasing-masing sektor secara fokus melalui berbagai underbouw secara sistematis telah mampu menduplikasikan jumlah kader dan pemilih ideologis secara signifikan sehingga jika saja pada periode 60-an Pemilu jadi dilaksanakan niscaya PKI akan menjadi pesaing terkuat dari Partai Masyumi.

Hanya dengan geliat dinamis organ-organ partai struktural dan non struktural niscaya partai tidak lagi terjebak dalam sebuah siklus lima tahunan kampanye melainkan denyut nadi pergerakannya akan terus berjalan dan terasa disetiap waktu…Wallahua’lam

Lambang dan Makna Lambang Laskar Hijau Bulan Bintang Laskar Hijau Pejuang Syariah (LHPBB)

Bismillahirrahmanirrahiim,

MAKNA LAMBANG LASKAR HIJAU LANTANG (LHPBB)

1. Lambang Laskar Hijau Lantang  adalah tanda pengenal yang melambangkan  sifat, keadaan, nilai dan tujuan laskar hijau  lantang  dengan ikhtiar nyata melalui pergerakan pena dan media. (Kreasi Lambang dan Makna Lambang oleh Agung Arifudin dan Badrut Tamam Gaffas)

2. Lambang Laskar Hijau Lantang terdiri atas :
* a.Bulan Bintang Berwarna Kuning Keemasan
* b.Pena Merah bergaris luar Putih

* c.Mata Pena hitam putih
* d. Lingkaran segitiga berwarna hitam dengan dasar hijau

* e. Pita Merah bertuliskan LASKAR HIJAU

3. Makna Lambang

* a.Bulan Bintang berwarna kuning keemasan sebagai lambang perjuangan umat islam yang mencita-citakan “Izzul Islam Wal Muslimin”

* b.Pena Merah bergaris luar putih melambangkan Komitmen Laskar Hijau untuk Berani Bersuara Lantang  melalui gerakan pena/media untuk mewacanakan Perjuangan Syariah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

* c.Mata Pena berwarna Hitam Putih menunjukkan batas-batas nilai yang tegas dalam menyuarakan kebenaran berlandaskan hadist “Kulil Haqqa Walau Kaana Murran”

* d. Lingkaran segitiga berwarna hitam dengan dasar hijau melambangkan Laskar Hijau sebagai sebuah gerakan yang dinamis dan senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai Islam yang sejuk dan damai “Rahmatan Lil Alamin”

* e. Pita Merah betuliskan LASKAR HIJAU menunjukkan nama yang dipergunakan sebagai identitas gerakan ini.

Nasrun Minallah Wa Fathun Qariib…Fastabikul Khoirot

Surat Terbuka buat Pak Kaban : PAK MSK SUDAHLAH…

Bismillahirrahmanirrahiim,

PAK MSK SUDAHLAH…ENGKAU SUDAH TERLIHAT LELAH….

Perbedaan adalah rahmat dan ada banyak anugerah Alloh yg tidak patut kita ingkari, ada terbentang banyak jalan dan media bagi gerak perjuangan ini, laskar hijau bulan bintang yg selama ini dibangun oleh kekuatan non struktural partai adalah juga media perjuangan yg mulai menguat serta mendapat apresiasi dukungan dari banyak kader didaerah

agar senantiasa konsisten dan lantang bersuara dalam perjuangan pena dan media…

Satu suara lantang dari kami : Pak Kaban (MSK) beserta jajaran pendukungnya buatlah sejarah dengan senantiasa berkaca pada mentalitas para mentor Masyumi, lahirkan perubahan dgn memberi estafet kepemimpinan di tangan kader-kader yang kuat dan amanat, jangan paksakan diri untuk maju dan mencalonkan lagi…karena pada lisan anda terkandung suara perubahan karenanya sedialah mundur dari sekarang biarkan iklim kompetisi muktamar 3 nanti kian atraktif dengan lahirnya kompetisi demokrasi yg cantik dan elegan bagi lahirnya sebuah perubahan menuju Partai Bulan Bintang yang lebih baik di masa depan….Wallahua’lam

