MUHAMMAD TONAS, SE Berikhtiar Membangun SUMATERA BARAT dengan Semangat BARU

<<Muhammad Tonas, SE – Jujur dan Amanah>>

Muhammad Tonas, SE yang lahir pada 13 Maret 1967 merupakan putera asli Minangkabau dari ibu yang berasal dari Sulit Air, Solok dan bapak yang berasal daru sianok, Bukittinggi. Menyelesaikan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, Jakarta dan aktif dalam berbagai kegiatan Kemahasiswaan, baik di dalam maupun di luar kampus, khususnya di HMI Cab. Jakarta.

Ikut mendirikan Partai Bulan Bintang dan aktif sebagai pengurus DPP Partai Bulan Bintang sebagai sekretaris Departemen (1998-2000), Wakil Bendahara Umum (2000-2005) dan salah seorang ketua DPP PBB periode 2005-2010. Pada pemilihan umun 2004, mendapat amanah dari rakyat untuk berkiprah di DPR RI dari daerah pemilihan propinsi Riau.
Berkiprah di Komisi VI DPR RI yang membidangi masalah-masalah perindustrian, perdagangan, koperasi dan UKM, Investasi serta BUMN. Dikenal sebagai politisi bersih, jujur dan amanah yang suka berbicara apa adanya membuatnya disegani baik oleh kawan sesama anggota parlemen maupun mitra kerjanya dari pemerintah. Sebagai anggota panitia Anggaran DPR RI, Muhammad Tonas, SE juga dikenal sebagai politisi yang konsisten menuntut peningkatan anggaran pembangunan di daerah dan juga perimbangan anggaran keuangan antara Pusat dan Daerah.

Beristerikan putri Minang dari kanagarian yang sama, yakni Sulit Air – Solok, kini telah dikarunia 3 orang putera puteri, Selain itu pribadi yang saat ini duduk sebagai Komisaris Utama PT. Indobagus Lestari juga dikenal sebagai pribadi dermawan dan aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Pada saat ini berbekal pengetahuan dan pengalaman, berhasrat untuk ikut membangun ranah Minang tercinta.

Takilan dimato nak mancaliakkan
Taraso dihati nak manyampaikan
Mukasuik nak manatap di kampuang
Basamo-samo mambangun nagari

(27-02-2010)

Mari suarakan dukungan kita dengan bergabung dengan Grup “MUHAMMAD TONAS, SE Berikhtiar Membangun SUMATERA BARAT dengan Semangat BARU” melalui link berikut : http://www.facebook.com/group.php?gid=333917076846&ref=mf

Semoga Bermanfaat !

Sumber : http://www.facebook.com/photo.php?pid=87601&id=100000615428785

Wacana Revitalisasi : Menggerakkan organ-organ Partai Bulan Bintang secara dinamis untuk menduplikasikan kader dan pemilih ideologis

Bismillahirrahmanirrahiim,

Diakui atau tidak, Kiprah Badan Otonomi Partai selama ini masih perlu terus didorong serta dipacu agar keberadaannya menjadi lebih dikenal serta dirasakan manfaatnya ditengah-tengah masyarakat.

Terkait Penguatan Badan Otonomi dan Organ eksternal/non struktural Partai ini kiranya kita perlu belajar banyak dari PKI dengan kepanjangan tangannya yang mampu bergerak dinamis dan efektif dalam menggelembungkan suara PKI pada pemilu 1955 walhasil PKI yang diprediksi hancur pasca pupusnya pemberontakan madiun 1948 justru secara mengejutkan mampu bangkit dan menjadi kekuatan politik yang besar hanya dalam tempo 7 tahun bahkan pada periode 60-an PKI mampu meraih vitalitas politik di hampir semua lini di lingkaran kekuasaan.

Meskipun PKI dikenal atheis dan progresif anarkis dalam pergerakannya namun harus diakui bahwa PKI berhasil mengangkat dan mengelola isu – isu kerakyatan, ketimpangan ekonomi dan kemelaratan yang dikemas menjadi aksi nyata dan propaganda yang dijalankan efektif oleh Organisasi-organisasi underbow-nya seperti BTI (Barisan Tani Indonesia), PR (Pemuda Rakyat), Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia), Lekkra (Lembaga Kesenian dan Kebudayaan Rakyat) dan banyak organisasi bentukannya yang tanpa bentuk (OTB). Kaderisasi sistem sel yang dijalankan dimasing-masing sektor secara fokus melalui berbagai underbouw secara sistematis telah mampu menduplikasikan jumlah kader dan pemilih ideologis secara signifikan sehingga jika saja pada periode 60-an Pemilu jadi dilaksanakan niscaya PKI akan menjadi pesaing terkuat dari Partai Masyumi.

Hanya dengan geliat dinamis organ-organ partai struktural dan non struktural niscaya partai tidak lagi terjebak dalam sebuah siklus lima tahunan kampanye melainkan denyut nadi pergerakannya akan terus berjalan dan terasa disetiap waktu…Wallahua’lam

Lambang dan Makna Lambang Laskar Hijau Bulan Bintang Laskar Hijau Pejuang Syariah (LHPBB)

Bismillahirrahmanirrahiim,

MAKNA LAMBANG LASKAR HIJAU LANTANG (LHPBB)

1. Lambang Laskar Hijau Lantang  adalah tanda pengenal yang melambangkan  sifat, keadaan, nilai dan tujuan laskar hijau  lantang  dengan ikhtiar nyata melalui pergerakan pena dan media. (Kreasi Lambang dan Makna Lambang oleh Agung Arifudin dan Badrut Tamam Gaffas)

2. Lambang Laskar Hijau Lantang terdiri atas :
* a.Bulan Bintang Berwarna Kuning Keemasan
* b.Pena Merah bergaris luar Putih

* c.Mata Pena hitam putih
* d. Lingkaran segitiga berwarna hitam dengan dasar hijau

* e. Pita Merah bertuliskan LASKAR HIJAU

3. Makna Lambang

* a.Bulan Bintang berwarna kuning keemasan sebagai lambang perjuangan umat islam yang mencita-citakan “Izzul Islam Wal Muslimin”

* b.Pena Merah bergaris luar putih melambangkan Komitmen Laskar Hijau untuk Berani Bersuara Lantang  melalui gerakan pena/media untuk mewacanakan Perjuangan Syariah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

* c.Mata Pena berwarna Hitam Putih menunjukkan batas-batas nilai yang tegas dalam menyuarakan kebenaran berlandaskan hadist “Kulil Haqqa Walau Kaana Murran”

* d. Lingkaran segitiga berwarna hitam dengan dasar hijau melambangkan Laskar Hijau sebagai sebuah gerakan yang dinamis dan senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai Islam yang sejuk dan damai “Rahmatan Lil Alamin”

* e. Pita Merah betuliskan LASKAR HIJAU menunjukkan nama yang dipergunakan sebagai identitas gerakan ini.

Nasrun Minallah Wa Fathun Qariib…Fastabikul Khoirot

Surat Terbuka buat Pak Kaban : PAK MSK SUDAHLAH…

Bismillahirrahmanirrahiim,

PAK MSK SUDAHLAH…ENGKAU SUDAH TERLIHAT LELAH….

Perbedaan adalah rahmat dan ada banyak anugerah Alloh yg tidak patut kita ingkari, ada terbentang banyak jalan dan media bagi gerak perjuangan ini, laskar hijau bulan bintang yg selama ini dibangun oleh kekuatan non struktural partai adalah juga media perjuangan yg mulai menguat serta mendapat apresiasi dukungan dari banyak kader didaerah

agar senantiasa konsisten dan lantang bersuara dalam perjuangan pena dan media…

Satu suara lantang dari kami : Pak Kaban (MSK) beserta jajaran pendukungnya buatlah sejarah dengan senantiasa berkaca pada mentalitas para mentor Masyumi, lahirkan perubahan dgn memberi estafet kepemimpinan di tangan kader-kader yang kuat dan amanat, jangan paksakan diri untuk maju dan mencalonkan lagi…karena pada lisan anda terkandung suara perubahan karenanya sedialah mundur dari sekarang biarkan iklim kompetisi muktamar 3 nanti kian atraktif dengan lahirnya kompetisi demokrasi yg cantik dan elegan bagi lahirnya sebuah perubahan menuju Partai Bulan Bintang yang lebih baik di masa depan….Wallahua’lam

Publish di FB oleh Laskar Hijau Lantang

Jelang Muktamar 3 PBB : Prof. Yusril Dorong Kader-kader Terbaik untuk memimpin Partai Bulan Bintang

Bismillahirrahmanirrahiim.

SURABAYA – Mantan Menkum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra  sudah tak berminat lagi ikut bursa pemilihan ketua umum DPP PBB periode 2010-2015. Setelah pernah menjabat ketua umum di partai itu, dia merasa lebih menikmati perannya di dewan syura.

“Muktamar kedua di Surabaya lima tahun lalu saya sudah menolak dipilih lagi, berarti untuk tahun ini saya jelas juga menolaknya,” tegas Yusril, ketika di sela-sela Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PBB Jatim di Asrama Haji Sukolilo, Minggu (31/1).

Pemilihan ketua umum menjadi agenda utama dalam muktamar ketiga yang digelar 23-26 April mendatang di Medan, Sumatera Utara. Muktamar adalah kegiatan rutin lima tahunan yang sudah diatur dalam AD/ART partai.