Publish di FB oleh Laskar Hijau Lantang

Diskusi Refleksi Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir

Karakter Mohammad Natsir bisa dijadikan teladan bagi pemimpin-pemimpin masa kini” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika memberikan kata sambutan dalam acara Peringatan Seabad M. Natsir, Diskusi Refleksi Pemikiran dan Perjuangannya, di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa 15 Juli 2008. Wapres yang juga Ketua Kehormatan Panitia Seabad M. Natsir menegaskan karakter Mohammad Natsir yang tidak menjadikan perbedaan pandangan menjadi perbedaan pribadi bisa menjadi teladan. Untuk itu masyarakat Indonesia agar menjadikan tokoh besar ini sebagai panutan dan contoh pemimpin yang demokratis.”Tokoh seperti M. Natsir jarang ditemukan sekarang. Kita punya enam presiden, di antara presiden itu tidak saling omong, ” kata Wapres berseloroh. Wapres juga mengatakan seandainya saat itu sudah ada Mahkamah Konstitusi maka tak akan ada PRRI (Pemerintah Revolusioner RI), karena saat itu Soekarno melanggar konstitusi tetapi tak ada yang bisa mengatakan dia melanggar konstitusi.

Dengan Host sejarawan Prof. Dr. Taufik Abdullah, diskusi yang mengusung tema Kedudukan M. Natsir dalam sejarah NKRI menampilkan Prof Dr. Burhan D. Magenda (Topik Peranan Politik M. Natsir), Prof. Dr. Anhar Gonggong (M. Natsir Dalam Sejarah NKRI), Sabam Sirait (Kontribusi M. Natsir dalam Parlemen R.I), Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra (Perjuangan M. Natsir dalam Pandangan Konstitusi) serta Prof. Dr. Malik Fadjar (Kontribusi M. Natsir di Bidang Pendidikan). Acara dihadiri keluarga besar M. Natsir dan tokoh-tokoh politik, dakwah dan partai serta ormas-ormas Islam.

Burhan D. Magenda mengutarakan peran politik Natsir ketika Orde Lama, kiprah Natsir sebagai Ketua Masyumi menggalang kekuatan pro-konstitusi Islam di parlemen, kemudian ketika Indonesia terancam perpecahan, Natsir mengarsiteki Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Mosi Integral yang terkenal itu. Burhan juga menuturkan kekecewaan Natsir terhadap sikap politik Soekarno yang menyebabkan Natsir ’Ikut PRRI’.

Sementara itu, sejarawan Prof Dr Anhar Gonggong mengatakan, para politikus sekarang ini seharusnya memperhatikan etika politik, sebagaimana yang dilakukan M. Natsir. Sebab jika melalaikan etika, Indonesia bisa mengalami kehancuran seperti kekuasaan Turki Otoman di masa lalu. Namun Anhar yang pernah menjadi anggota tim penyeleksi pahlawan nasional mengungkapkan, masalah belum diangkatnya M. Natsir sebagai pahlawan nasional, karena dia dipandang mempunyai masalah keterlibatan pada Republik Pemerintahan Islam, setelah kegagalan PRRI. “Seharusnya dalam acara ini tentara juga menjadi pembicara. Karena masalah RPI bagi tentara adalah pemberontak. Dan RPI itu cita-cita yang rapuh, ” kata Anhar yang menilai keterlibatan Natsir dalam PRRI adalah Tragedi.