Yusril mengatakan, pihaknya lebih siap menjadi dewan syura atau penasihat partai dibandingkan menjabat kusri kepemimpinan partainya.

Sementara itu, Ketua DPW PBB Jatim terpilih Sudarno Hadi mengaku pihaknya belum menentukan nama calon yang akan didukung dalam muktamar mendatang. Sampai saat ini, DPW PBB hanya mengeluarkan kriteria dan belum menyinggung nama calon.

”Kita hanya mengeluarkan kriterianya dulu, antara lain sesuai aturan AD/ART dan tidak pernah mengalami cacat hukum. Itu yang paling utama,” terangnya.

Sumber Berita : Surabaya Post

Judul Asli : Yusril Enggan Jadi Ketum

SESUDAH DIPOTONG MAKIN BERCABANG | sebuah inspirasi perjuangan

Bismillahirrahmanirrahiim,

Secarik kertas bertuliskan “Sesudah dipotong makin bercabang” menjadi buah goresan pena yang seringkali diselipkan dari balik dinding tahanan semasa Buya M Natsir menjalani Karantina Politik di Batu Malang pada tahun 1963. “Sesudah dipotong makin bercabang” boleh jadi adalah kalimat sederhana namun hakikatnya mengandung spirit yang luarbiasa.

Saya pernah membaca Biografi KH Misbach, secara tidak langsung terungkap betapa besarnya pengaruh kalimat sederhana tersebut.
Pada Periode itu para pemimpin ummat banyak yang harus mendiami rumah tahanan yang tersebar di Batu Malang, Ambarawa, atau Wisma Keagungan di Jakarta. Penahanan tersebut ternyata berdampak luarbiasa bagi pergerakan karena setiap gerak-gerik dimata-matai sementara rongrongan PKI terasa kian menguatkan cengkeramannya hingga di pusat kekuasaan.

KH Misbach dan generasi pemandu umat seangkatannya memaknai pesan Buya M Natsir tersebut sebagai momentum untuk tampil kemuka. Ditengah umat yang saat itu menjadi sasaran utama agitasi, adu domba dan tindak anarki dari kekuatan merah yang berupaya terus menerus memprovokasi agar umat islam makin “merasa” terpinggirkan dan “terpancing” untuk bergesekan dengan pemerintah sehingga dengan mudah PKI menjadi pemantik api dan meraih keuntungan politik dari peristiwa ini.

Tausyiah Buya Natsir kepada KH Misbach adalah amanat untuk menghimpunkan kader umat yang cerai berai dan kesulitan bergerak lantaran terus-menerus dimata-matai oleh Badan Pusat Intelijen (BPI) yang pro PKI, saat itu ada kebuntuan komunikasi antara Pengurus Masyumi dan GPII dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jogjakarta.
KH Misbach segera merealisasikan konsolidasi dengan kamuflase pernikahan adik Kiai Chumaidi Jombang dengan seorang pemuda GPII asal Jawa Tengah.
Acara dikemas rapi dan pertemuan keluarga pihak mempelai tidak lain adalah para tokoh Masyumi dan GPII sejumlah sekitar 15 orang dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jogjakarta.
Acara inti adalah mendengarkan tausyiah Pak Natsir yang ada di tahanan Batu Malang yang disampaikan oleh KH Misbach antara lain :

  1. Melakukan hubungan yang kompak antara kader umat di Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan membentuk poros Surabaya – Solo
  2. Hubungan yang dilakukan kedua Propinsi Jangan Sampai Putus
  3. Tegakkan selalu yang menjadi kehendak kita yaitu menegakkan Syariat Islam orang seorang, kepada umat, masyarakat maupun terhadap negara RI.
  4. Gunakanlah selalu daya upaya untuk memperkuat silaturrahmi seerat-eratnya
  5. Jangan lupa setiap malam sunyi untuk bertaqorrub kepada Allah.

Sementara itu Serangkaian tindakan anarkisme PKI di Jawa Timur bermuara pada penculikan tokoh masyarakat yang sebagian diantaranya adalah kyai/ulama, pengrusakan sejumlah tempat ibadah dan pelecehan Kitab Suci Al Qur’an sebagaimana peristiwa Kanigoro alias Kanigoro Affair.

“Saat itu ratusan anggota PII (Pelajar Islam Indonesia) dari seluruh daerah di Jawa Timur yang sedang mengikuti Mental Training di Masjid At Taqwa, usai salat subuh tiba-tiba datang segerombolan orang berpakaian hitam-hitam menyerang, mereka adalah aktivis dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) berpakaian hitam-hitam dengan jumlah ribuan orang langsung menyeruak ke dalam masjid membubarkan acara PII tersebut. Pelajar yang berjumlah 120-an orang itupun hanya lunglai getir tak kuasa melawan. Dengan kaki kotor bekas lumpur sawah mereka menginjak-injak masjid, menjarah barang-barang, mengobrak-abrik dokumen-dokumen penting, dan mensobek-sobek al-Qur’an.

Shubuh itu pun segera berubah menjadi pagi kelabu. Dengan sangat keji masa komunis menangkap dan mengikat para pemuda PII. KH. Jauhari – ayahanda Gus Maksum Lirboyo yang saat itu ikut serta juga sempat dipukul dan diludahi. Jerit tangis pun menyeruak seketika dari ruang asrama putri. Orang-orang komunis secara beringas melakukan pelecehan seksual terhadap kader-kader perempuan PII.
Dengan tangan terikat antara satu dengan yang lainnya, mereka digelandang ke kantor kecamatan dan kantor polisi, melewati rute panjang area persawahan. Sepanjang perjalanan, mereka dibombardir dengan teror dan caci maki. Dengan suara memekakkan orang-orang komunis itu berteriak: Inilah antek-antek Nekolim. Inilah antek-antek Masyumi. Ayo bunuh saja! Utang kita di Madiun, utang kita di Jombang, bayar saja sekarang. Mari kita tuntaskan dendam luka lama. Kita habisi saja mereka sekarang! Dan Memang para pelajar itu mengalami penyiksaan hebat dan bahkan beberapa diantaranya syahid dalam peristiwa tersebut.
(Petikan Kesaksian Bapak Moh. Ibrahim Rais)

Saat peristiwa itu terjadi, PKI telah menguasai seluruh pelosok Kediri, bahkan pejabat pemerintahan, kepolisian, dan tentara dikuasai oleh orang-orang dari partai pimpinan DN Aidit itu, saat itu PKI sedang giat-giatnya memberangus orang-orang Masyumi. Mereka berkeyakinan bahwa PII sebagai underbouw dari Masyumi

Sesudah dipotong makin bercabang membuktikan jatidirinya, Pasca Peristiwa Kanigoro itu para pelajar terus bergerak, kader dan simpatisan masyumi turun serta membackup para pelajar hingga terjadilah Demontrasi besar-besaran Januari 1965 di Kediri dengan sebuah tuntutan Lantang “Bubarkan PKI”

Sesudah di potong makin bercabang juga bermakna ajakan agar kita berkaca dari rangkaian peristiwa diatas betapa kebangkitan itu adalah harga mati diatas momentum untuk meraih kembali vitalitas ummat Islam ditengah kehidupan nyata bermasyarakat, berbangsa dan bernegara…Wallahua’lam

(Sebuah Catatan oleh Badrut Tamam Gaffas)

Dukung dan Sukseskan Pertamina Blog Contes 2009 : Kerja Keras Adalah Energi Kita

Pekan Ikrar Online Kebulatan Tekad Laskar Hijau “Vote For JK-Wiranto”, Pasangan Nusantara Untuk Indonesia Mandiri dan Islami

[Bismillahirrahmanirrahiim - Bulan Bintang Media]

Alhamdulillah, Forum Laskar Hijau Partai Bulan Bintang melalui dukungan para simpatisan dan underground-ner telah membulatkan tekad untuk maju mendukung dan memenangkan duet JK-Wiranto sebagai Pasangan Nusantara Untuk Indonesia Mandiri dan Islami…Insyallah  happy happy
Terkait dengan kebulatan tekad tersebut Forum Laskar Hijau di Face Book berkesempatan mengadakan acara bertajuk Pekan Ikrar Online Kebulatan Tekad Laskar Hijau “Vote For JK-Wiranto” yang bisa diakses secara langsung di http://www.facebook.com/photo_search.php?oid=93565205403&view=user#/event.php?eid=93565205403 untuk umum maupun bagi pengguna facebook.

Melalui Ikrar Online inilah diharapkan terwujud kesatuan langkah demi mensukseskan dan memenangkan Capres dan Cawapres yang kita dukung dalam periode 5 tahun kedepan untuk indonesia yang lebih maju, lebih mandiri, lebih islami dan tentu saja Lebih Cepat Lebih Baik… dance dance

Berikut sejumlah fakta dan penyebab mengapa pasangan Jusuf Kalla-Wiranto paling tepat untuk memimpin Indonesia.