Banyak pertanyaan mencuat kenapa seorang demokrat sekelas Natsir bisa terlibat tragedi PRRI. Rata-rata pembicara menjelaskan secara umum bahwa keterlibatan Natsir dalam PRRI karena Presiden Soekarno sudah terlibat sangat dalam dengan Komunis, dan pemerintahan Pusat terlalu menindas pemerintah Daerah, oleh sebab itu muncul PRRI / permesta. Namun kemudian muncul penjelasan langka dari Des Alwi tokoh wartawan kawakan, yang menjelaskan bahwa ia mempunyai pengalaman berjumpa dengan Natsir dalam perjalanan kapal penyeberangan di Merak. Des Alwi menjelaskan, –”Waktu itu pak Natsir mengatakan, kalau masih di Jakarta, pak Natsir akan ditangkap Soekarno. Saya tak mau ditangkap seperti yang lainnya, maka saya pergi dari Jakarta ke Sumatera” kata Des Alwi mengutip Pak Natsir. Des menegaskan ia mempunyai daftar 1000 orang lebih yang telah dan akan ditangkap Soekarno pada waktu itu.

Sabam Sirait, tokoh Kristen aktivis PDIP menjadi pembicara selanjutnya. Sabam menilai setuju M. Natsir mendapat gelar pahlawan nasional. Ia bahkan menyayangkan kenapa gelar pahlawan nasional harus terlebih dahulu mesti diperjuangkan seperti ini : ”Harusnya negara / Pemerintah sudah bisa menilai sendiri bagaimana nilai-nilai perjuangan seorang Natsir.” ujar Sabam. Dijelaskannya, M Natsir sebagai sosok politikus Masyumi yang jujur dan sederhana. M Natsir juga dikenal tidak pernah menempuh kekerasan dalam menyelesaikan masalah.

Senada dengan Sabam, mantan Menkum HAM Yusril Ihza Mahendra juga berpendapat senada. Menurutnya Natsir adalah tokoh pergerakan Islam. “M Natsir berhak mendapatkan gelar Bapak pergerakan Islam modern, ” kata Yusril.

Dalam acara diskusi tersebut juga ditampilkan pameran buku karya M. Natsir dan foto-foto dalam berbagai even perjuangan tokoh yang pernah menjabat Ketua Umum dan pendiri Dewan Dakwah Islamiyah sejak tahun 1967 sampai 1993. (msa).

Sumber :
Kenangan Seabad Buya Mohammad Natsir, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, 17 Juli 2008, http://www.dewandakwah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=77&Itemid=30

Jelang Muktamar 3 PBB : Prof. Yusril Dorong Kader-kader Terbaik untuk memimpin Partai Bulan Bintang

Bismillahirrahmanirrahiim.

SURABAYA – Mantan Menkum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra  sudah tak berminat lagi ikut bursa pemilihan ketua umum DPP PBB periode 2010-2015. Setelah pernah menjabat ketua umum di partai itu, dia merasa lebih menikmati perannya di dewan syura.

“Muktamar kedua di Surabaya lima tahun lalu saya sudah menolak dipilih lagi, berarti untuk tahun ini saya jelas juga menolaknya,” tegas Yusril, ketika di sela-sela Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PBB Jatim di Asrama Haji Sukolilo, Minggu (31/1).

Pemilihan ketua umum menjadi agenda utama dalam muktamar ketiga yang digelar 23-26 April mendatang di Medan, Sumatera Utara. Muktamar adalah kegiatan rutin lima tahunan yang sudah diatur dalam AD/ART partai.

Yusril mengatakan, pihaknya lebih siap menjadi dewan syura atau penasihat partai dibandingkan menjabat kusri kepemimpinan partainya.

Sementara itu, Ketua DPW PBB Jatim terpilih Sudarno Hadi mengaku pihaknya belum menentukan nama calon yang akan didukung dalam muktamar mendatang. Sampai saat ini, DPW PBB hanya mengeluarkan kriteria dan belum menyinggung nama calon.

”Kita hanya mengeluarkan kriterianya dulu, antara lain sesuai aturan AD/ART dan tidak pernah mengalami cacat hukum. Itu yang paling utama,” terangnya.

Sumber Berita : Surabaya Post

Judul Asli : Yusril Enggan Jadi Ketum