  1. Pasangan Nusantara. JK-Wiranto adalah satu-satunya pasangan yang memperhatikan keanekaragaman budaya masyarakat Indonesia. Hanya pasangan Capres-Cawapres JK-Wiranto yang memiliki unsur pribadi dari luar pulau Jawa, bahkan dicalonkan sebagai Presiden RI.
  2. Nasionalis. JK-Wiranto keduanya tak ingin bangsa Indonesia yang besar jatuh ke tangan kekuasaan asing, termasuk dalam soal ekonomi.
  3. Pro-Pasar. Namun pasar di sini tidak semata pasar saham belaka sebagaimana didengung-dengungkan oleh para elite neo-liberal. Akan tetapi lebih ke pasar rakyat yang menggerakkan roda ekonomi riil.
  4. Berpengalaman di pemerintahan. Baik Jusuf Kalla maupun Wiranto merupakan tokoh yang matang di pemerintahan. Jusuf Kalla pernah menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan serta Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) sebelum menjadi Wakil Presiden RI. Sementara Wiranto pernah menjabat sebagai Panglima ABRI sekaligus Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam) serta Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
  5. Agamis. H. Muhammad Jusuf Kalla maupun H. Wiranto merupakan sosok yang taat pada agamanya, namun juga penuh toleransi dengan agama lain.
  6. Peduli Rakyat Kecil. Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diluncurkan pemerintah merupakan inisiatif Jusuf Kalla (JK). Program ini jelas membantu jutaan rakyat kecil yang selama ini tak memiliki akses bantuan.
  7. Cinta Damai. JK semenjak masih menjadi Menko Kesra sudah menggagas dan mengupayakan upaya perdamaian di daerah-daerah konflik. Ia pergi ke Aceh, berhasil mewujudkan Perdamaian Malino, juga ke Poso dan Ambon. Wiranto pada saat menjabat sebagai Panglima ABRI pada 1999 juga memerintahkan penarikan pasukan organik dari Aceh setelah selama Orde Baru dijadikan Daerah Operasi Militer (DOM). Semua itu membuktikan keduanya mencintai perdamaian bagi bangsa besar ini.
  8. Lebih Cepat. Dalam jabatannya di pemerintahan, JK maupun Wiranto lebih cepat dari pejabat lain saat harus bertindak. Bahkan kerapkali hambatan birokrasi yang panjang ditembusnya demi agar sebuah kebijakan yang pro-rakyat dapat diterapkan.
  9. Lebih Baik. Pengalaman JK-Wiranto di pemerintahan menjadikan keduanya sebagai pasangan capres-cawapres yang yang lebih baik dari berbagai segi. Baik dari segi pengalaman, kompetensi, kejujuran, maupun keberpihakannya pada bangsa.
  10. Lebih Tegas. Karakter JK dan Wiranto bukanlah seorang peragu. Keduanya tegas dan berani mengambil resiko tidak populer atas kebijakannya demi kebaikan rakyat.

Sumber :
Grup Laskar Hijau Partai Bulan Bintang, Laskar Pejuang Syariah
Akses langsung di :

http://www.facebook.com/group.php?gid=31640570616

Harapan Underground Partai Bulan Bintang : Lepaskan Koalisi Pilpres, Mari Fokus Benahi Partai !!!

[Bismillahirrahmanirrahiim - Bulan Bintang Media]

Sebuah Topik Diskusi Di Forum Laskar Hijau

Partai Bulan Bintang sejak awal berketetapan hati untuk memajukan kader terbaiknya sebagai calon presiden, Bang Yusril Ihza Mahendra dengan kompetensi dan pengalaman panjangnya dalam politik dan pemerintahan insyaallah adalah salah seorang kader terbaik yang akan dikhidmatkan untuk bangsa dan ummat, namun raihan pemilu 2009 dan patokan 20 % sebagai persyaratan pencapresan telah menjadi halangan yang mengebiri hak setiap warga negara untuk mencalonkan dan dicalonkan.

Jika kita obyektif mengukur kapabilitas seorang kandidat secara head to head maka sebenarnya Bang YIM sangat layak dan pantas diperhitungkan dalam kompetisi, namun semua itu kandas lantaran kendaraan partai dalam hal ini Partai Bulan Bintang belum “cukup bertenaga” untuk tinggal landas.

Menanggapi kenyataan ini sebagian besar kader, simpatisan dan KB Partai Bulan Bintang merespon positif gagasan Prof. Din Syamsudin agar terbentuk koalisi Islam dalam Pilpres mendatang, namun melihat kenyataan hari ini sepertinya harapan tersebut akan sulit terealisasi.

Kenyataan inilah yang melatar belakangi harapan agar Partai Bulan Bintang sebagai institusi Partai mengambil sikap Netral pada pilpres mendatang seraya tetap fokus membenahi internal partai dan bersiap menjadi oposisi dan pengawas pemerintah diluar lingkar kekuasaan, konsekuensi dari pilihan netralitas partai maka kader, simpatisan dan KB PBB dimanapun “dibebaskan” untuk memilih siapa saja sesuai dengan hati nuraninya, Partai bisa membantu menfaslitasi dengan merumuskan sejumlah kriteria pemimpin yang layak dipilih versi PBB…Wallahu A’lam

Bagaimana kita seharusnya menyikapi hal ini ?!?!

*boedytea
Sy setuju dgn pendapat di atas, lebih baik kita brjuang di luar sistem terlebih dahulu sambil membenahi partai dari pusat sampai anak ranting sambil dakwah memberikan penjelasan kpd masyarakat untuk mencintai syariah. Gabung dgn SBY dan Demokrat nya untuk apa?? Toh nyatanya kurang tegas dalam penentuan sikap demi kepentingan umat Islam, contohnya masalah Ahmadiyah. Sudah trlalu banyak para pembisik SBY yg sekuler

*Sigit Srieyono
saudaraku seIman seIslam,
jika kita sudah meluruskan niat demi izzatul Islam maka marwah yang dimunculkan adalah semangat untuk menyatukan dan membulatkan tekad membangun partai agar dapat juga membangun ummat.
hari ini dan hari kemarin terlalu banyak kader yang bicara politik dan kekuasaan semata, tapi amat jarang yang bicara tentang membangun jaringan pengkaderan disetiap wilayah, disetiap dusun, disetiap perkampungan, disetiap nagari, disetiap desa, disetiap RW/RW hingga suatu saat ada banyak orang yang berani mengacungkan jari menyatakan dirinya kader partai.
Saudaraku, bukan persoalannya cuma karena enggan membubarkan Ahmadiah kita tidak sepaham dengan kaum neoliberal (SBY) ada hal yang lebih penting dari itu semua yakni karena “Kita yakin ISLAM adalah dien yang Haq!!!, sementara Neoliberalisme penuh dengan tipuan yang menyejukan tapi justru menjerat ummat dalam segala aspek kehidupan!!!”.

Sebenarnya ada diantara pemimpin kita yang masih punya ghiroh sebagai pejuang Islam diantaranya DR. H. Achmad Soemargono ,SE ,MM atau tokoh muda sdr Hamdan Zoelva ,SH dll mereka pantas memimpin berjuang bersama kita membangun partai, salah satu cirinya adalah zuhud, tidak haus kekuasaan cuma ingin karena jadi menteri misalnya. mereka menerima amanah kepemimpinan karena rasa tanggungjawab yang besar dan bukan meminta-minta.
saya masih sangat yakin suatu saat partai ini akan besar bahkan akan lebih besar dari kejayaan masyumi dulu. Tapi dengan syarat kembali ke nafas Islam dan bukan cuma simbolisme semata, tapi benar-benar dilaksanakan secara konsisten dan konsekwen. data menunjukan jumlah suara PKS, PAN, PMB, PPP, PKB dan partai berbasis Islam lainnya merupakan potensi yang bisa digarap PBB, tinggal bagaimana caranya kita bergerak secara sistematik-militan ke setiap surau, masjid, taklim, pengajian2 rumahan, ponpes, rumah sakit, sekolah, kumpulan anak muda,dll,dst mulai dari dini/sekarang dan bukan cuma pas waktu mau pemilu/pilkada.

saudaraku, ayo maju bersama bersatu tegak Syariah dengan besarkan partai. Allahu Akbar!!!

Meniti Jalan Panjang Kebangkitan Partai Bulan Bintang

[Bismillahirrahmanirrahiim - Bulan Bintang Media]

Sebuah Topik Diskusi di Forum Laskar Hijau

Pemilu Legislatif 2009 telahpun berlalu, Real Count Tabulasi Data KPU masih berlangsung, apapun hasilnya nanti (Lolos Parliamentary Treshold ataupun sebaliknya) Partai Bulan Bintang harus sedini mungkin merefleksi diri dan melakukan muhasabah, memotret diri dan menakar eksistensi Partai dalam perjuangan membumikan syariah berkelanjutan ditengah kompleksitas tantangan dan ruang kompetisi yang kian ketat.

Mau Tidak Mau Partai Bulan Bintang harus melakukan pengkajian yang mendalam terhadap kinerja organisasi selama ini dari Pusat hingga Ranting dan membuka diri terhadap koreksi-koreksi (re-formulasi dan re-vitalisasi) yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan performance organisasi dalam melaksanakan kerja-kerja dakwah dan memainkan peran politik secara maksimal.

Salah Satu Poin Kunci adalah Dinamisasi Program agar bisa efektif menggerakkan mesin-mesin partai sepanjang waktu tidak sebatas menjelang pemilu.
Pemuda Bulan Bintang, Muslimat Bulan Bintang, Brigade Hizbullah, Bulan Sabit Merah hingga Forum Laskar Hijau Partai Bulan Bintang adalah mesin-mesin yang harus mulai dikedepankan agar bisa menjadi mesin-mesin partai yang handal dalam mensosialisasikan visi, misi, khittah perjuangan dan program partai di tengah-tengah masyarakat.

Soliditas Internal Partai harus serius dibenahi agar kedepan PBB dari tingkatan Pusat hingga Ranting memiliki satu pemahaman dalam memaknai dan menterjemahkan komitmen perjuangan.

Perangkat dan media edukasi harus terus dikembangkan secara kreatif dan inovatif dalam rangka mengkomunikasikan / memasyarakatkan platform partai dengan seluas-luasnya sebagai partai dakwah dan partai modern yang istiqomah memperjuangkan syariah.

Memperbaiki Citra Partai sebagai partai kita BERSAMA, yakni partai kita yang BERmanfaat Sejuk dan ber-Akhlakul KariMAh

Semua harapan diatas Insyallah merupakan Jalan Panjang yang harus kita bentangkan Secara Bersama-sama (kader, simpatisan dan keluarga besar Partai Bulan Bintang) agar Partai Bulan Bintang bersegera Bangkit sebagai Partai Kanan Yang Bisa diharapkan untuk memimpin sebuah Perubahan…Insyaallah

Bagaimana Seharusnya KB Partai Bulan Bintang Menyikapi Permasalahan ini ?!?!

*PAC PBB MEDAN BELAWAN

Assalamu’alaikum Wr Wb
Kami berkeyakinan, insya’Allah seluruh kader dan keluarga besar Partai Bulan Bintang masih tetap istiqomah.
Setiap perjuangan tidak luput dari aral dan tantangan yang menguji keyakinan dan keimanan kita.
Sebesar apapun hasil yang diperoleh Partai Bulan Bintang pada pemilu 2009 ini, harus kita akui bersama bahwa inilah hasil yang terbaik yang di berikan oleh Allah kepada kita. Ini merupakan cermin bagi kita semua untuk evaluasi, dan meningkatkan ikhtiar kita ke masa-masa berikutnya.

Allahu’akbar…
Partai Bulan Bintang Insya’Allah menang
Jangan ragu saudaraku, sepanjang apapun jalan yang harus kita tempuh, sebesar apapun aral yang melintang, kita harus tetap istiqomah, karena jalan yang telah kita pilih adalah jalan yang tepat, jalannya para pejuang syariat. Mari rapatkan shaft, siapkan segala perbekalan, menuju medan juang yang panjang.

Allahu’akbar…
Partai Bulan Bintang Insya’Allah menang
Sebagaimana yang telah dijanjikan Allah, “Allah akan menolong orang yang menolong agama Allah…”

Wasalam

*Kasman

Saya Salut dan sangat setuju sekali dengan pendapat Relawan dari PAC Medan Belawan.

Andaikan semua kader PBB punya tekad seperti itu…Insya Allah kita tidak akan menunggu terlalu lama untuk menyaksikan kemenangan PBB. Siapa lagi yang akan membawa  PBB menjadi pemenang selain kita semua sebagai kader yang selalu  Istiqomah dan Tawakkal menyikapi hasil yang kita capai sekarang. Kita sudah berjuang semaksimal mungkin, hasilnya tentu ada kekuasaan Allah yang menentukannya, bukan kita sebagai penentu hasil. Sekarang kita harus banyak sabaaaar, dan terus memperjuangkan tegaknya Syariat Islam di Bumi Pertiwi ini. Insya Allah.

Wassalam

2,5 % terasa sulit untuk dicapai Partai Bulan Bintang, Benarkah ?!?!

[Bismillahirrahmanirrahiim - Bulan Bintang Media]

Sebuah Topik Diskusi di Forum Laskar Hijau

Oleh : Bp.  Kasman Panduko

Ada rasa haru, sedih (tanpa kehilangan rasa optimis tentunya), melihat hasil Quick Count : PBB sangat sulit menembus angka 2,5 %. Insya Allah kita bisa mencapainya dengan Ridha Illahi tentunya, masih ada sisa waktu.

Tentunya kita semua sudah bisa mengadakan evaluasi tentang strategi sosialisasi, simulasi dan kampanye yang kita lakukan ternyata belum membuahkan hasil sesuai dengan yang kita inginkan bersama. Marilah kita ungkapkan kelemahan-kelemahan strategi yang sudah kita lakukan untuk dapat dijadikan perbaikan untuk esok hari yang lebih cerah untuk PBB.

Badrut Tamam Gaffas *

Setuju dengan Pernyataan Pak Kasman

Kita patut bersyukur sebab dalam kondisi yang bagaimanapun ternyata Keluarga Besar Bulan Bintang masih setia dan teguh bertahan pada komitmen perjuangan sebagai partai kanan yang istiqomah memperjuangkan syariah.

Evaluasi yang mendasar adalah PBB mempunyai pendukung setia 2-3 % yang takkan pernah rela berpindah ke lain hati, jumlah massa loyal sebesar itu bisa menjadi “kartu as” jika bisa di-kaderkan atau dibina sebagai kader.
Dengan menjadi partai kader maka peran kader akan semakin besar, peran partai akan lebih banyak pada pengembangan dukungan dan fasilitasi agar kader mampu menjadi mesin-mesin partai yang senantiasa bergerak dan menduplikasikan diri.

Demikian sedikit urun rembug, semoga bermanfaat..Wallahu A’lam

*Kasman

Betul Pak Badrut Tamam.

Tidak ada partai besar tanpa memiliki kader-kader militan yang memang telah dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Kita tunggu ide-ide briliantnyamenyangkut strategi  pembinaan para kader Bulan Bintang.

*atty

mau saran ni buat tahun tahun selanjutnya , yang sudah biarlah berlalu sebagai sejarah yang patut dipalajari dan menjadi pelajaran bagi kita semua.
untuk selanjutnya keluarga bulan bintang harus lebih mengeratkan lagi silaturahmnya. caranya ..Huh?
kita bentuk saja sebagai lahan pengkaderan suatu Negara Bayangan , dengan Nama : ” Keluarga Besar Bulan Bintang Indonesia ” ( misalnya saja )
dalam negara inilah kita bentuk semua susunan pemerintahan yang sama persis seperti NKRI , dengan susunan yang sama persis. dari presiden hingga camat dan lurah atau bahkan rt rw sesuai keadaannya , negara ini mempunyai susunan di luar partai , namun semua kader dan simpatisan boleh ikut berpartisipasi dalam negara ini.
negara ini akan menjadi kawah candradimuka kader-kader muda bulan bintang , bekajar berpolitik di dalam negara ini , belajar tntang politik , berlajar bersyariah ( sebagai pilot project ) dan berlajar tentang syariah, bergerak di dlam segala bidang , kita beli lahan NKRI untuk dijadikan basis dan perkampungan kader bulan bintang , kita bergerak di dalam bidang ekonomi untuk memakmurkan muslim , terutama kader bulan bintang dan rakyat bulan bintang , yahhh pokoknya kita mirip-miripin deh.

Badrut Tamam Gaffas *

Uraian diatas adalah sebuah Gagasan yang sungguh Brilliant
semoga kita mulai bisa menata diri, mengelola potensi untuk bisa menuju kearah sana….

Silahkan yang saudaraku yang lain menanggapi…Lanjoet…

*Adi Setiawan

Assalamu’alaikum Wr Wb
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin
Meski hasil quick count tidak sebesar yang kita harapkan, namun perasaan optimis jangan sampai hilang.
Karena hasil perhitungan sesungguhnya belum selesai.
Mari bersama, seluruh kader Partai Bulan Bintang, untuk tetap menjaga proses penghitungan suara, di kelurahan, di kecamatan, kota/kabupaten masing-masing, jangan sampai ada 1 (satu) suara pun milik kita Partai Bulan Bintang yang hilang, karena 1 (suara) sangat menentukan masa depan perjuangan kita bersama, demi terwujudnya penegakan syariat Islam di negeri ini.
Allahu’akbar

*boedytea

Benahi partai dari pusat sampai anak ranting, lakukan pengkaderan dgn sungguh-sungguh sehingga dpt mendakwahkan kpd masyarakat tentang syari’at Islam krn msh bnyk umat Islam belum faham apa syari’ah itu sehingga ketika dsodorkan mengenai penerapan syari’at Islam mereka trkesan takut atau malah ‘balik badan’. Mdh2n dpt dibaca kondisi ini oleh pimpinan partai

*Kasman

Assalamualikum Wr. Wb.

Saya setuju dengan Pendapat Bpk Buditea, bahwa PBB tidak bisa besar karena tidak mengakar dan tidak punya infra struktur yang solid. Terus terang pada masa sosialisasi dan kampanye dari semua caleg PBB yang saya kenal selalu mengeluh tentang ketiadaan infra struktur PBB di tingkat PAC dan Ranting, sering terjadi caleg memulai lagi  dari nol membentuk PAC dan ranting dengan biaya pribadi. Jika kita memang ingin membesarkan PBB tentunya kita harus punya infra struktur yang solid,sehingga kita bisa melatih kader-kader militan. Membentuk insfra struktur tentunya juga harus ada dukungan moril dan materil dari DPP dan donatur PBB. Saya juga dapat informasi bahwa DPP dan donatur PBB menurunkan dana untuk pemenangan pemilu 2009, tetapi mungkin dananya salah sasaran…Wallahu alam.